
ai readers, author ucapkan banyak terima kasih atas semua dukungan yang diberikan.
Yang belum semoga berkenan meninggalkan jejak like komen dan vote yah.
Terus ikuti keseruan Baby El.
Happy Reading
💐💐💐💐💐💐💐
Pagi ini, gedung HS Group heboh dengan berita presdir tampan mereka. Sepanjang memasuki kantor, banyak pasang mata yang menatap Henry. Ada yang benci, ada yang sedih, ada pula yang menyanjung.
"Ga, kenapa semua orang menatapku?" tanya Henry di dalam lift.
"Ntahlah Tuan, mungkin Anda terlihat berbeda" jawab Arga asal.
" Tapi berani sekali mereka menatapku, cari tahu" perintah Henry.
Arga berselancar dengan smartphone ditangannya. Benda itu dikanan tangannya, dan tangan kirinya menghubungi anak buahnya. Arga membelalakkan matanya, ia sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya.
Bukankah ini baju yang dipakai Tuan waktu acara kemarin? Yah, benar ini baju cuople mereka kemarin.
"Apa yang kamu temukan?" mereka sudah sampai diruangan Henry.
"Emmm Tuan, sebaiknya Anda membuka email yang saya kirim" ucap Arga.
"Kelamaan" Henry menyaut benda pipih itu dari tangan Arga.
"Apaan ini?" Henry sangat marah, melihat foto dirinya dan Adel. Terlebih pemberitaan yang tertulis disana. Mengatakan bahwa dirinya sedang berbuat mesum.
"Si****" Henry melempar benda itu kelantai\, hingga hancur tak beraturan.
Tuannn cicilannya baru lunas, Anda seenak jidat membuangnya. Huu huuuu... Arga menangis dalam hati.
"Cepat cari tahu, siapa yang berani bermain main dengan ku?"
"Baik Tuan, saya sudah menghubungi Nathan, sekarang dia dan anak buahnya sedang bergerak" ucap Arga.
"Hmmmm, kau belilah smartphone baru" ucap Henry, dia segera duduk dikursi kebesarannya.
Heihh dia kerasukan apa? Tumben baik, tadi marah marah gak jelas.
"Kenapa diam? Atau aku akan berubah pikiran".
"Ti-tidak Tuan, maksudku ya nanti saya beli baru".
Arga memunguti benda pipih yang telah hancur menjadi beberapa bagian. Dia heran dengan suasana hati Tuan Boss nya, sebentar sedih, sebentar senang, sebentar lagi marah-marah.
"Tuan, sepertinya ada yang mendalangi dibalik layar, karena Nathan hanya menemukan penyebar berita itu, sementara sumber berita seperti dilindungi" ucap Arga setelahnya.
Arga baru saja mendapat kabar dari Nathan, bahwa ada virus masuk dalam keamanan mereka. Namun pertahanan HS Group terlalu kuat, jadi mereka hanya mampu membuka cover. Tanpa bisa mengetahui isinya.
__ADS_1
"Cepat kau periksa ini" Henry menunjukkan sebuah alamat IP, yang dikirim Nathan. Keduanya saling berpandangan.
"Tuan, apa Anda memikirkan hal yang sama denganku?" tanya Arga.
"Yah, sepertinya memang begitu" ucap Henry mantap.
"Kita hanya perlu mengikuti rencana mereka Tuan, saya punya rencana sendiri". Arga membisikkan sesuatu ketelinga Henry.
"Tapi aku tak setuju, itu akan membahayakan El" Henry tak terima.
"Saya tahu Tuan, tapi ini satu-satunya cara, agar mereka tak curiga".
"Kalau sampai terjadi sesuatu dengan El, kau yang akan menanggungnya" Henry mengusap wajahnya kasar.
Baru saja hubungannya dimulai dengan El, akankah ia harus kembali merasa kehilangan? Henry tak ingin itu terjadi.
" Pikirkan rencana lain, kalau gagal itu baru dijalankan, dengan syarat, tambah pengawal bayangan" ucap Henry.
"Baik Tuan, saya jamin itu tidak akan pernah terjadi, saya jaminannya" ucap Arga mantap.
"Aku harap begitu" Henry kembali fokus pada layar komputer.
Sebenarnya apa maksud dia mengunggah foto mesraku? Cih, mesra apanya? Dia justru membuat asetku hampir tak bekerja lagi. Tunggu, kenapa aku jadi kepikiran si wanita gila itu? Henry bergelut dengan pemikirannya sendiri.
