
Gimana nih? Masih mau dilanjut apa udahan??Hai readers, author ucapkan banyak terima kasih atas semua dukungan yang diberikan.
Yang belum semoga berkenan meninggalkan jejak like komen dan vote yah.
Terus ikuti keseruan Baby El.
Happy Reading
💐💐💐💐💐💐
Satu hari menjelang perayaan ulang tahun El, semua penghuni mansion disibukkan dengan berbagai persiapan. Walaupun hanya acara sederhana, tetapi Nyonya Amel ingin yang terbaik untuk cucu tampannya.
Dia begitu heboh mengawasi setiap pekerja, mengingatkan ini dan itu, tak ingin ada kesalahan sedikitpun.
"Maaaaaa..." ucap El berlari kearahnya.
"Ahh cucu tampanku, sini sini." Nyonya Amel merentangkan tangannya. El segera menghambur dalam pelukan oma.
"Ellll... Sayaaannngggg jangan lari lari, nanti jatuh." teriak Adel dibelakangnya. Semenjak El bisa berjalan, dia selalu ingin berlari. Jika dia menginginkan sesuatu, tak mau digandeng apalagi digendong.
"Yah benar, kau tak boleh lari seperti tadi, kalau kau tak ingin jatuh dan terluka, mengerti." Nyonya Amel menganggukkan kepala. Diikuti El, seolah dia paham ucapan Oma nya.
"Emmmmm.." katanya sambil mengangguk.
"Unccchhh emessshh cucu Oma." Nyonya Amel mencubit pipi gembul El.
"Aaaaaawww.." teriak El, dia memegang pipinya yang dicubit.
"Maaf sayang, Oma tak sengaja, Oma sangat gemas." Nyonya Amel mengusap pipi El.
"Ummmmm.." kata El sambil memonyongkan bibirnya.
"Apa katanya Del?" Nonya Amel mengernyit tak mengerti. Adel sekarang jadi penerjemah baby El.
"Dia mau dicium Nyah." ucap Adel enteng.
"Wahhh sekarang kamu sudah pandai bahasa planet ya. Hahahaa..." Nyonya Amel meledek.
"Maaaaa.. Ummmm.." rengek El.
"Iya... Muaaachhh..." Nyonya Amel memberi sun pada El.
"Yeeeeee..." El bertepuk tangan, dan membalas mencium omanya.
"God job baby." Adel memberi dua jempol padanya.
"Yeeeeee..." El kembali bertepuk tangan.
"Oke sekarang kita kekamar dulu ya, ganti bajunya basah tuh." Adel menunjuk baju El yang basah. Dia mainan air dikeran, yang digunakan untuk menyiram tanaman.
"Yoooooo..." kata El bersemangat.
"Byeee El." Nyonya Amel melambaikan tangan.
"Byeee Oma." Adel melambaikan tangan El.
Adel mengambil El dalam gendongannya, dia segera membawa El ke kamarnya. Untuk mengganti baju El, sekalian mandi karena pasti El sudah berkeringat.
Rena sudah menyiapkan air hangat untuk El mandi, sekarang dia kedapur untuk membawa sarapan El.
__ADS_1
"El sekarang sudah besar ya, besok udah satu tahun." ucap Adel pada bayi itu.
"Aun?" tanya El.
"Yah besok ulang tahun El."
"Yeeeeee.." El selalu senang bertepuk tangan jika menurutnya menyenangkan.
"Ayooo kita mandi."
"Ndiii.." El mengikuti ucapan Adel.
Untuk itulah, Adel selalu mengajal El mengobrol. Layaknya orang dewasa, Adel membiasakan El agar berlatih bicara. Salah satunya menyanyi dan bercerita. El menyambut baik arahan Adel, dia bayi yang cerdas, jadi cepat mengerti.
...----------------...
Sementara di HS Group, Henry sedang sibuk dengan berkas yang menumpuk dimejanya. Tuan Abimanyu hari ini tidak ke kantor dan selama dua hari kedepan mengambil cuti.
Tuan Abimanyu tak ingin kalah dengan istrinya, dia juga membantu persiapan ulang tahun El. Kalau dulu saat ulang tahun Henry, dia hanya terima beres. Tidak dengan sekarang, dia begitu antusias membantu menyiapkan segalanya.
Padahal ada banyak pelayan, dan juga tinggal menghubungi orang ahli dalam bidangnya. Sesuai perintah Ama, dia akan menebus semua kesalahannya dulu. Dengan memberikan El semua kasih sayang. Tetapi bukan berarti memanjakannya.
Tokkk tokkk tokkk
Pintu ruangan Henry diketuk, tetapi tak ada jawaban. Arga nyelonong masuk, saat ketukannya untuk ketiga kalinya tetap diabaikan.
"Tuan." ucap Arga. Henry sedikit terlonjak, kemudian memasang wajah datarnya.
