
Boleh minta komennya gak? Gratis kok.
...****************...
"Beeya!"
Si triplets sudah menundukkan kepalanya. Gavin sudah menutup wajahnya dengan buket bunga yang katanya mirip dengan karangan bunga. Juga Ghea yang sudah ditutup kedua matanya menggunakan kedua tangan sang ayah.
"Kenapa mata Adek ditutup, Dad?" tanya Ghea kebingungan.
"Ada setan lewat, Dek," jawab Riana. Sang ibulah yang menimpali ucapan sang putri. Jika, ayahnya yang menjawab pasti pertanyaan Ghea seperti kereta api. Panjang dan tak berujung. Bagi kedua anaknya ayahnya adalah google untuk mereka.
Arya sudah menghampiri Beeya dan menjewer telinga sang putri satu-satunya. Sungguh sama sekali tidak menunjukkan perempuan yang mahal. Malah terlihat murahan.
"Malu-maluin aja," omel sang ayah dengan tangan yang menarik telinga kanan Beeya hingga sang putri mengerang kesakitan.
"Calon istri Iyan jangan dijewer begitu, Pah," larang Iyan. Semua orang pun berteriak. Kini, sang kakak pertamalah yang menjewer kuping Iyan hingga pemuda itu mengaduh.
"Kenapa Iyan dijewer juga?" tanya Iyan heran.
__ADS_1
"Kakak dengar kamu sering melakukan ini 'kan."
Mata Iyan melebar dan dia menatap ke arah para pria yang sudah tidak lagi muda, tetapi tetap bermulut ember bocor
"Ya namanya juga anak muda, Kak."
Jawaban Iyan membuat Riana berang. Dia ikut menjewer telinga sang adik tercinta.
"Kak Ri kira kamu alim, ternyata parah," ucap Riana tak percaya.
Acara lamaran itu berakhir dengan acara jewer menjewer. Mereka seperti anak yang tengah terkena hukuman oleh kedua orang tua mereka. Para keponakan Iyan malah menertawakan sang om dan juga calon Tante mereka dengan puas. Bagaimana tidak, kedua telinga mereka sudah sangat merah.
"Sakit gak, Om?" tanya Aleeya.
"Om poci, emang telinga aku merah?" tanya si kerdil kepada hantu bungkus putih berwajah hitam. Dia tidak merata telinga merah. Namun, Aleesa mengatainya telinga merah.
"Yang merah itu si pocong wadon noh," tunjuk om poci ke arah anteu pocita dengan bibirnya.
"Apaan sih item," omel anteu pocita. "Muka gua begini pas gua idup kebanyakan pake krim abal-abal. Ditambah tiap hari gua disuruh jadi satpam dua puluh empat jam nonstop. Mau ujan, mau panas tetap aja berdiri. Uyuhan kaki gua gak bengkak puluhan tahun berdiri aja di depan rumah si pawang setan," oceh anteu pocita.
__ADS_1
Si kerdil malah kebingungan melihat om poci dan anteu pocita yang sedang beradu mulut. Dia melihat ke arah dua hantu bungkus permen berwajah hitam dan merah secara bergantian dengan mulut yang menganga. Lendir di hidung yang terus menetes berwarna hijau karena flu yang si kerdil derita belum sembuh.
Dua anak manusia itu akhirnya terbebas dari kemurkaan orang dewasa. Namun, tetap saja Beeya seperti wanita yang tak memiliki harga. Sedari tadi terus merangkul lengan Iyan tanpa dia hiraukan banyak mata yang menatap tajam ke arah Beeya dan Iyan. Akan tetapi, anak dari Arya itu tak menghiraukan mereka.
"Pas hamil Beeya ngidam apa sih, Kak?" tanya Echa kepada Beby. Ibu dari Beeya itu hanya tertawa. Dia malah senang putrinya sudah kembali seperti sedia kala.
"Gua benci banget sama bapak lu!" sungut Arya.
Echa hanya tersenyum mendengarnya. Ada kerinduan di hatinya terhadap sang ayah. Andai, ayahnya masih ada pasti akan terjadi perdebatan yang tidak ada akhirnya dari seorang Rion Juanda dan juga Arya Bhaskara. Dia tengah membayangkan bagiamana jika Arya dan ayahnya besanan. Namun, dia hanya bisa andai-andai saja. Orang yang sudah pergi dari dunia yang fana ini tidak akan bisa kembali lagi.
Radit merangkul pundak Echa hingga membuat Echa menatap nanar ke arah suaminya. Radit menggelengkan kepalanya dengan pelan, senyum pun tersungging di wajahnya menandakan bahwa Echa tidak boleh bersedih.
Mendengar kata ayah membuat Iyan menunduk dalam. Beeya menggenggam tangan Iyan dan menatap dengan penuh kehangatan. Senyum yang begitu indah terukir di wajah cantik wanita itu.
"You are not alone, now."
Iyan tersenyum dan mengangguk pelan. Riana yang melihat langsung interaksi Iyan dan Beeya merasa sangat lega. Akhirnya ada yang bisa membuat Iyan merasa nyaman.
"Oh iya, kok bisa kalian ada di sini?" tanya Beeya yang merasa aneh kepada semua keluarga Iyan.
__ADS_1
...****************...
Komen dong ...