Jodoh Dari Ayah

Jodoh Dari Ayah
117. Lebah Rese


__ADS_3

Beeya mengantar Iyan ke Bandara dengan kedua orang tuanya juga sang Tante. Arina mengerti bagaimana hati keponakannya ini. Dia memilih duduk di kursi penumpang paling belakang dan membiarkan keponakannya dan juga Iyan bersama sebelum mereka berpisah untuk sementara.


Sedari tadi Beeya tidak melepaskan rangkulan di tangan sang kekasih. Walaupun Iyan tengah sibuk, sesekali dia mengecup kening Beeya dengan lembut dan penuh cinta. Dari kaca spion dalam mobil Arya bisa melihat bagaimana sikap Iyan kepada putrinya tersebut. Juga putrinya yang ternyata sangat manja kepada anak dari sahabatnya itu.


"Bro, kalau lu masih ada pasti kita akan saling beradu argumen akan anak-anak kita. Namun, kali ini gua membiarkannya. Gua sangat yakin, ini 'kan yang lu inginkan."


Mata Arya masih terfokus pada jalanan, tetapi hatinya tengah berkelana ke sana ke mari. Dia teringat akan sahabatnya yang sudah tenang di alam sana.


"Bee, Mamah sangat senang akhirnya kamu bisa menemukan laki-laki yang sangat mengerti kamu. Tidak marah jika kamu bermanja seperti itu sesibuk apapun dia."


Bukan tanpa sebab Beby berbicara seperti itu. Dia sangat hafal dengan tabiat mantan kekasih Beeya yang kini mendekam di balik jeruji besi. Setiap Beeya bermanja, hanya bentakan yang Beeya terima. Itulah yang membuat Beeya tidak berani mendekati mantan kekasihnya jikalau dia sedang sibuk. Beda halnya dengan Iyan yang masih Saba


dan tenang menghadapi Beeya. Dia juga terus bersikap manusia sehingga membuat Beeya merasa nyaman.


Tiba sudah mereka di bandara. Di sana sudah menunggu keluarga besar Iyan. Penerbangan kali ini akan menggunakan pesawat pribadi milik keluarga Giondra.

__ADS_1


"Lama!"


Siapa lagi yang akan berkata ketus seperti itu jikalau bulan Gavin, keponakan Iyan yang melebihi es batu. Namun, mulutnya bagai naga yang akan mengeluarkan api.


"Maaf, tampan." Beeya lah ya g meminta maaf. Dia juga mengusap lembut rambut Gavin, tetapi Gavin malah mengkerutkan dahinya.


"Itu rambut apa perosotan TK, licin amat," gurau Beeya. Semua orang pun tertawa dan jangan ditanya bagaimana wajah Gavin Agha Wiguna.


"Yuk, kita berangkat," ujar Gio. Mereka semua berpamitan kepada Arya, Beby dan juga Arina.


Arya kini menjadi ayah pengganti untuk Echa. Dia sangat perhatian kepada keluarga Echa. Dia juga akan selalu ada untuk anak-anak Rion Juanda.


Hal yang mengharukan terjadi pada Iyan dan juga Beeya. Beeya sedari tadi tidak mau melepaskan pelukannya terhadap Iyan.


"Jangan nakal," ucap Beeya dengan nada yang sangat berat.

__ADS_1


"Iya, Chagiya." Iyan mengeratkan pelukannya dan meletakkan dagunya di bahu Beeya.


"I will miss you."


"I will miss you more," balas Iyan.


Semua orang mendengar ucapan Iyan yang begitu tulus itu. Melihat Iyan dan Beeya bagai menonton drama Korea secara langsung. Betapa manisnya hubungan mereka berdua.


"Om, gak kasihan apa sama kita-kita." Suara Aleeya sudah terdengar. Semua mata tertuju pada Aleeya. Begitu juga dengan Beeya yang sudah melepaskan pelukannya dari Iyan.


"Gak peka banget jadi Om," sungut Aleeya lagi.


Iyan hanya tersenyum mendengar ucapan sang keponakan. Sedangkan Beeya malah sengaja mencium pipi Iyan di depan semua orang dan alhasil teriakan semua orang terdengar.


"Biar si triplets makin kepingin."

__ADS_1


"Lebah rese!" teriak mereka bertiga.


__ADS_2