Ibu Untuk Tuan Muda

Ibu Untuk Tuan Muda
Mall


__ADS_3

Haii readers, terima kasih yang masih setia menanti Baby El, dan semua dukungan yang diberikan.


Bagi yang belum semoga berkenan meninggalkan jejak like komen dan vote yah ๐Ÿ˜๐Ÿ˜


up kedua untuk hari ini


Happy Reading


๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’


Setelah kepergian Henry dan Arga, tak jauh dari sana seseorang menyeringai. Ia sangat senang, akhirnya bisa mengetahui kelemahan Henry.


Kamu tunggu saja pembalasanku, rasa sakitku selama ini. Aku pasti akan mengembalikannya padamu. Dan akan ku pastikan, kamu merasakan yang lebih menyakitkan dari mati segan hidup tak mau.


Akan ku balaskan semua kesakitanmu Metta, sayangku. Aku sudah memberimu kesempatan berkali kali, tapi kau tak menggunakan waktumu dengan baik, Henry. Kali ini aku pasti akan berhasil. ucap orang itu.


Arga terus membuntuti Henry hingga keparkiran VIP. Dia menjalankan mobil, kembali ke HS Group.


"Ga." ucap Henry.


"Ya Tuan." jawab Arga.


"Apa sudah ada bukti dan saksi yang kuat?" tanya Arga.


Penyelidikan terhadap Wijaya Corp, sudah mulai menemukan titik terang. Bahwa lahan yang akan mereka bangun, untuk sebuah villa adalah lahan sengketa. Wijaya corp sengaja menggunakan HS Group agar lahan itu jatuh ketangan mereka, sungguh licik.


"Sudah Tuan, Kita tinggal menunggu waktu untuk eksekusi mereka," jawab Arga.


"Jangan sampai ada kesalahan," ucap Henry.


"Baik Tuan," Arga menganggukkan kepalanya.


...----------------...


Di Mall XX.


Adel membawa El bermain diwahana anak, El sangat antusias dengan bola warna warni, didalam kolam bola. Nyonya Amel mengabadikan kebersamaan mereka, Ama juga tak ingin kalah. Ia memotret cicit tampannya berkali kali.


Puas bermain diwahana anak, Nyonya Amel mengajak mereka ketoko mainan anak. "El kau menyukai ini?" tunjuk Ama pada El, dia membawa robot robotan kecil namun dengan harga yang fantastis.


"El kau main ini saja." Nyonya Amel membawa mobil mobilan dengan remot control.


"Dia ini masih bayi Mel, belum bisa mainan seperti itu," Ama menautkan alisnya.


" Tidak apa Ama, sebentar lagi juga dia ngerti." Nyonya Amel memaksa.


"El kau main ini saja," Adel menunjuk boneka harimau yang lembut.

__ADS_1


"Mana boleh cucuku main boneka?" Nyonya Amel tak terima.


"Boleh Nyonya, El masih bayi, lagi pula ini keren. Boneka harimau, aarrrrrgghh..." Adel menirukan suara harimau.


"Tidak tidak, ini saja," tunjuk Ama.


"Ini lebih bagus Ama," Nyonya Amel.


"Kita beli saja semuanya Mel," Ama memberi ide.


"Ini namanya pemborosan Ama." Adel merasa keberatan.


"Hei Adel kau jangan lupa, dia ini cucuku, cucu keluarga Syahreza, kau jangan lupa itu." Nyonya Amel memicingkan matanya.


"Yah Anda benar, tetapi kita juga harus bisa memilih, yang baik untuk El dan tidak. Kita harus memilih mainan sesuai usianya Nyonya." Adel mengungkapkan pendapatnya.


"Kurasa Adel benar Mel," ucap Ama.


"Hah, Baiklah! Aku mau ketoilet dulu," Nyonya Amel pergi ke toilet wanita. Di tengah perjalanan ke toilet, Nyonya Amel menabrak seorang wanita.


"Maaf Nyonya, saya tidak sengaja," ucap wanita itu.


"Hmmm lain kali hati hati," ucap Nyonya Amel. Wanita itu terus memperhatikam Nyonya Amel, hingga menghilang dibalik pintu toilet.


"Sekarang," kata Gaby. Yah wanita itu Gaby, mantan kekasih Henry. Ia menghubungi seseorang untuk memberi perintah. Ditoko mainan, Adel mengajak Ama duduk. Sambil menunggu Nyonya Amel. Dia juga memberikan air mineral pada Ama.


"Iya Ama, Adel senang bisa melihat Ama sehat, walaupun sudah sepuh tetapi semangatnya masih sangat tinggi," Adel memuji Ama.


"Ahh kamu ini bisa aja," kata Ama tersenyum.


