Jodoh Dari Ayah

Jodoh Dari Ayah
181. Obrolan (Sarapan)


__ADS_3

Sedangkan di lain tempat, seorang anak kecil telah merengek ingin bertemu dengan sang paman. Ibu dan ayahnya sampai bingung harus menjawab apa. Ada saja pertanyaan lain yang muncul dari jawaban mereka berdua lontarkan.


"Ini sudah siang, Mih. Masa masih tidur?" sahut Ghea.


"Om dan tante lelah, Dek."


"Emangnya mereka habis ngapain?" Jawaban yang salah yang Riana ucapkan. Aksa sudah mengurut dahinya yang terasa pusing. Sedangkan Echa dan Radit sudah mengulum senyum. Tidak ada yang akan berani menjawab pertanyaan dari Ghea maupun Gavin. Jika, dijawab akan muncul pertanyaan baru lagi yang semakin sulit untuk mereka jawab.


"Adek, dengar nggak apa yang dikatakan Daddy dan Mommy?" Seketika mulut Gea pun terkunci dia. Ketika sang kakak sudah membuka suara, otomatis Ghea akan menutup mulutnya.


"Semalaman 'kan om dan tante berdiri terus makanya mereka lelah."Gavin mencoba untuk menerangkan


"Apanya yang berdiri, Mas?" sergah Aska. Semua mata kini tertuju pada Aska. Dia hanya mengulum Senyum, dan dia mengangkat kedua tangannya. Apakah sang keponakan akan berpikiran aneh-aneh?


"Ya, Om dan Tante lah. Siapa lagi? Kaki mereka yang pegal karena berdiri terus. Gimana sih?" sahut Gavin dengan sedikit bersungut-sungut


"Kirain yang lain." Aska masih saja menimpali..

__ADS_1


Aksa sudah menunjukkan sebuah pisau dengan mata yang melebar kepada sang adik. Aska malah menahan tawa.


"Yang lain juga berdiri. Ada Bubu. Ada Baba, ada Wawa sama ada mama Beby. Terus apa masalahnya?" Jawaban yang sangat cerdas yang keluar dari mulut Gavin.


Aksa dapat bernapas lega. Ternyata anak polos dan tidak berpikiran ke arah yang lain. Menginjak masa remaja membuat Aksa sedikit takut dengan pergaulan Gavin. Namun, sekarang terbukti anaknya memang keluar hanya untuk belajar.


"Pagi!" ucap Aleeya yang begitu bahagia. Sedangkan Aleesa dan Aleena berwajah muram. Aska menatap lekat ke arah kedua keponakannya.


"Kenapa dengan kalian berdua?" sergah sanh paman


"Palingan juga masalah cowok," sahut Gavin. Sahutan Gavin terasa sangat menyebalkan di telinga mereka berdua..


"Masih zaman rebutan cowok?" balas Aska dengan begitu santai.


Aksa tersenyum. Dia menatap ke arah Alena, dan di sana memang ada Kalfa yang hanya terdiam. Tidak membuka suara sedari tadi. Sedangkan Rangga dia masih fokus dengan makanannya juga gadget di tangannya karena hari ini dia harus kembali ke Jogja untuk melanjutkan sekolahnya di sana.


"Kalau emang orang itu tulus mencintai kalian. Mereka tidak akan pernah membagi cinta kepada yang lain." Aksa menatap ke arah ketiga keponakannya.

__ADS_1


Echa dan Radit saling pandang. Mereka tahu Aksa sedang menyindir siapa. Kepala orang yang sedang di sindir pun hanya bisa menunduk. Tidak berani menatap Aksara. Dia sangat tahu bagaimana Aksara. Manusia kejam.dan juga dingin.


"Siapa aja yang berani nyakitin tiga keponakan gua. Gua akan cari hingga ke lubang semut sekalipun," tambah Aska. Ultimatum keras dari paman kedua si triplets.


"Belum jadi aja udah nyakitin. Gimana nanti jadi suami, bisa-bisa kalian tersiksa," papar Aska. "Cari laki-laki itu untuk dibahagiakan, Bukan untuk disakiti."


Aleeya sekarang menunduk dalam Ucapan kedua Pamannya seakan menusuk hingga sampai ke jantung. Dia terdiam, dia seakan merasa bersalah. Namun, tak Aleeya sangka, Aleena mengusap lembut pundak Aleeya. Hingga Alia menoleh dan senyuman hangat Alina berikan kepadanya.


"Lanjutkan hubungan kalian. Kakak tidak apa-apa," sahutnya.


"Restu itu yang utama. Kalian direstui sedangkan kakak tidak direstui. Maka, jalanilah," lanjutnya. Aleena masih sempat berkata seperti itu padahal hatinya sedanh menangis dengan keras. Terlebih semalam Kalfa mengirimkan pesan yang begitu menyentuh hatinya.


Rangga, menatap ke arah Aleena yang masih bisa untuk tersenyum. Dia tahu anak perempuan itu tengah menahan segala rasa yang bergejolak di dada.


"Andai kamu tahu yang sesungguhnya. Aku juga tersiksa dengan keputusan Papih, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa."


Ini semua bukanlah keinginan Rangga. Melainkan keinginan ayah angkatnya. Harus memilih di antara dua wanita, yang satu wanita yang disayanginya, dan satu wanita yang ayahnya sukai.

__ADS_1


__ADS_2