Jodoh Dari Ayah

Jodoh Dari Ayah
.


__ADS_3

Elyna terlihat bingung ketika suaminya mendadak diam tidak seperti biasanya. Dia menghampiri Rifal dan duduk di samping Rifal.


"Mas, apa ada masalah?" Elyna sudah membuka suara. Rifal menoleh ke arah sang istri. Paras cantik Elyna dengan sorot mata yang teduh membuat Rifal seketika memeluk tubuh Elyna.


"Mas--"


"Begini dulu, El. Sepuluh menit saja." Tangan Elyna mengusap.lembut rambut sang suami dan terdengar dengkuran halus yang membuat Elyna tertawa.


Sekuat tenaga Elyna melepaskan pelukan Rifal. Dia juga mencoba untuk merebahkan tubuh suaminya yang lebih besar darinya.


"Kamu kenapa, Mas?" Elyna menatap lembut wajah sang suami yang tengah terlelap.


Dia pun beranjak dari sana, tapi tangan Rifal malah menariknya hingga dia terjatuh di dada bidang suaminya.


"Tetap di sini," pinta Rifal dengan mata yang terpejam.


Elyna malah menatap dalam sang suami yang terlihat sangat aneh hari ini. Hatinya pun merasakan hal yang tidak enak.


Dua jam berlalu, Rifal masih memejamkan mata. Sedangkan sang kakak ipar terus saja menghubunginya karena mereka dan sang ayah sudah akan berangkat menuju kediaman Radit.


Mas Rifal masih tidur, Mbak. Aku gak tega banguninnya.


Sebuah pesan balasan yang Elyna kirim kepada sang Nesha. Addhitama yang tengah bersama mereka pun hanya menghela napas kasar.


"Katakan padanya jika tidak datang Papih akan marah." Addhitama berkata sangat tegas.


Ini adalah momen langka di mana mereka semua akan berkumpul. Keluarga Gio, Rion dan keluarganya. Sudah beberapa hari ini Addhitama senang dengan yang namanya berkumpul bersama.


Kembali kepada Elyna. Dia tidak tega untuk membangunkan sang suami. Rifal nampak tidur dengan begitu nyenyak. Padahal dia sudah siap dengan baju yang tadi siang dia siapkan senada dengan baju yang akan Rifal kenakan.


Lima belas menit berselang, terlihat ada pergerakan. Perlahan mata Rifal terbuka dan dia mencari sosok Elyna.

__ADS_1


"Mas, kita ditunggu Papih." Suara Elyna membuatnya terkejut dan dia segera bangkit dan menuju kamar mandi. Dia melupakan sesuatu sedangkan sekarang sudah pukul setengah sembilan.


.


Di kediaman Radit hanya ada keceriaan. Bagaimana tidak bahagia akhirnya keluarga mereka sudah memiliki pasangan masing-masing. Keysha sudah digandeng oleh pria tampan. Tangan mereka pun terus bertautan membuat Gavin mengejek mereka truk gandeng.


Semua orang nampak bahagia hingga datanglah Addhitama dan juga anak pertamanya beserta sang istri. Tubuh Keysha sedikit menegang ketika melihat Addhitama. Beda halnya dengan Fareeq yang menarik Keysha untuk bertemu dengan dokter idolanya tersebut.


"Selamat atas pertunanganmu." Addhitama berucap dengan sangat tulus.


"Makasih banyak, Dok." Fareeq menyunggingkan senyum yang sangat bahagia. Addhitama menyalami Keysha dan tersenyum tulus kepada anak pertama dari Kano tersebut.


"Selamat!" Keysha hanya mengangguk pelan. Jujur, dia sangat gugup. Dia tahu bagaiman Addhitama menentang dirinya ketika menjalin hubungan dengan Rifal.


Baik Fareeq maupun Keysha tidak mencari dua orang yang dulu pernah mengisi hari mereka. Mereka berdua malah asyik berbincang dan menikmati acara yang Radit dan Echa suguhkan.


Keysha tahu semua orang khawatir jika dia akan bertemu dengan Rifal si acara ini. Namun, tidak dengan dirinya. Inilah saatnya dia membuktikan bahwa dia baik-baik saja dan lebih bahagia dari sebelumnya.


"Kenapa, Kak?" Keysha bingung.


"Kamu juga harus tahu apa yang aku bicarakan." Seketika lengkungan senyum terukir di wajah Keysha.


"Sungguh kamu seperti malaikat, Kak. Bukan hanya parasmu yang tampan, tapi hatimu juga sangat rupawan. Aku beruntung bisa bertemu dengan kamu."


"Sekarang?" Keysha menatap ke arah Fareeq karena terlihat sang tunangan sedikit terkejut.


"Ya udah."


Keysha meminta penjelasan dari sorot matanya. Fareeq menghela napas kasar dan menatap sendu ke arah Keysha.


"Ada apa?"

__ADS_1


"Aku harus menggantikan temanku menemani dokter bedah." Terdengar suara penuh penyesalan di telinga Keysha. Respon Keysha tidak diduga. Dia tersenyum dan mengusap lembut lengan Fareeq.


"Aku gak apa-apa, Kak. Kalau itu genting pergilah."


"Tapi--"


"Tugas Kakak itu mulia. Pergilah! Jangan pikirkan apapun. Aku akan menunggu Kakak." Sekarang giliran Fareeq yang merasa beruntung dipertemukan dengan Keysha. Wanita yang mampu mengerti pekerjaannya.


"Makasih ya, kamu sudah mengerti aku."


"Tidak perlu berterima kasih, Kak. Kita menjalani sebuah hubungan memang diperlukan pengertian dan tidak boleh egois pada pasangan," tutur Keysha.


"Makin sayang deh sama kamu." Fareeq memeluk tubuh Keysha dengan begitu erat.


Keysha dan Fareeq kembali ke dalam dengan tangan yang sudah bertautan. Itu tak luput dari pandangan Addhitama dan juga Rindra. Kakak dari Rifal terlihat memandang berbeda kepada Keysha.


Nesha mengusap lembut lengan sang suami menandakan bahwa dia juga khawatir sama dengan yang dirasakan oleh suaminya. Apalagi melihat Keysha yang sangat bahagia juga calon suami Keysha yang sangat tampan.


Fareeq dan Keysha menghampiri sang empunya acara. Wajah Echa sedikit sedih mendengar Fareeq yang harus pergi karena pekerjaan mendadak.


"Acaranya juga belum selesai," keluh Echa.


"Maaf ya, Kak." Fareeq berkata sangat tulus.


Di lain rumah, Rifal dan Elyna sudah masuk ke dalam mobil dan pergi menjauhi rumah milik ayah dari Rifal. Di sepanjang perjalanan tidak ada pembicaraan. Mereka berdua hanya terdiam.


"Mas, pelan-pelan." Elyna mencoba memperingati. Namun, Rifal terus melajukan mobilnya. Dia takut sang ayah marah karena keterlambatannya.


"Mas," panggil Elyna lagi.


"Saya jamin kita tidak akan kenapa-kenapa." Elyna hanya menghela napas kasar. Dia tahu suaminya tengah dilanda masalah. Dia bisa menebak dari raut wajah Rifal.

__ADS_1


__ADS_2