Ibu Untuk Tuan Muda

Ibu Untuk Tuan Muda
Pantai Part 2


__ADS_3

Terima kasih berkenan singgah di apak saya.


 


 


Terus dukung Baby El ya, dengan Like komen dan vote sebanyak banyaknya.


 


 


Happy Reading


 


 


💐💐💐💐💐💐💐


 


 


Henry terus memperhatikan El dan pengasuhnya. Mereka terlihat sangat menikmati pasir putih pantai, angin yang menerjang membuat rambut panjang Adel berterbangan. Menambahkan keindahan sendiri pada dirinya.


 


 


Adel hanya mengenakan hotpants dan kaos longgar, karena memang tak berniat berenang dilaut. Begitupun Wulan, tetapi mereka menutupinya dengan selembar kain pantai. Apalagi ini tempat umum dan terbuka, kedua wanita itu merasa risih, jika harus memamerkan kemolekan tubuhnya secara gratis pada pengunjung lain.


 


 


Seperti anak kecil yang baru pergi ke pantai, El dan dua pengasuhnya sibuk membangun istana pasir. Arga yang sedari tadi hanya memperhatikan mereka, akhirnya ikut turun. Butiran pasir putih menggelitik kakinya yang telanjang, tanpa alas kaki.


 


 


"Wah, sepertinya kalian sibuk ya?" Sapa Arga pada El dan dua pengasuhnya. Mereka semua memalingkan wajahnya ke asal suara.


 


 


"Yah, ini sangat menyenangkan, bagaimana kalau Tuan ikut?" Adel menarik tangan Arga, dan menyuruhnya membangun istana pasir.


 


 


"Adel, kenapa kamu ajak dia sih?" Bisik Wulan, dia melirik Arga dengan tatapan tak suka.


 


 


"Biarin lah, cuma main pasir inih." Sahut Adel cuek.


 


 


"Huhhh, menyebalkan, aku jadi hilang semangat." Wulan mengerucutkan bibirnya.


 


 


Tangan El yang kena pasir menyentuh wajahnya, dan membuat matanya pedih, seketika El menagis sambil terus mengucak matanya.


 


 


"Aduh sayang, jangan digituin dong! Nanti jadi iritasi." Wulan memangku El, dia mencekal tangan El yang penuh dengan pasir.


 


 


"Lan, sepertinya aku harus mencari air, kita harus membersihkan wajah dan tangan El." Adel segera berdiri, meninggalkan Arga dan Wulan menjaga El. " Tunggu sebentar, aku akan segera kembali." Adel berlari kecil, menuju stand penjual minuman. Karena hanya itu air bersih yang ada, toilet jauh dibelakang sana.


 


 


"Kenapa wanita gila itu terlihat panik? Jangan-jangan El kenapa-napa!" Henry baru menyadarinya. Sedari tadi ia disibukkan dengan gawainya. Henry segera mendekati El, dan menanyakan apa yang terjadi.


 


 


"Ada apa ini? Kenapa El menangis?" tanya Henry dengan nada tinggi. Karena suaranya kalah dengan deburan ombak yang berkejaran.


 


 


"Matanya kena pasir." Ucap Arga, dia membantu membersihkan tangan El dengan tangannya. Sedangkan Wulan masih memangkunya. Mereka berdua terlihat serasi. Seperti keluarga cemara. Batin Henry.


 


 


"Ooohhh" Hanya itu yang keluar dari mulut Henry.


 


 


"Hanya begitu? Dasar tak berperasaan." Adel yang tiba-tiba muncul dibelakangnya. "Kalau Anda tak bisa membantu lebih baik menyingkirlah!" Adel membolakan matanya.


 


 


"Hussssst" Henry menarik Adel pergi.


 

__ADS_1


 


"Tuan, lepaskan!!! Apa kau sudah gila hah? El sedang menangis, bukanya membantu malah..."


 


 


"Sssttt diamlah!" Henry menempelkan telunjuknya pada bibir Adel. Dia memberi isyarat dengan matanya, agar tak mengganggu Arga dan Wulan.


 


 


"Sekarang kau mengerti?" bisik Henry.


 


 


"Ya, tapi gak harus gini juga kali." Adel memutar bola matanya malas, posisinya sangat dekat dengan Henry, begitupun telunjuknya yang masih enggan terlepas dari bibir chery Adel.


 


 


"Ma-maaf" Henry yang baru sadar, langsung menjauhkan tubuhnya. Dia menggaruk kepala belakangnya. Wajah Adel memerah, seperti udang rebus. Keduanya sibuk dengan pemikiran masing-masing.


 


 


"Adel kau lama sekali, cepat berikan airnya." Wulan berdiri, dan merampas air mineral yang dibawa Adel. Sekarang Arga yang memangku El, dengan telaten dan hati-hati, Wulan membersihkan sisa pasir yang menempel pada wajah El.


 


 


"Sebentar ya sayang." Wulan meniup pelan wajah El. Agar pasir yang menempel bisa hilang.


 


 


Ternyata dibalik sikap bar-barnya, dia juga bisa selembut ini. Dan El juga terlihat sangat menyukainya, seperti dia pada Nona Adel. Tidak seperti sikapnya pada Rena dulu.