"Heiii kau tak punya sopan santun hah? Masuk kesini tak mengetuk pintu." omel Henry.
"Iyakah? Aku tak mendengar apapun." Henry mengernyit.
Bagaimana mau dengar? Kalau raganya disini, tapi jiwanya berkelana entah kemana.
"Ada apa?" tanya Henry singkat.
"Maaf Tuan, 10 menit lagi kita ada meeting dengan client dari Jepang."
"Apa mereka sudah datang?" tanya Henry.
"Iya Tuan, saat ini mereka ada diloby, dan segera ditunjukkan ke ruang meeting 3." Arga menjelaskan.
"Baiklah, 5 menit lagi saya kesana." ucap Henry, dia kembali berkutat dengan berkas di bawah tangannya.
Udah kaya lagu aja, 5 menit lagiiiiii....
(Siapa yang bacanya sambil nyanyii?)
Meeting berjalan lancar, Henry menjabat tangan Tuan Takasimura (dalam bahasa indonesia berarti discount, kok bisa? Tak kasih murah). Sebagai tanda persetujuan, dan kerja sama. Setelah itu dilanjutkan penanda tanganan kontrak.
Henry berlalu keruangannya dengan tergesa, diikuti Arga dibelakangnya. Ia mendapat kabar dari Arga, bahwa Gaby memaksa masuk keruangannya.
"Mau apa lagi si s*nd*l jepit itu? Merepotkan saja\, hahhhh." Arga mendengus.
Brakkkk
Henry membuka pintu ruangannya dengan kasar. Membuat Gaby yang sedang duduk santai menoleh padanya.
__ADS_1
"Hello Tuan Henry, apa kabar?" Gaby dengan suara centil.
"Mau apa kau kemari hah?" tanya Henry dengan wajah datar. Dia sangat malas meladeni betina satu ini.
"Aku ingin meminta maaf, atas semua kesalahanku." Gaby memasang wajah memelas.
Cih, kau pantas mendapat piala oscar si kadal nona, kau pandai sekali memanipulasi keadaan.
"Hmmmm."
"Aku juga membawakanmu ini." Gaby menunjuk kotak makanan.
"Ini makanan kesukaan mu kan?"
"Sekarang tidak lagi, aku alergi dengan itu." Henry berlalu. Dia duduk dikursi kebesarannya. Gaby mengikutinya, tetapi hanya diseberang meja.
"Stop disana, apa sebenarnya tujuanmu?" Henry merasa geram.
"Hmmmmm, apa kau tidak mengundangku?" tanya Gaby.
"Mengundang untuk apa? Dan siapa kau harus mendapat undanganku?"
"Yah, aku bukan siapa siapa, tapi bolehkan kita berteman?" Gaby memelas.
"Temanku sudah banyak." jawabnya singkat.
"Ayolah Hen, maksudku Tuan Henry, beri aku kesempatan, please!" Gaby memohon didepan Henry.
Sejak kapan betina ini bisa merendah? Apa mungkin dia memang sudah berubah?
"Arga, ini tugasmu." Henry melambai kearah Arga yang berdiri dibelakang Gaby.
"Baik Tuan." Arga mengangguk\, dan melaksanakan tugasnya. Menjauhkan s*nd*l jepit dari hadapan Tuan nya.
"Henry, aku mohon, sekali ini saja. Aku akan menjadi lebih baik, tolong beri aku kesempatan." Gaby bersimpuh dikaki Henry. Arga terus menarik paksa Gaby, tetapi dia semakin erat memeluk kaki Henry.
"Hahhhh, baiklah! Lepaskan, jangan sekali pun menyentuhku." Henry menunjuk Gaby dengan telunjuknya.
Hahahaa, aku tahu kau tak akan tega melakukan hal buruk pada wanita. Terlebih wanita itu adalah aku. Gaby menyeringai dalam hati.
Kita lihat saja, kau atau aku yang akan tertawa nantinya.
"Jadi apa aku boleh....".
"Ya, kau datanglah!" Henry segera menjauhkan tubuhnya.
"Pulanglah Nona, atau Tuan Henry akan berubah pikiran." ucap Arga. Tatapanya tajam, lebih tajam dari pisau daging.
Gaby segera pergi dengan menghentakkan kakinya. Di jalan dia terus mengumpat.
"Tuan\, kenapa Anda membiarkannya? S*nd*l jepit itu bisa mengacaukan acara Tuan Kecil!" tanya Arga. Dia tak habis pikir dengan tindakan Tuannya.
"Kau tenanglah, kita harus jauh lebih dulu memulai rencana." ucap Henry dengan tersenyum smirk.
"Baik Tuan." Arga hanya menurut saja. Dia tahu, Henry tak akan membiarkan kekacauan terjadi. Pasti Tuannya sudah memiliki rencana yang lebih besar lagi.
TBC
__ADS_1
Terima Kasih