Ibu Untuk Tuan Muda

Ibu Untuk Tuan Muda
El hilang 2


__ADS_3

Terima kasih yang masih setia menanti Baby El, dan semua dukungan yang readers berikan.


Jangan lupa tinggalkan jejak like komen dan vote yah.


Happy Reading


💐💐💐💐💐💐💐


Suasana sangat riuh, saling menyahut, mungkin saja sudah ada yang menemukan bayi tampan itu. Mereka terus mencari, hingga kesudut kamar, bahkan dikolong tempat tidur. Bahkan setiap kamar digeledah paksa. Seperti sidak penangkapan penjahat.


Adel masih saja menangis, ia merasa sangat takut, jika El benar benar menghilang. Rasa kehilangan yang sangat menyakitkan, ia tak ingin lagi kehilangan El saat ini dan selamanya.


"Bagaimana? Apa sudah ketemu?" tanya Tuan Abimanyu.


"Belum Tuan, kami masih berusaha mencari," ucap bibi Mey.


"Bejo.. yah aku harus memanggilnya." Tuan Abimanyu bergegas pergi. Ia menemui Bejo dipaviliun belakang.


Sekarang masih jam 05.35 pagi, jadilah Bejo masih bersiap. Ia akan mulai bekerja jam 06.00. Bahkan Tuan Abimanyu masih mengenakan piyama tidurnya. Begitupun Nyonya Amel, mereka belum sempat mencuci wajah. Karena panik, mereka berhambur keluar kamar.


Tokkk tokkk tokk


Suara pintu diketuk, Bejo yang sedang dikamar mandi tak menyahuti. Tuan Abimanyu mengetuknya lagi.


"Jooo, Beeeejoooo keluar kau sekarang," suara Tuan Abimanyu menggelegar. Bejo segera berlari, karena tak biasanya Tuan Besar menanggilnya sepagi ini.


*C**eklekkk*


Pintu dibuka dan keduanya sama sama terlonjak. Bejo masih menggunakan handuk yang melilit dipinggangnya, dia belum sempat mengenakan pakaiannya.


" Aaaaaaaaaaaaa..." seru keduanya bersamaan. Membuat semua penghuni paviliun lain berhambur keluar.


"Tuan ada apa mencari saya sepagi ini?" tanya Bejo.


"El hilang Jooo, El hilang." Tuan Abimanyu meraup wajahnya kasar. Ia terlihat sangat panik.


"Baik Tuan ayo kita cari bersama," Bejo hendak berlari keluar.


"Beeejooooo..." teriak Tuan Abimanyu.


"Ya Tuan, kita harus bergegas, kenapa Tuan malah diam disitu," ucap Bejo polos.


"Iya tapi kamu pakai dulu bajumu," Tuan Abimanyu menunjuk diri Bejo.


"Ahhh ya ampun." Bejo menepuk jidatnya. Dia berlari kembali ke dalam paviliun, dia segera mengenakan pakaiannya. Dan melempar handuk yang tadi dipakai ke sembarang tempat.


"Kalian semua, cepat bantu cari," ucap Tuan Abimanyu pada seluruh penghuni paviliun.


Semua orang segera berpencar, ada yang mencari ditaman, di kolam renang, disemak semak, diamanapun tempat mereka cari.


Hello, yang kalian itu bayi, yang baru bisa merangkak. Mana ada ditempat seperti itu? Said author.


"Tuan kita hubungi Tuan Arga, suapaya membawa pasukan intel," ucap Bejo. Sekarang dia sudah berpakaian rapi, dan berada di gazebo bersama Tuan Abimanyu.


"Kau ini, kita mencari El, kenapa harus bawa intel segala?" Tuan Abimanyu mengernyit.

__ADS_1


"Ya kan supaya cepat ketemu Tuan," ucap Bejo.


"Sudahlah kita cari dulu, kalau tidak ketemu baru lapor polisi."


Tanpa menunggu waktu lama, Arga sudah tiba dimansion Syahreza. Ia sangat heran, karena hari ini dia sengaja datang pagi, untuk menjemput Henry. Mereka akan ada rapat diluar kota.


Yah, Henry, satu satunya manusia yang tak kasat mata. Dalam insiden ini, kemanakah dia?


"Ada apa ini?" tanya Arga, dia menautkan kedua alisnya.


"El hilang Ga," ucap Nyonya Amel.


Mereka sedang beristirahat, karena sudah satu jam berkeliling mansion. Namun tak ada hejak El. Padahal sudah 45 menit menyisir setiap sudut ruangan.


"Hah? Hilang bagaimana?" tanya Arga.


"Hilang, sejak pagi kami mencarinya. Dan sampai sekarang belum ketemu," ucap Ama.


"Apa kalian sudah mencarinya?" tanya Arga.


"Tentu saja, kami sudah mencari kesemua tempat disini Tuan," ucap Rena. Ia duduk disebelah Adel, yang masih saja menangis, memeluk kerincingan El.


"Yah, bahkan semua orang dimansion sudah turun tangan," ucap Tuan Abimanyu.