Setelah Nyonya Amel kembali, mereka melanjutkan aksinya. Memilihkan mainan untuk usia El. Mereka bertiga sibuk memilihkan mainan untuk El, sehingga El dibiarkan sendirian di strollernya.


Ingat! Kejahatan bukan hanya karena ada niat pelakunya, tetapi juga karena ada kesempatan. Waspadalah! Waspadalah! ( said Bang Napi).


Adel menengok kearah stroller El, yang parkir cantik disampingnya. Aman, El masih sibuk dengan dot bayinya.


Adel kembali mencari sesuatu, yang menurutnya bagus untuk melatih kemampuan sensorik, motorik dan baik untuk tumbuh kembang El. Diusianya yang hampir 8 bulan. El saat ini sudah mulai merangkak, bahkan terkadang El mulai belajar meraih sesuatu yang tinggi.


"Ama, Nyonya, saya lihat mainan disebelah sana ya " Adel menunjuk pada mainan gantung yang berbunyi.


"Yah, Biarkan El disini, lagi pula dia terlihat mengantuk," ucap Nyonya Amel.


"Baik Nyonya, saya tak akan lama," ucap Adel.


Adel meninggalkan El dalam stroller, disana ada Oma dan Amanya pikir Adel. Jadi dia pasti akan aman.


Seorang nenek masuk toko mainan, nenek itu meminta bantuan Nyonya Amel, untuk mengambil mainan dirak yang tinggi. Karena pada saat itu toko sedang ramai pembeli, jadilah pelayan toko kewalahan.

__ADS_1


"Nyonya, bisakah Anda membantu cucu saya, mengambil mainan itu?" kata sang nenek.


"Baiklah Oma," ucap Nyonya Amel.


Ntahlah, padahal saat mereka bertiga masuk toko terlihat sangat sepi. Bahkan tak ada pengunjung lain, selain Ama, Nyonya Amel, dan Adel. Tetapi diwaktu yang singkat toko menjadi sangat ramai.


"Ama kau tunggulah disini, aku akan membantu nenek ini," ucap Nyonya Amel. Ama menurut saja, karena diapun lelah. Jadilah Ama duduk dikursi tunggu, bersama stroller El disampingnya.


"Maaf Nenek, bisa kau bantu aku?" kata seorang anak kecil. Usianya sekitar 7 tahun.


"Ada apa nak?" tanya Ama.


"Tolong bukakan air minum ini untukku," kata anak itu. Anak perempuan itu duduk disebelah Ama, sambil sesekali mengajaknya mengobrol. Dan kemudian Ama lengah.


Baby El yang tertidur sedikit terusik, ketika ada yang hendak mengangkatnya. Ia kemudian menangis kencang.


"Hoooaaaaa hoooaaaaa..." tangisan El menyadarkan Ama.


"Siapa Anda? Berani menggendong cicitku tanpa ijin?" tanya Ama berdiri. Perasaan Ama tak karuan.


"Maaf Nyonya, saya hanya membantu, tadi bayi ini menangis. Jadi saya tak tega membiarkannya," ucap wanita itu.


"Mama." kata anak kecil yang meminta bantuan Ama.


"Dia Mama mu?" tanya Ama pada anak kecil itu.


"Ya nenek, adik bayi sangat lucu," ucap anak itu. Adel yang menyadari El memangis, ia segera berlari. Dan mengambil alih El.


"Terima kasih Nyonya, biarkan saya yang menggendongnya," Adel meraih El. Adel menenangkan El, bayi itu terlihat masih mengantuk dengan mata memerah. Adel megusap punggungnya halus, hingga El kembali tertidur.


Tiba tiba Bejo dan kawanannya datang. Mereka semua ditoko merasa heran. Ada banyak algojo mengunjungi toko mainan.


Flashback


Gaby menghubungi anak buahnya, ia menyuruh mereka melakukan penculikan El. Mereka akan menyamar dan mengalihkan perhatian tiga orang dewasa yang menjaga El.


Tetapi Gaby tak mengetahui, pengawal bayangan dibawah pimpinan Bejo lebih banyak jumlahnya. Terlebih mereka menyamar menjadi pengunjung Mall.


Dengan mudahnya Bejo melumpuhkan anak buah Gaby. Namun tidak dapat mencegah penyamaran mereka. Hampir saja mereka terlambat, jika saja pasukan Henry tak segera datang.


Arga yang baru saja sampai di HS Group, mendapatkan laporan dari Bejo. Bahwa ada orang yang mencurigakan, awalnya Bejo meyakinkan bahwa dia dan kawanannya mampu mengatasinya.


Henry yang mendengar percakapan Arga tak ingin mengambil resiko. Jadilah Henry ikut turun tangan sendiri. Ia menyerahkan urusan kantor pada Arga. Dan dengan segera menuju Mall XX.


Flash Back off


TBC

__ADS_1


TERIMA KASIH


__ADS_2