 


 


Arga terus memperhatikan perlakuan Wulan, jarak diatara mereka cukup dekat. Hanya terhalang El saja.


 


 


"Lihatlah! Kau akan mengganggu mereka. Jika terus berada disini, apa kau mau jadi nyamuk disini?" Henry memilih kembali ketempatnya semula. Meninggalkan Adel yang masih mematung.


 


 


Kalian berdua sangat serasi, bagaimana kalau aku dekatkan saja mereka berdua. Wulan gadis yang baik, Arga.... Emmpptt walaupun terkadang menyebalkan tetapi dia juga seorang pekerja keras.


 


 


 


 


"Heiii, itu punyaku!!! Kalau kau mau pesan sendiri." Bentak Henry, dia tak terima es kelapa miliknya diminum Adel.


 


 


"Pffftttttt" Adel menyemburkan es kelapa pada Henry, ia tersedak karena mendengarkan bentakan Henry saat minum.


 


 


"Uhukkk uhukkkk"


 


 


Perasaan ini orang hobi tersedak ya? batin Henry. Bukannya membantu dia malah sibuk mengibaskan pakaiannya.


 


 


"Kau sudah gila hah? Ini sangat menjijikan." Henry segera bangkit dari duduk santainya,ia terus mengibaskan pakaiannya yang basah terkena air kelapa, yang terkontaminasi mulut Adel.


 


 


Setelah batuknya mereda, Adel meraih botol mineral yang terlihat masih utuh. Dan langsung meminumnya. Tangan kirinya terangkat, memberi tanda pada Henry untuk diam.


 


 


"Kau yang gila Tuan, Kau ingin membunuhku hah?" Adel tak merasa takut, justru ia sangat kesal dibuatnya. "Kau yang hampir membunuh ku Tuan, kau mengagetkanku. Seperti habis makan toa masjid saja." Adel mencibir.


 


 


"Tapi kau meminum es kelapa milikku, itu sama saja..." Henry terdiam, ia tak melanjutkan kalimatnya.


 


 


"Sama saja apa?" Adel menatapnya dengan sisnis.


 

__ADS_1


 


sama saja ciuman secara tak langsung. Jawabnya dalam hati.


 


 


"Ahhh sudahlah! Percuma berdebat dengan wanita gila sepertimu."


 


 


Henry melepas kaos kerah yang dia pakai, dan melemparnya tepat di wajah Adel. Adel segera menangkapnya. Dan meninggalkan kain tipis ketat yang membalut tubuhnya. Sesaat Adel terpana melihat pemandangan dihadapannya. Dada bidang Henry, dan roti sobek hasil berolahraga selama puluhan tahun.


 


 


"Kenapa? Kau ngiler melihat tubuhku?" Henry berjalan semakin mendekat, dia terus memojokkan Adel.


 


 


Adel terus berjalan mundur, dia tak menyadari adanya kursi dibelakangnya. Sehingga dia jatuh kebelakang, sebelum itu terjadi, Henry segera menangkapnya, dan menarik Adel dalam pelukannya.


 


 


Si*l, aku hanya berniat menggodanya. Sekarang malah dia yang memanfaatkan ku.


 


 


Dasar manusia kutub, dia pasti sengaja menjebakku.


 


 


"Ehmmm" Arga pura-pura batuk, membuat dua orang itu saling menjauhkan diri. Dan terlihat salah tingkah.


 


 


"Miii Eyyy" ucap El. Cairan bening itu kembali menggenangi mata indah El.


 


 


"Jadi begini? El menangis sedari tadi mencarimu, ternyata kalian malah sedang bermesraan disini!" Wulan sengaja mengeraskan suaranya.


 


 


"Diamlah Lan! Ini tak seperti yang kalian pikirkan. Ini hanya kecelakaan, dia, maksudku Tuan Henry hanya menolongku. Yah seperti itu." Adel berusaha menjelaskan kesalah pahaman yang terjadi.


 


 


"Sudahlah, Kalian tak perlu mengelak." Arga ikut menyudutkan Adel.


 


 


"Kalau kami bermesraan memangnya kenapa?" Jawab Henry Enteng. Sedangkan Adel menggelengkan kepalanya.


 


 


"Ti-tidak Tuan." Wulan seketika menciut, mendapat tatapan menghunus dari Henry.


 


 


"Tidak benar, itu bukan yang sebenarnya." Adel masih mengelak, dia tak ingin mengakui sesuatu yang tak dia lakukan. Padahal kenyataanya memang iya.


 


 


"Benar atau tidak itu yang kami lihat." Ucap Arga dengan santainya.


 


 


"Biarkan aku menenangkan El dulu." Adel mengambil alih El. Dan mengajaknya membeli hiasan yang terbuat dari kerang. Tak jauh dari kursi pantai yang sempat ia duduki.


 


 


"Dasar manusia kutub, dia memanfaatkan keadaan dengan sangat baik, aku tak terima, lihat saja nanti, dua kali dia berusaha menyentuhku. Aaaaaa Dasar menyebalkan." Adel terus mengumpat dalam hati.


 


 


TBC


 


 


Yang mau intip Baby El boleh follow ig thor @Keynan 7127


 


 


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2