Jodoh Dari Ayah

Jodoh Dari Ayah
133. Bagus Dan Mulus


__ADS_3

"Siapa?" Rasa penasarannya sudah ke ubun-ubun. "Aku ingin mengenalnya."


Iyan mengulurkan tangan dan membuat Kenzo bingung dibuatnya. Mata Iyan sudah menyuruh Kenzo untuk menyambut uluran tangannya. Pria itupun mengikuti perintah pemuda yang lebih tinggi juga lebih tampan darinya.


"Rian Dwiputra Juanda, calon suami Abeeya Bhaskara." Lantang, tegas dan sangat serius. Namun, Kenzo malah tertawa terbahak-bahak.


"Gua gak percaya," balasnya.


Beeya dan Iyan saling pandang. Mereka pun mengangguk pelan dan mereka kompak menunjukkan jari manis mereka masing-masing. Sontak tawa yang masih menggema itu hilang seketika. Memperhatikan cincin emas putih yang tersemat di jari Iyan dan Beeya.


"Ini cuma drama kalian doang 'kan." Kenzo masih menyangkal kenyataan yang ada.


"Drama?"


"Ya, kalian 'kan jago drama. Iyan itu sangat nurut sama kamu," jawab Kenzo. "Apapun yang kamu bilang, bocah ini selalu mau nurutin," tunjuknya pada Iyan.


"Tapi, ini serius," tekan Beeya. Iyan malah diam saja memperhatikan tunangannya dengan mantan kekasih putih abu-abunya.

__ADS_1


"Tidak usah berbohong, Bee. Aku tahu bagaimana kamu," ujar Kenzo. "Hanya aku yang gak bisa kamu bohongi."


Iyan lelah dengan kekeras kepalaan yang Kenzo miliki. Akhirnya, dia membuka suara. "Kamu bilang aku itu nurut banget sama Beeya." Kenzo pun mengangguk, membenarkan ucapan Iyan tersebut.


Pria jangkung itu tersenyum kecil. Tangannya merengkuh pinggang Beeya hingga wanita mungil itu menoleh ke arahnya dengan kepala yang sedikit mendongak ke atas. Iyan tersenyum dan semakin mendekatkan wajahnya ke arah Beeya. Refleks Beeya pun memejamkan matanya dan adegan tujuh belas tahun ke atas pun terjadi.


Sengaja Iyan memainkan lidah tak bertulang miliknya. Beeya pun mengikuti alur permainan sang tunangan hingga terbawa arus. Tangannya sudah melingkar di leher Iyan. Jangan ditanya bagaimana Kenzo. Dia hanya melongo. Tubuhnya tak bisa dia gerakkan dan seperti patung bernapas. Menyaksikan siaran langsung film romansa dewasa antara mantan kekasihnya dengan bocah yang lima tahun lebih muda darinya juga Beeya.


Mereka berdua benar-benar melepas rindu. Tidak mengindahkan ada manusia di sana yang hanya bisa menelan ludahnya dengan wajah yang menginginkan.


Setelah puas saling menyesap dan udara semakin menipis, mereka berdua melepaskan pagutan yang memabukkan tersebut. Mereka bagai pelakon handal di mata Kenzo. Ibu jari Iyan mengusap lembut bibir pink sang tunangan. Beeya tersenyum dan menatap Iyan dengan penuh cinta.


Tangan Beeya melingkar di pinggang Iyan dan Iyan malah menatap Kenzo dengan tatapan menyebalkan. "Sekarang, siapa yang lebih penurut?" tanya balik Iyan.


Kenzo pun terdiam. Matanya tertuju pada sosok Beeya yang merasa nyaman memeluk tubuh jangkung Iyan. Dia juga melihat dengan jelas betapa Beeya menikmati sesapan yang Iyan lakukan ke bibirnya. Itu bukan Beeya yang dia kenal.


"Masih mau keras kepala dan gak percaya?" tanya Iyan lagi.

__ADS_1


Tidak ada jawaban dari pria itu. Apalagi Beeya sama sekali tidak menoleh kepadanya. Wanita yang masih seperti dulu itu malah semakin erat memeluk tubuh Iyan. Membenamkan wajahnya di dada bidang pria jangkung nan tampan.


"Chagiya," panggil Iyan.


"Hem." Beeya masih betah memeluk tubuh pria yang sudah dua Minggu ini dia rindukan.


"Kamu akan pilih masa lalu atau masa depan?" tanya Iyan.


Beeya pun mendongakkan kepala tanpa melepaskan kedua tangannya yang masih melingkar di pinggang Iyan.


"Hidup itu berjalan ke depan, bukan mundur ke belakang," jawab Beeya. Nektra mata Iyan masih menginginkan penjelasan lebih.


"Ketika masa laluku datang, aku sempat goyah." Iyan tidak terkejut dengan perkataan Beeya tersebut. Dia hanya ingin Beeya berkata jujur.


"Namun, aku sadar ... masa lalu bagai barang usang yang harus diberikan kepada orang atau buang. Apalagi, sekarang aku mendapatkan barang bagus dan mulus. Keperjakaannya pun sudah ku renggut."


...****************...

__ADS_1


Minta komennya dong ....


__ADS_2