Jovian Alton (Bodyguard Seumur Hidup)

Jovian Alton (Bodyguard Seumur Hidup)
Mencari pelaku.


__ADS_3

Sementara itu pagi hari di kediaman Herlin juga Danu.


Beberapa aktivitas sudah dilakukan. Seperti membersihkan setiap sudut rumah, memasak, mencuci pakaian dan menyapu taman yang dilakukan oleh 3 asisten rumah dengan tugasnya masing-masing.


"Bagaimana Kiana?" Danu bertanya kepada sang istri ketika wanita itu berdiri di hadapannya, memasangkan dasi dengan raut serius.


"Semalam dia mengirim pesan. Katanya Kiana tidak betah, disana sangat dingin, … namun terasa panas juga di waktu yang bersamaan!" Jelas Herlin, dia kembali mengingat obrolannya bersama sang putri melalui pesan singkat.


"Anak kamu memang aneh. Bagaimana bisa ada cuaca begitu!" Lanjut wanita itu sambil tertawa.


"Apa dia memberitahumu bagaimana respon orang tua Jovian?" Danu menatap Herlih lekat-lekat.


Wanita itu tidak langsung menjawab, dia berjalan ke arah lain ruang kamarnya, membawakan jas berwarna hitam, lalu membantu memakaikannya seperti biasa.


"Belum. Mungkin mereka mau menyampaikannya secara langsung." Kata Herlin.


Danu mengangguk.


"Apa hari ini kamu sibuk?" Tanya Herlin sambil mengusap-usap pundak suaminya, memastikan jika pria itu akan pergi dengan keadaan terbaik.


"Hanya menemui klienku yang dari Thailand."


Herlin tersenyum.


"Mereka membutuhkan batubara milik tambangmu juga? Selain Jepang, China dan India?"


"Milik kita sayang." Danu tersenyum, membalas senyuman yang Herlin perlihatkan.


"Baiklah kalau begitu kamu harus segera bersiap-siap. Kamu harus sarapan dan setelah itu pergi bersama Denis lebih awal agar tidak terlambat karena terjebak macet." Herlin segera berjalan ke arah pintu kamar, dan keluar diikuti Danu yang berjalan di belakangnya.


Mereka berjalan menuruni setiap anak tangga yang ada di rumahnya, berjalan ke arah meja makan dimana setiap hidangan sudah tersedia disana.


Secangkir kopi hitam bahkan sudah berada di dekat sebuah kursi yang selalu Danu tempati, membuat Herlin tidak usah susah payah menyedihkannya lagi.


"Padahal Kiana hanya pergi berkunjung ke kampung halaman Jovian. Tapi rasanya rumah ini sangatlah sepi!" Keluh Herlin.


"Bagaimana kalau dia menikah nanti, dia akan benar-benar pergi dari rumah dan hidup bersama suaminya."

__ADS_1


"Baru dua hari dia tidak ada, tapi kamu bersikap seolah Kiana sudah pergi sangat lama." Danu terkekeh.


Dia meraih cangkir kopi hitam di hadapannya, meniup-niup beberapa kali, dan meminumnya secara perlahan.


Herlin diam, dia meraih tempat roti tawar. Mengeluarkannya beberapa, dan memberikan segera kepada Danu setelah terlebih dulu Herlin mengoleskan butter di atasnya.


"Terkadang aku berpikir jika kamu terlalu terburu-buru. Kiana masih sangat kecil, … maksudku seorang putri akan selalu terlihat kecil di hadapan ibunya. Tapi umur Kiana baru saja 21 tahun, tahun ini. Dan kamu sudah mau menikahkannya." Wanita itu menatap suaminya lekat-lekat, dengan raut sendu yang terlihat sangat jelas.


"Kamu lupa? Apa yang dia lakukan?" Danu bertanya.


Herlina menatap suaminya yang sudah memulai sarapan. Sementara dirinya tidak melakukan apapun karena hatinya yang merasa terus bimbang.


"Bayangkan, akan seperti apa jika Kiana kita biarkan saja seperti itu? Akan ada banyak sekali kekacauan. Padahal kita sudah memerintahkan Denis untuk menjaga Kiana, tapi apa yang Kiana lakukan? Apa dia lebih baik? Tidak. Dia benar-benar membaik setelah bersama Jovian, didikannya bagus dan dia cocok menjadi suami Kiana karena dia mampu mengatasi sikapnya yang sedikit lain dari pada gadis kebanyakan. Jika anak perempuan lain gemulai, dan menakuti banyak hal. Lain ceritanya dengan Kiana, dia terlalu suka tantangan sampai balap liar saja dia lakukan. Ah aku tidak bisa membayangkan jika Kiana masih melakukan itu, … atau Jovian tidak ada. Duniaku sudah pasti kacau! Mengurus tambang saja sudah sangat melelahkan, belum lagi negosiasi yang harus memakan banyak waktu dan mengusap pikiran, belum lagi pesaing bisnis yang terlihat semakin berani, lalu aku harus dihadapkan dengan laporan polisi ketika mereka menangkap putriku karena Kiana melakukan beberapa pelanggaran." Jelas Danu panjang lebar.