...----------------...
"Ga, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Tuan Abimanyu. Arga segera menemui Tuan Besar, setelah mengecek laporan yang dikirim Nathan.
"Ada yang mencoba membobol keamanan kita Tuan, berita itu hanya pengalih perhatian, agar kita lengah" ucap Arga.
"Kau dan team mu harus lebih bekerja keras, kali ini musuh kita bukan orang biasa".
"Anda benar Tuan, kita harus mererapkan keamanan ganda".
"Bagaimana baiknya saja, dan juga perketat penjagaan El, dan periksa siapa saja yang keluar masuk mansion. Aku tak ingin terjadi apapun pada keluargaku" Tuan Abimanyu menyigar rambutnya. Ia sangat pusing dengan masalah satu ini.
"Baik Tuan, saya permisi" ucap Arga sopan.
"Ga, terima kasih, dan periksalah ini, siapa tahu berguna untukmu" Tuan Abimanyu menepuk bahu Arga. Dia sudah menganggap Arga anaknya, karena dari kecil Arga selalu bersama Henry.
"Baik Tuan, ini memang sudah menjadi tugas saya" Arga berlalu dari ruangan Tuan Abimanyu.
Dia segera berkutat dengan komputernya, sebuah micro camera, yang diberikan Tuan Abimanyu tadi. Dan hasilnya amazing, Tuan Abimanyu memang sangat jeli. Ternyata dia sengaja memanfaatkan momen kemarin. Untuk mengumpulkan bukti.
"Tuan henry harus tahu" gumam Arga.
Dia segera mengirim copy file yang ditemukannya. Henry menyeringai, ternyata dugaannya benar.
__ADS_1
Kamu memang tak pernah berubah, tak pernah merasa puas. Dan selalu saja mengusik ku, kali ini tak akan ku ampuni kau.
...----------------...
Dikediaman Syahreza.
Kaki Adel sudah membaik, setelah Rena memberinya salep dan pereda nyeri. Namun masih sakit untuk berjalan, jadilah Adel tak boleh banyak bergerak.
"Ren, sampai kapan aku harus begini?" Adel mendengus, tak sabar rasanya hanya berbaring saja. Karena menurutnya, dia masih sehat.
"Kau diamlah! Tetap seperti itu, atau kakimu bengkak lagi" ucap Rena melotot.
"Hah, kau ini membuatku seperti El saja".
"Kau memang El, El versi tua, hahahahaaa" Rena menutup mulutnya, dia tak ingin membangunkan El yang sedang tidur.
"Umurku baru 18 + Rena, dan kau mengataiku tua" Adel melempar bantal pada Rena. Namun dia segera berlari.
Happp.
"Nyonya, maaf itu tadi Rena" Adel menggaruk tengkuknya.
"Hah, kau ini, masih sakit masih juga tak mau diam" Nyonya Amel memberikan bantal tadi disebelah El.
"Ada apa Nyonya kemari?" tanya Adel.
"Aku hanya memastikan El, apakah baik- baik saja"
"Tentu saja, yang sakit hanya kakiku, lagi pula Rena yang bekerja keras".
"Baiklah, ikuti saja ucapan Rena, supaya kau tak merepotkan lagi" ucap Nyonya Amel. Dia mengusap punggung tangan Adel. Meskipun bicaranya semaunya sendiri, tetapi Nyonya Amel sangat penyayang.
"Maaf Nyonya jika saya....".
"Heiii bicara apa kau, aku hanya bercanda, aku hanya tak ingin kau terlalu lama sakit, El pasti ingin main denganmu" Nyonya Amel menggenggam erat tangan Adel.
"Terima kasih banyak Nyonya" Adel tersenyum, memamerkan deretan gigi putihnya.
"Ya, kau istirahatlah".
"Seharian aku istirahat Nya". Nyonya Amel melototkan matanya, tanda tak ingin dibantah.
"Baik Nyonya" ucap Adel kemudian.
Setelah mengecup cucu tampannya, Nyonya Amel meninggalkan kamar itu. Dia melihat gawainya, ada banyak panggilan masuk dari suaminya, Tuan Abimanyu.
"Astaga, aku lupa" Nyonya Amel menepuk jidatnya. Ini hampir jam makan siang, tadi pagi ia berjanji, akan mengantarkan makan siang untuk suaminya dikantor. Hal itu memang sering dia lakukan, jika sang suami tidak ada meeting diluar kantor.
TBC
Terima kasih
__ADS_1