Jodoh Dari Ayah

Jodoh Dari Ayah
k


__ADS_3

Echa terkejut ketika Aleeya turun dengan seorang pria tampan. Radit sedikit was-was takutnya sang istri kepincut akan pesona dokter muda itu.


"Jaga mata, Cha," goda Rindra.


Echa malah tertawa dan dia melihat pria di sampingnya yang sudah menatapnya dengan begitu tajam.


"Enggak akan dong, Bang. Kak Radit satu-satunya di dalam hati aku. Gak ada yang bisa mengalahkan ketampanannya." Radit masih terdiam dan membuat Addhitama tergelak melihat putra bungsunya cemburu.


"Masih aja kayak anak muda," ejek Addhitama. "Ingat udah punya buntut tiga."


Mereka semua pun tertawa. Echa merangkul lengan sang suami dan mengusap lembut lengan Radit.


Fareeq, Rindra, Addhitama dan Radit masih membicarakan perihal projek yang akan mereka buat. Sedari tadi Echa hanya bergelayut manja di lengan Radit dan ketiga anaknya lun sedang asyik memakan cemilan yang dibawakan oleh pelayan di sana.


Beda halnya di kamar atas. Rifal sedang menginterogasi istrinya. Menatap istrinya dengan tatapan begitu tajam.


"Jangan bohong, El!"


"Serius, Mas," jawan Elyna. "Mas Fareeq emang mau tunangan. Makanya, dia ingin menyampaikan hal ini hanya empat mata saja."

__ADS_1


Pada akhirnya Rifal pun percaya. Walaupun ada hembusan napas kasar ujungnya.


"Sekarang, aku mau tanya sama, Mas." Elyna sudah menatap tajam Rifal. Dahi Rifal pun mengkerut.


"Tanya apa?" Rifal sudah duduk di tepian tempat tidur bersama Elyna.


"Kenapa Mas blokir nomor Mas Fareeq?" Seketika tubuh Rifal menegang.


"Si alan! Rupanya pria itu mencari tahu tentang pemblokiran yang gua lakukan."


"Kenapa diam, Mas?" Elyna sudah menatap Rifal dengan tataoan penuh selidik.


"Saya gak blokir." Dia mencoba. untuk mengelak.


"Iya. Saya tidak memblokir nomornya." Namun, Rifal malah menghindar dengan beranjak dari duduknya.


Elyna tak tinggal diam, dia lun mengejar Rifal dan menghalangi langkah Rifal.


"Mas, bohong 'kan!" Elyna kini sudah berada di depan Rifal.

__ADS_1


"Bohong apaan sih?" Rifal mencoba untuk menghindar, tapi Elyna berhasil mencegahnya lagi.


"Jawab jujur dulu, Mas." Elyna sudah memasang garang.


"Saya udah jawab jujur, El." Namun, Rifal tidak mau menatap ke arah Elyna. Itulah yang membuat Elyna tidak percaya begitu saja.


Langkah Rifal terus diikuti oleh Elyna hingga Rifal menghembuskan napas kasar dan malah menarik pinggang Elyna hingga tubuh mereka menempel begitu dekat. Hembusan napas Rifal pun bisa Elyna rasakan. Ditambah tatapan Rifal yang begitu lembut membuat Elyna tidak bisa memalingkan wajahnya pada sosok pria yang sangat dia cintai.


"Kamu mau saya jujur?" Elyna mengangguk pelan dengan pandangan yang masih tertuju pada Rifal.


Sang suami malah menarik dagu Elyna dan mendekatkan wajahnya pada wajah Elyna. Ingin dia menolak, tapi nalurinya menginginkannya.


Kecupan lembut Rifal berikan di bibir berwarna merah jambu milik istrinya. Kecupan yang begitu penuh perasaan dan seakan Rifal tengah memberikan kenikmatan yang memabukkan kepada istrinya.


Elyna yang awalnya pasif, kini mulai membalas. Kecupan itu mulai sedikit membuat tubuh Elyna panas. Terlebih, Roda sudah menegang leher Elyna dan menyesap bibir sang istri lebih dalam lagi. Begit juga Elyna yang sudah melingkarkan tangannya di leher sang suami.


Kecupan itu semakin liar, apalagi Rifal sudah membuat Elyna bersandar di dinding. Hingga dia leluasa untuk menjelajahi bibir manis sang istri. Deru napas mereka beradu, dan perlahan tangan Rifal sudah berada di depan dada sang istri. Mulai membuka kancing piyama Elyna yang paling atas. Tangan Elyna sudah mencegah tangan Rifal, tapi Rifal menyingkirkannya dan bibirnya semakin membuat Elyna melayang ke awang-awang.


Akankah malam pertama ini akan terjadi?

__ADS_1


...***To Be Continue***...


Komen dulu dong ....


__ADS_2