Dan itu benar. Herlin menyetujui apa yang suaminya katakan sampai dia memilih diam dan mendengarkan.


"Percayalah! Kiana akan sangat baik-baik saja dengan Jovian. Aku tahu dia pria baik, … dan yang terpenting adalah dia pilihanku."


"Hmmmm." Herlin bergumam.


"Ambil sarapanmu. Dan ayo makan bersama, sebentar lagi aku harus berangkat!" Katanya sembari mengangkat tangan sebelah kiri, dan menatap arloji yang sudah menunjukan pukul 07.30 pagi


"Lo yakin, Za?"


Starla bertanya. Dia berdiri tepat di samping meja yang saat ini Zayna tempati. Untuk kesekian kalinya mereka membahas apa yang membuat seisi kampus gempar pada beberapa waktu lalu.


"Nggak. Gue emang kesel sama Kiana, sempet marah juga karena dia nggak notice gue. Tapi gue nggak se- gila itu yah!"


"Terus siapa yang fotoin Kiana sama Bodyguard nya diem-diem? Mana pake dipajang di papan pengumuman lagi. Mereka kissing lho, itu privasi Kiana, wajar kalau dia marah sampe segitunya sama Hendi." Hilmi ikut bereaksi.


"Ya mana gue tau!" Zayna dengan raut wajah kesal.


Pasalnya sudah beberapa hari terakhir dia menjadi sasaran atas apa yang baru saja terjadi. Dan itu tentu membuat Zayna tidak nyaman.


Sharla menghela nafasnya, kemudian dia menatap wajah temannya satu-persatu.


"Dahlah, … pusing juga mikirin itu, lebih baik kita belajar buat nyiapin diri dari ujian nanti. Bentar lagi kita wisuda woi. Stop main-main, dan berhenti saling nuduh satu sama lain, kalau mau clear ayo sama-sama cari pelakunya." Gadis itu bereaksi.

__ADS_1


Zayna diam, menyembunyikan wajah di kedua telapak tangannya, kemudian menunduk.


"Gue yakin masuk kelas nanti Kiana pasti langsung nuduh gue." Suara Zayna terdengar lirih.


"Jangan takut kalau lo nggak salah!" Hilmi bereaksi.


"Ya gue nggak ngelakuin apapun. Tapi kan kalian tau sendiri gimana hubungan gue sama Kiana akhir-akhir ini." Zayna mulai frustasi.


Entah apa yang dia pikirkan sampai dirinya terlihat sangat kacau.


"Hemmmm, … sekarang sadarkan? Setulus apa Kiana sama kita, sebaik apa dia sama kita. Terus cuma masalah sepele lo larang gue, Starla, Sharla sama Kevin buat deketin Kiana." Kata Hilmi menggebu-gebu.


Zayna langsung diam, dia tak lagi berbicara. Pun dengan Hilmi juga kedua temannya. Hingga Kevin masuk, dia tampak terheran-heran dengan sikap semua temannya yang menjadi pendiam, dengan ekspresi wajah kebingungan.


Kevin menatap merek bergantian.


"Kalian kenapa sih!?" Pria muda itu meletakan tas di kursi tempatnya duduk.


Berjalan mendekati Hilmi, lalu berdiri di samping.


"Zayna masih mikirin kejadian kemarin. Siapa yang nempelin foto Kiana sama Bodyguard nya di papan pengumuman, … dia takut Kiana bakalan marah, dan dia bernasib sama kaya Hendi, terbaring di rumah sakit dengan penyangga leher dan selang infus di kedua punggung tangan." Ucap Starla asal.


Plak!!


Zayna langsung memukul lengan salah satu dari teman wanitanya.


"Emang lo beneran nggak ngelakuin itu, Za? Gue kira elo, soalnya kan akhir-akhir ini lo marah sama dia, sampe larang kita buat deketin Kia." Ucap Kevin.


"Hemmm, … sampe Kiana pindah bangku duduk juga lo, terus sikapnya malah cuek, beda sama sebelum-sebelumnya." Kata Starla lagi.


"Halah, kalian sama aja! Ikutan musuhin juga kan kemarin? Udah kaya gini aja baru pada nyesel, ngerasa bersalah udah jahatin Kiana? Awalnya kita berteman mungkin karena Kia orangnya royal. Tapi bayangin deh, dia tulus banget padahal sama kita, terus kenapa kita masih jahatin dia, … termasuk lo ya, Za!" Hilmi mulai memperlihatkan kekesalannya, setelah diam tanpa banyak protes selama berhari-hari.


Zayna menghela nafasnya untuk kesekian kali, berusaha menghalau dan mengeluarkan rasa tidak nyaman di dalam hatinya. Sementara Kevin bungkam, memperhatikan semua teman-temannya dengan ekspresi wajah datar.


......................


...Jangan lupa ya guys. Othor juga butuh dukungan lho, butuh penyemungut juga. kalo yang ada hadiah boleh lempar kesini, yang ada vote juga boleh buat si Om sama Kiana....

__ADS_1


...Jangan lupa like, komen, masukin favorit, sama rate bintang 5 oke? maaciww :)...


__ADS_2