Jodoh Dari Ayah

Jodoh Dari Ayah
72. Promise


__ADS_3

"Mau gak lu comblangin gua sama Rian."


Beeya terdiam sejenak. Dia menelisik wajah Pipin. Matanya sangat tajam menatap Pipin.


"Kalau gua gak mau?" sahut Beeya.


"Gak Bestie lu," sungut Pipin.


Beeya pun tertawa. Kali ini, dia tidak ingin mengalah dan menjadi wanita bodoh untuk kedua kali.


"Kayaknya lu bukan tipe dia deh," balas Beeya.


"Terus tipenya kaya siapa?" tanya Pipin penasaran. Namun, Beeya menggedikkan bahunya. Dia lebih memilih mengganti topik pembicaraan. Iyan adalah miliknya. Tidak ada yang boleh memilikinya selain dirinya.


Waktu terus berputar. Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul setengah dua belas siang. Beeya segera membersihkan tubuhnya dan menyiapkan barang yang akan dia bawa.


"Mau makan di mana?" tanya Pipin yang sudah men-touch up wajahnya.


"Di restoran yang gak jauh dari Bandara." Beeya menjawab dengan menatap ponselnya.


Dia membuka ponsel, dia melihat pesan yang masuk. Namun, sang kekasih belum juga menghubunginya.


"Kamu bisa makan siang bareng gak? Kayanya kamu sibuk banget."


Pesan itu Beeya kirimkan kembali kepada Iyan. Berharap kali ini respon Iyan cepat. Helaan nalas kasar keluar dari mulut Beeya karena pesan yang dia kirim hanya ceklis satu. Tidak sesuai ekspektasinya.


"Kenapa sih lu?"


Pipin sedari tadi memperhatikan gerak-gerik Beeya yang terlihat sangat aneh. Sang sahabat itupun hanya menggelengkan kepala.


Panggilan dari sang ibu membuat Beeya dan Pipin harus segera turun. Mereka harus segera menuju restoran. Di dalam mobil, Beeya hanya terdiam. Seringkali dia menatap ponselnya berharap pesan yang dia kirimkan dibalas ataupun dibaca oleh Iyan. Namun, pesan itu masih saja ceklis satu.

__ADS_1


Wajah Beeya terlihat sangat kesal. Pipin terus memandanginya heran.


"Muka lu kenapa ditekuk begitu?" tanyanya.


"Jangan nanya-nanya terus. Gua makan lu!"


Beeya sudah di mode tak bersahabat membuat Beby dan Arya tersenyum dibuatnya. Putrinya terlihat kecewa karena Iyan tak kunjung datang ke rumah. Kemungkinan besar pria itupun tidak akan datang. Tangan Beeya terus mengecek ponsel. Berharap centang itu berubah.


Mobil sudah terparkir di depan restoran kesukaan Beeya. Langkah lesunya membawanya masuk ke dalam. Restoran sederhana dengan masakan yang tidak ada duanya.


Arya sudah reservasi tempat itu sebelumnya. Jadi, dia tinggal memesan makanan saja. Seorang pelayan pria sudah memberikan buku menu. Beeya menghela napas kasar dan mulai memesan makanannya. Perutnya lebih penting daripada hatinya. Namun, dalam hatinya dia terus mengumpat kesal kekasih hatinya.


"Kalau dia gak datang bakalan gua putusin," omelnya di dalam hati.


Namun, dia melirik ke arah perempuan yang ada di sampingnya. Perempuan yang cantik jika memakai riasan.


"Enggak jadi deh, semoga malaikat gak nyatet ucapan gua tadi," batinnya lagi. "Gak rela kalo pacar tampan gua diembat si Pipin," lanjutnya lagi.


"Nyebelin!"


Ketiga orang yang ada di meja tersebut pun menatap ke arah Beeya. Apalagi Pipin yang menatap serius wajah Beeya.


"Belum minum obat lu," sergahnya.


Tak ada jawaban dari Beeya. DIa hanya menatap tajam ke arah Pipin. Arya dan Beby menggelengkan kepala melihat putri mereka.


Makanan sudah tersaji di meja. Perut Beeya memang lapar, tepi mulutnya enggan untuk melahap makanan yang terlihat sangat lezat.


🎶


Aku tak perlu bahasa apapun

__ADS_1


Untuk mengungkap aku cinta kamu


Aku tak pernah beristirahat


Untuk mencintai kamu sesuai janjiku, promise


Mendengar lagu itu mengingatkannya pada Iyan. Pemuda itu sering memutarkan lagu dari Melly Goeslow ini. Iyan pernah bilang jika lagu ini adalah lagu untuk Beeya. Judul lagu itu promise. Dia berjanji jika dia akan berjanji menjaga hatinya hanya untuk Beeya. Walaupun banyak godaan yang pastinya akan menggangunya.


🎶


Seribu wajah goda aku


Yang ku ingat hanya wajah kamu


Janjiku tak pernah main-main


sekali kamu tetap kamu


Bibir Beeya sedikit terangkat. Lagu ini ternyata mengandung kegombalan luar biasa, dan mampu membuat Beeya tersenyum bahagia. Sesungguhnya Beeya masih berharap jikalau Iyan akan datang siang ini.


🎶


Aku tak perlu bahasa apapun


Untuk mengungkap aku cinta kamu


Aku tak pernah beristirahat


untuk mencintai kamu sesuai janjiku


"Abeeya Bhaskara."

__ADS_1


__ADS_2