Jodoh Dari Ayah

Jodoh Dari Ayah
126. Bahagia


__ADS_3

Beeya meraih ponselnya. Dia duduk di pinggiran tempat tidur. Tangannya mulai menari-nari di atas layar ponsel.


"Ayang, aku ke toko Bu'de dulu, ya. Harus gantiin Bu'de dulu karena Bu'de terbang ke Jakarta."


"Miss you and love you.😘"


Banyak sekali pesan yang dikirim oleh Beeya, tapi hanya dibaca saja oleh kekasihnya itu tanpa dibalas. Dia berharap kali ini pesannya dibalas.


Sesampainya di toko senyuman manis Kenzo dapat Beeya lihat. Beeya hanya meresponnya dengan anggukan. Dia tidak boleh goyah, dia sudah menjadi milik seseorang.


Ada raut kecewa dari wajah Kenzo. Pemuda yang semakin bertambah umur semakin tampan itu tak membuat Beeya menatapnya. Bukannya Beeya tidak sadar, tapi hatinya sudah menjadi milik orang lain sekarang.


Tugas Arina akan digantikan oleh Beeya. Dari mengecek barang hingga keuangan. Satu per satu Beeya mengecek barang dan menata barang untuk menarik pembeli. Dia bekerja dengan sangat rajin dan sedari tadi mata Kenzo tak berpaling dari Beeya. Apalagi ketika Beeya tersenyum ke arah karyawan lain membuat hati Kenzo merasa nyaman.


"Cuma kamu yang mau menerima aku apa adanya." Begitulah batin Kenzo berkata.


"Kenzo," panggil karyawan senior. Si pemilik nama itupun menoleh.

__ADS_1


"Tolong bilang ke Mbak Beeya, hari ini akan ada barang yang datang. Saya lagi melayani pelanggan." Kenzo pun mengangguk mengerti. Ada rasa bahagia yang menjalar di hatinya. Akhirnya dia bisa berbincang dengan Beeya juga.


Langkahnya sengaja diperlebar agar bisa cepat sampai ke tempat di mana Beeya tengah mengecek pakaian wanita.


"Mbak Bee," panggil Kenzo.


Tubuh Beeya nampak menegang mendengar siapa yang memanggil dirinya. Perlahan dia pun menoleh. Sungguh manis senyuman Kenzo kali ini. Membuat Beeya tidak bisa berkedip untuk beberapa saat. Tatapan Kenzo pun sangat berbeda kepada Beeya. Dia sangat mengagumi wajah Beeya saat ini yang semakin cantik dan terlihat sama seperti SMA. Namun, suara dering ponsel membuat Beeya tersadar akan kesalahannya. Dia meraih ponselnya yang berada di saku celana belakang. Nampak wajahnya berseri sekali kali ini.


"Ayang."


Deg.


"Apa kamu sudah memiliki kekasih, Bee?" gumam Kenzo.


"Kata Bu Arina sih Mbak Beeya sudah punya calon suami," timpal salah seorang karyawan yang mendengar gumaman Kenzo.


Kenzo pun terperanjat mendengarnya. Tatapannya semakin sendu ke arah Beeya yang terlihat amat bahagia.

__ADS_1


"Boleh bermimpi, tapi jangan terlalu ketinggian. Kita ini cuman karyawan biasa. Mbak Beeya adalah penerus dari segala usaha Bu Arina juga orang tua dan kakeknya. Sadar dirilah," ujar karyawan laki-laki yang ikut bergabung.


"Mbak Beeya itu bagai bintang yang bersinar sangat cantik. Ingin kita meraihnya, tapi tidak bisa. Terlihat dekat, pada nyatanya sangat jauh."


Perkataan karyawan itu memang benar. Bukan hanya Kenzo yang mengagumi sosok Beeya. Banyak karyawan juga yang mengagumi Beeya. Namun, mereka sadar tidak akan pernah bisa menggapai Beeya selagi status mereka karyawan dari tantenya.


"Jangan lupa makan, Ayang. Aku gak mau dengar kamu sakit."


Sungguh beruntung laki-laki yang mendapatkan hati Beeya saat ini. Sikap Beeya tidak berubah dari dulu hingga sekarang.


"Love you more. And I will miss you so much."


Manis sekali Kalimat yang diucapkan oleh Beeya kepada orang di balik sambungan telepon tersebut. Andaikan itu Kenzo, sudah pasti dia akan sangat bahagia.


Senyum belum pudar di wajah Beeya. Namun, dia harus kembali ke tempat semula dan langkahnya dihadang oleh Kenzo. Beeya tak berkata hanya kedua alisnya yang menukik tajam.


"Apa kamu sudah memiliki pacar?" Ternyata pria itu tidak percaya begitu saja kepada omongan karyawan senior.

__ADS_1


"Bukan hanya pacar, tapi calon suami."


__ADS_2