"Termasuk kamar kamar?" tanya Arga.


"Yah, semua tempat, kecuali...." Nyonya Amel baru ingat.


"Kecuali apa Nyonya?"


"Henry"


"Tuan Henry." Adel dan Rena


"My son." Tuan Abimanyu


Sahut semua orang, mereka saling berpandangan. Kenapa tidak terpikirkan sedari tadi? Padahal kamar terdekat dengan kamar El, adalah kamar Henry.


Semua orang berbondong bondong naik, menuju kekamar Henry. Mereka benar benar lupa, karena panik jadilah kemungkinan ini tak disadari mereka semua.


Mereka berdesakan didepan pintu kamar Henry, namun tak ada satupun yang berniat mengetuk pintu.


"Biar saya saja," ucap Arga yang baru saja tiba. Semua orang memberi jalan untuk Arga. Baru saja ingin mengetuk pintu, pintu kamar sudah terbuka. Memperlihatkan wajah bantal Henry.


"Kalian sedang apa disini?" tanya Henry mengernyit.


"Apa kau baru bangun? Apa kau melihat El? Apa kau tahu El dimana?" tanya Ama beruntun.


"El? Bukankah dia ada yang menjaganya?" bukanya menjawab dia malah balik bertanya.


"Sa-saya, ma-maafkan saya Tuan," ucap Adel, dia kembali terisak.


"Kenapa minta maaf, hah?" ucap Henry.


"El hilang," ucap Ama.

__ADS_1


"Apaaaa?" bentak Henry.


"Kenapa bisa menghilang? Kalian ini kerjanya ngapain aja?" suaranya meninggi.


"Maaf Tuan, saya sedang berganti pakaian, dannn, dannn Adel kekamar mandi," ucap Rena menjelaskan.


"Lalu El?" Semua orang tak ada yang menjawab.


"Son, kami sudah mencarinya kesemua bagian mansion ini, kecuali kamarmu," ucap Tuan Abimanyu.


"Jadi kalian mencurigaiku?" tanya Henry.


"Maaf Tuan, sebaiknya kami memeriksa kamar Anda," ucap Arga.


"Yah Arga benar," Nyonya Amel menerobos masuk.


"Ayo kalian semua masuk," Ama sudah tak sabar.


"Yah kalian masuklah," ucap Henry santai. Tuan Abimanyu menyadari ada yang tidak beres dengan putranya. Semua orang menggeledah setiap sudut kamar Henry, namun tak menemukan apapun.


"Apa kalian menemukan sesuatu?" tanya Henry. Dan dijawab gelengan kepala.


"Kalian tak akan menemukannya disana, karena El ada dikamarnya." Tuan Abimanyu melipat kedua tangan didadanya.


"Buahahahhaaaaa...." Henry tertawa sepuasnya, dia menertawakan semua orang.


"Apa kau pikir ini lucu? Dasar anak bodoh!" Nyonya Amel memilin telinga Henry.


"Arrrr kau mengerjai kami?" Ama menjewer telinga sebelahnya.


"Hahahahhaha..." tawa semua orang. Sekarang Henry yang ditertawakan.


"Ama, Mom, kalian membuat wibawaku hilang dihadapan mereka," tunjuk El pada orang yang masih ada diluar kamarnya. Henry terus menggerutu. Sambil memegangi kedua telinganya yang memerah.


Adel yang paling awal lari, dia sangat tak sabar untuk melihat El. Karena perasaan takut kehilangan yang ia rasakan sangat besar. Seperti anak sendiri, dia menganggap El adalah ganti dari anaknya yang telah tiada.


Tidak, anaknya tetap tak akan tergantikan, tetapi El memiliki tempat yang sama dihati Adel.


Flash back On


Henry hendak keruang olahraga dilantai satu, melihat kamar El sedikit terbuka, dia hendak mengintip. Namun yang didapati malah El sedang asyik bermain sendirian, dengan bola yang bergerak kesana kemari. Dia sangat menggemaskan, seperti menghipnotis Henry.


Muncul keisengan diotaknya, karena ia tak melihat dua pengasuhnya disana. Henry membawa El bersama bolanya. Dia mengajak El bermain dibalkon kamar. Karena kamarnya kedap suara, jadilah tak ada siapapun mendengar suara El.


Henry juga melihat semua orang mencari El, termasuk Daddynya. Dan juga anak buah Bejo.


Ketika semua orang sibuk mencari El, Henry malah tertawa bahagia, bersama putra tampannya. Ternyata bermain dengan El tak seburuk yang ia bayangkan, justru sangat menyenangkan.


Saat semua orang berada dilantai satu, Henry membawa El kembali kekamarnya. Mengajaknya terus bermain. Dan untuk menghilangkan kecurigaan semua orang, ketika mereka hendak mengetuk pintu kamarnya, Henry melompat dari balkon kamar yang terhubung dengan kamarnya.


Nahhh Baby El nya udah ketemu, maafkan kehaluan author yah.


TBC


Terima Kasih

__ADS_1


__ADS_2