Jodoh Dari Ayah

Jodoh Dari Ayah
20. Untuk Ayah


__ADS_3

Kebusukan akan terbongkar seiring berjalannya waktu. Itulah yang keluarga Arya rasakan saat ini. Mereka tengah fokus pada pengobatan psikis putri mereka satu-satunya, Abeeya Bhaskara.


Beda dengan keluarga Arya, keluarga Iyan malah tengah sibuk karena hari ini acara wisuda adik laki-laki mereka. Terselip duka dalam balutan suka cita yang sebentar lagi mereka rasakan.


Tangan Echa menekan gagang pintu kamar sang ayah. Hatinya perih ketika dia memasuki kamar yang pernah almarhum ayahnya tempati.


"Ayah, kita mau berangkat ke acara wisuda Iyan." Suara Echa bergetar, matanya sudah berkaca-kaca.


Apalagi tergantung sebuah baju batik berlengan panjang yang senada dengan kebaya modern yang Echa gunakan. Ayahnya sudah mempersiapkan semuanya karena dia tidak ingin melewatkan acara yang paling dia tunggu dalam hidupnya.


Echa meraih baju sang ayah dan memeluk erat baju tersebut. Rindu, itulah yang tengah dia rasakan.


"Echa harap, Ayah bahagia dengan pencapaian Iyan. Echa kangen Ayah."


Sedewasa apapun umurnya, tetaplah Echa bagai anak kecil yang tidak ingin ditinggalkan oleh orang yang sangat dia sayang.


"Bubu!"


Panggilan dari putrinya membuat Echa menyeka ujung matanya. Dia meletakkan kembali baju ayahnya dan mengambil sebuah figura yang di dalamnya ada foto sang ayah. Hanya itu yang akan menjadi kenangan untuk mereka.


"Udah siap?"


Radit melihat istrinya dirundung kesedihan. Dia mengusap lembut pundak sang istri. Mencoba menguatkan karena sampai saat ini istrinya masih sering menangis sendirian jika teringat ayah yang dia sayang.

__ADS_1


"My, udah dong jangan nangis." Mas Agha mencoba untuk menghentikan air mata sang ibu. Namun, itu sangat sulit karena Riana pun belum sepenuhnya merelakan kepergian ayahnya.


"Biarkan, Mas. Ada kalanya Mommy butuh waktu untuk menangis. Mengeluarkan segala kesedihan yang Mommy rasakan." Aksa seakan mengerti perasaan istrinya. Bukan tidak ingin menenangkan, tetapi Riana butuh mengeluarkan segala kesedihan juga kepedihan yang dia rasakan.


Mereka semua pergi ke tempat acara. Kedua wanita yang sudah cantik itu terlihat sendu karena teringat akan mendiang sang ayah tercinta. Harusnya ayah mereka menyaksikan Iyan wisuda.


Tibanya di aula kampus yang sangat luas, senyum bahagia terpancar dari keluarga Iyan ketika melihat sang adik memakai baju toga. Iyan segera menghampiri kakaknya. Sedari tadi dia menahan sesak di dada.


"Jangan nangis, ini acara penting untuk kamu." Kedua kakaknya tengah memberikan kekuatan kepada Iyan. Padahal mereka juga berada dalam titik penuh kesedihan.


Acara sudah dimulai dan tiba saatnya diumumkan lulusan terbaik jurusan yang Iyan ambil. Iyan tidak berharap lebih, setidaknya dia sudah lulus dengan usaha yang maksimal.


"Lulusan terbaik tahun ini ... Rian Dwiputra Juanda."


Lama Iyan terdiam hingga dia dipersilahkan untuk menyampaikan satu buah kata untuk para tamu undangan serta wisudawan juga wisudawati yang hadir.


Iyan naik ke atas panggung dan dia mencoba untuk tersenyum. Menatap ke arah kedua kakaknya dengan mata yang berkaca-kaca.


"A-yah, Iyan lulus dengan nilai terbaik."


Iyan langsung menunduk dalam dan terlihat punggungnya bergetar. Echa dan Riana segera menghampiri Iyan dan memeluk tubuh adiknya.


🎶

__ADS_1


Ayah ... dengarkanlah ...


Aku ingin bernyanyi


Walau air mata di pipiku


Ayah dengarkanlah ...


Aku ingin bertemu


Walau hanya dalam mimpi


Deki, sahabat Iyanlah yang bernyanyi dari arah kursi wisudawan dan membuat semua orang terdiam.


"Kamu hebat, Iyan. Kakak bangga sama kamu." Sebisa mungkin Echa tidak menitikan air mata.


"Ayah pasti bangga kepada kamu, Yan." Riana menambahkan ucapan sang kakak padahal dia pun ingin mengeluarkan air mata.


Rasa haru dan sedih pun terjadi ketika melakukan foto keluarga. Figura sang ayah disandarkan di sebuah kursi yang berada di tengah-tengah antara Echa dan Riana. Iyan berada di belakang kursi dan diapit oleh kedua abang iparnya. Mereka tersenyum, tetapi dalam hati menangis sangat keras. Inilah yang diinginkan sang ayah. Foto keluarga lengkap di acara wisuda Iyan.


"Iyan harap, Ayah hadir di antara kami semua."


...****************...

__ADS_1


Komen dong ....


__ADS_2