
Pagi buta Beeya memutuskan untuk menghubungi Echa. Biarlah dibilang bucin. Dia hanya ingin tahu kabar Iyan. Dia merasa jikalau Iyan tahu sesuatu tentang dirinya.
"Iya, Bee."
Terlihat Echa baru selesai mandi karena handuk putih kecil terlilit di atas kepalanya. Ditambah wajah Echa masih basah.
"Kak maaf ganggu."
Echa menjawabnya dengan sebuah senyuman. Dia sangat tahu apa yang akan ditanyakan Beeya. Ternyata bukan hanya Iyan yang menjadi budak cinta. Beeya pun menjadi bucinawati.
"Kakak cek dulu di kamarnya, ya." Tanpa Beeya meminta pun Echa sudah melakukan apa yang Beeya inginkan. Dia keluar kamar dengan handuk yang masih melilit di kepalanya.
Ketika pintu terbuka, tidak ada siapapun di kamar Iyan. Dahi Echa pun mengkerut begitu juga dengan Beeya.
"Iyan di mana, Kak?" Beeya sudah sangat cemas. Echa tidak menjawab, dia menuju ruangan yang lain. Dia membuka pintu ruang kerja sang ayah dan terlihat adiknya tengah terlelap dengan damainya. Pemuda itu sangat kelelahan.
"Seharian kemarin Iyan tidak keluar dari ruang kerja Ayah. Makan malam pun terlewat. Kakak sendiri yang membawakannya dan menyuapinya. Begitulah Iyan. Jika, sudah bergelut dengan pekerjaannya semuanya dia lupakan." Echa menjelaskan semuanya kepada Beeya supaya Beeya tidak salah paham.
Beeya menatap nanar sang kekasih hati. Apa yang dikatakan sang mamah benar adanya. Iyan tengah berjuang untuk masa depannya.
"Mau Kakak bangunin?" Sekarang kamera sudah berpindah, dan wajah Echa yang Beeya lihat.
"Tidak usah, Kak. Iyan butuh istirahat. Nanti Bee telepon Iyan lagi." Echa mengangguk mengerti. Sebelum video terputus, Beeya tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Echa.
__ADS_1
Baru saja Echa menyudahi panggilan videonya, Iyan membuka matanya.
"Kakak," panggilnya dengan suara lemah.
Echa menoleh ke arah Iyan dan senyum pun dia berikan untuk adik bungsunya itu. Tubuhnya pun dia dudukkan di pinggiran sofa tempat Iyan terbaring.
"Tidur jam berapa semalam?" Bagi Echa Iyan tetaplah anak kecil.
"Hampir pagi. Makanya mata masih berat." Iyan malah melingkarkan kedua tangannya di pinggang sang kakak. Echa pun mengusap lembut rambut Iyan.
"Kamu gak ngabarin Beeya?" Iyan menggeleng kecil. Matanya enggan untuk terjaga. Sungguh dia mabuk diberikan pekerjaan oleh Aksara.
"Tadi Beeya telepon Kakak." Malah dengkuran halus yang menjadi jawaban dari Iyan. Echa malah tertawa.
"Kamu itu duplikat Ayah, Yan." Echa berkata dengan sangat pelan. Kemudian, dia mengecup kening Iyan dengan begitu dalam sebelum membiarkan Iyan terlelap.
.
Beeya hanya tidur beberapa jam saja malam ini sehingga membuatnya terus menguap ketika berada di ruang makan.
"Jangan telepon-teleponan sampe larut malam." Sang ayah mulai memperingatkan. Namun. Beeya hanya melirik ayahnya dengan kesal.
"Bukan telponan, tapi nunggu kabar." Begitulah sanggahan dari Beeya.
__ADS_1
"Mungkin Iyan lagi sibuk," balas sang ibu.
"Iya," jawab Beeya dengan begitu lemah.
"Kamu harus bisa mengerti Iyan sekarang ini. Abang iparnya memang sengaja tengah menguji mental Iyan untuk masuk ke perusahaan besar. Itu semua mereka lakukan untuk masa depan kalian nanti," terang sang ayah. "Makanya, di sini tuh kamu terapi yang benar biar bisa kembali ke Jakarta."
Arya berbicara sedikit tegas kepada sang putri. Di sini yang hatinya mudah goyah bukan Iyan, melainkan putrinya. Arya sangat tahu itu.
Suara langkah kaki terdengar. Arina sudah bersolek tidak seperti biasanya.
"Mau ke mana, Bu'de?" Beeya si manusia kepo membuka suara.
"Harus ke Jakarta," sahut Arina.
"Dadakan Mbak?" tanya Beby yang sudah menyendokkan nasi goreng untuk kakak iparnya.
"Semalam asisten Mbak baru kasih kabar. Katanya dia lupa, ya udah." Arya sudah tidak aneh melihat tingkah laku kakaknya seperti ini.
"Bee, hari ini ke toko, ya. Gantiin Bu'de."
Beeya mematung mendengar ucapan nan enteng yang keluar dari mulut kakak dari ayahnya tersebut.
"Gak ada penolakan, ya," tegasnya.
__ADS_1
Beby menatap ke arah sang putri yang terlihat tidak ingin ke toko Arina. Mimik wajahnya tidak bisa berdusta. Namun, apalah dayanya dia harus menggantikan Arina. Beeya adalah penerus toko tersebut nantinya.