Jodoh Dari Ayah

Jodoh Dari Ayah
108. 1001 Pria


__ADS_3

"Minta maaflah."


Setiap apa yang dikatakan Kirani membuat hati Beeya bergetar. Dia mampu tersentuh oleh ucapan sederhana Kirani. Sorot mata teduh Kirani membuat Beeya mau mendengarkan apa yang dikatakan olehnya.


"Jangan buat dia kecewa, Bee. Seribu satu pria yang seperti Iyan."


Beeya pun bergegas menemui Iyan yang baru saja ingin memejamkan mata. Dia segera memeluk tubuh Iyan dari samping dan membuat Iyan terlonjak kaget. Ditambah Beeya yang kini menangis di atas dadanya.


"Kamu kenapa, Chagiya?" tanya Iyan.


"Maafkan aku." Beeya sesenggukkan mengatakan itu semua. Iyan mengusap lembut punggung Beeya.


Perlahan Iyan mengurai pelukan. Dia mengusap lembut air mata yang membasahi wajah kekasihnya itu.


"Kenapa harus nangis?" tanya Iyan. "Kamu tahu 'kan aku paling tidak suka jika wanita menangis."


Air mata Beeya seakan tak mau berhenti mengalir. Itu membuat Iyan menarik kembali tangan Beeya ke dalam pelukannya.


"Kamu tidak salah, akulah yang salah." Bukannya Iyan mengalah, tetapi itulah kenyataannya. Seharusnya dia menolak ketika Anggie memeluk tubuhnya supaya Beeya tidak marah seperti ini.


"Aku gak mau membahas itu lagi," tutur Beeya. Iyan pun mengangguk dan mengecup ujung kepala Beeya dengan begitu lembut.


Kirani tersenyum melihat Iyan dan juga Beeya yang sudah berbaikan. Iyan memang pemuda yang sangat lembut juga bisa mengemong Beeya.

__ADS_1


"Kamu ngantuk?" tanya Beeya. Iyan hanya tersenyum dan mengecup kening Beeya dengan begitu lembut.


"Sedikit."


"Tidur di sini dulu aja, ya. Aku gak mau kamu bawa mobil dalam keadaan mengantuk."


"Emang boleh?" tanya Iyan.


"Aku minta ijin Kirani dulu."


Psikolog cantik itu mengijinkan Iyan dan Ghea beristirahat sejenak. Dia malah sangat senang apalagi Beeya yang terlihat antusias ketika bercerita tentang Iyan.


"Apa kamu sudah melupakan masa lalu kamu?" tanya Kirani.


Kirani malah terbahak mendengar cerita Beeya. Pantas saja Raffa bisa berpaling dari perempuan cantik itu.


"Aku tidak menyangkan jika aku benar-benar jatuh cinta kepada anak yang usianya lebih muda dari pada diriku," ungkapnya. "Apa normal seorang wanita lebih tua mencintai pemuda yang lebih muda darinya?"


Kirani tersenyum mendengar gadis ucapan dari Beeya. Wanita ini sangatlah polos.


"Tidak ada salahnya, Bee. Nabi Muhammad saja menikahi Ummi Siti Khadijah yang usianya lebih tua dari Beliau. Status Ummi Siti Khadijah pun janda. Jadi, tidak ada yang salah dalam hubungan tersebut. Tidak ada yang melarangnya juga," terang Kirani.


"Hubungan itu dibina karena ada kecocokan satu sama lain. Jika, perempuan muda lebih cocok dengan pria tua, kenapa tidak? Juga sebaliknya," terang Kirani.

__ADS_1


"Jangan pedulikan omongan netizen." Kirani tahu duduk permasalahannya apa. "Mereka adalah makhluk yang merasa paling benar."


Beeya kini tertawa mendengar ucapan dari Kirani. Dia sangat berterima kasih kepada Kirani uang sudah menjadi tempat curhat untuknya. Menyembuhkan lukanya sampai semuanya benar-benar bisa dilupakan.


Setelah satu jam berlalu. Beeya menghampiri sang kekasih yang sudah terduduk seperti sedia kala.


"Udah bangun," sapa Beeya Dnegan senyum hangatnya. Perempuan itu merapikan rambut Iyan yang terlihat acak-acakan.


"Masih ngantuk padahal," sahutnya.


Beeya malah tertawa. Dia mengajak Iyan untuk mencuci muka di kamar mandi. Namun, Iyan meminta Beeya untuk menemaninya. Dia juga menarik tangan Beeya agar masuk ke dalam kamar mandi.


"Ayang." Beeya mencoba untuk protes. Namun, Iyan segera mendekatkan wajahnya dan mulai bermain di bibir berwarna pink milik sang kekasih.


Drrt!


Iyan mengerang kesal, dan mau tidak mau dia mengambil ponselnya dan membuat pesan baru.


"*Nanti malam Kakak ingin berbicara dengan kamu."


...****************...


Komen dong* ...

__ADS_1


__ADS_2