Menikah Karena Dendam

Menikah Karena Dendam
BAB 15


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit.....


"dokter tolong istri saya"tirta yang membopong zahwa sambil berlari


dokter kemudian langsung mengambil brankar dan tirta langsung meletakan zahwa di brankar yang segera di dorong oleh suster


"pak tirta mohon tunggu di sini"tirta yang hendak masuk ke ruang ugd dan di cegat oleh dokter


"saya ingin masuk"tirta yang menatap dingin dokter dan memaksakan diri nya untuk masuk ke dalam ruangan tersebut


"saya mohon pak tirta ,kami harus cepat-cepat menangani istri anda"ujar dokter yang kemudian menutup pintu ugd


Tirta hanya terdiam di depan pintu itu dan menunggu istri nya dengan cemas


"tenanglah tirta"ujar sem


"bagaimana kalau ank dan istri ku kenapa-knapa sem ,aku tidak akan memaafkan waita itu"tirta yang kemudian mengepalkan tangan nya


"tenanglah tirta aku akan mengurus wanita itu"ujar sem yang juga ikut kesal atas perlakuan nya kepada nona nya itu


"kalu begitu kembalilah ke kantor sem,dan tolong hendel pekerjaan ku hari ini"


"baik lah bos"sem kemudian pergi dari tempat itu menuju perusahaan tirta


30 menit kemudiam..


"bagaimana dokter"tirta yang melihat dokter itu langsung menghampiri nya dengan wajah yang panik


"tenang dulu pak tirta ,tolong ikut ke ruangan saya dulu"ujar dokter itu yang mengajak tirta ke ruangan milik nya dan di ikuti oleh tirta


"silahkan duduk pak tirta"tirta yang kemudian duduk di kursi yang berhadapan dengan dokter itu


"bagaimana dengan anak dan istri saya dok"tanya tirta yang terlihat sangat mengkhawatirkan anak dan istri nya itu

__ADS_1


"anak dan istri pak tirta baik-baik saja ,tapi istri bapak sangat rawan terjadi keguguran karena tubuhnya yang kurang fit dan abak yang ada di kandungan nona zahwa kurang sehat karena detak jantung nya tidak normal ,saya harap pak tirta harus berhati-hati dan menjaga nona zahwa dengan baik "dokter tersebut menjelaskan kepada tirta dan di simak oleh tirta


"tolong jangan membiarkan nona zahwa makan sembarangan dan ia harus banyak-banyak mengkonsumsi buah dan sayuran ,jika ibu zahwa dangat ingin memakan sesuatu mohon pak tirta turuti tetapi jika makanan yang di inginkan nona zahwa adalah makanan cepat saji mohon pak tirta memberikannya jangan jumlah sedikit"jelas dokter tersebut dan masih di simak oleh tirta


"apakah zahwa sudah boleh saya lihat?"tanya tirta kepada dokter itu dan di sambut dengan anggukan


"ya tentu saja pak"ujar dokter tersebut


Tirta kemudian keluar dari ruangan dokter menuju ke ruangan rawat inap zahwa.


Sesampainya tirta ke ruangan tersebut


"hallo sayang"sapa tirta yang ternyata zahwa sudah tersadar dari pingsan nya


"iya mas"jawab zahwa dengan suara yang lemah


"apakah perut mu masih sakit"tirta yang bertanya kepada zahwa sambil mengelus perut istri nya itu


"sudah tidak sakit lagi mas"zahwa menjawab dan kemudian meneteskan air mata nya haru ,zahwa tidak menyangka bahwa adabyang perhatian ke padanya ketika ia sakit dan ia juga tidak menyangka suami nya itu berubah baik kepadanya


"jangan menangis sayang ,apa yang membuat mu menangis?"tanya tirta kepada zahwa


"mas tirta zahwa sayang mas tirta ,zahwa mohon janggan meninggalkan zahwa karena zahwa tidak memiliki orang yang menyayangi zahwa saat sakit seperti ini mas bahkan papa pun tidak perna membawa ku ke rumah sakit saat berobat bahkan dia juga tidak pernah melihat ku ketika aku sakit"zahwa yang trrisak menangis menceritakan kesedihan nya kepada tirta


"jangan menangis sayang ,mas juga sangat menyayangi zahwa ,maafin mas sudah berbuat kasar kepada zahwa dulu dan mas sangat menyesal atas perbuatan mas itu,mas juga tidak akan pernah meninggalkan mu sayang"tirta yang kemudian menghapus air mata zahwa dan mengecup kening istri kecil nya itu


Di tengap perbincangan mereka ada yang mengetuk pintu ruangan ter sebut


"tok tok tok"bunyi ketukan pintu setelah pintu terbuka tampak lah 3 orang di sana yaitu tia ,sinta ,dan antos


"ada apa kalian kesini"tirta dengan ketus bertanya kepada mereka ber tiga


"tentu saja kami ingin melihat zahwa tirta ,tadi aku ke kator mu dan asisten sem membetitahu ku bahwa zahwa masuk ke rumah saki makanya kami ke sini"antos sinta dan tia kemudian pergi menghampiri zahwa

__ADS_1


"bagaimana keadaan mu"tanya antos dengan ketus kepada anak nya itu


"aku baik-baik saja pa"jawab zahwa yang tidak sanggup menatap wajah ayah nya itu karena zahwa takut


"ini papa belikan kamu buah"antos kemudian meletakan buah tersebut di sebelah tempat tidur zahwa


tirta melihat itu sedikit geram karena antos menyelonong masuk atas izin nya


"bagaimana kabar mu tirta"tanya antos tanpa embel-embel pak lagi


"aku baik-baik saja setelah menikah putri cantik mu ini"ujar tirta yang mengelus kepala zahwa


Tai dan sinta meligat adegan itu pun cemburu dengan perlakuan tirta kepada zahwa


"awas saja kau wanita sialan berani-brani nya kau merebut tirta ku dari ku akan ku kasih kau pelajaran"tia yang berbicara di dalam hati nya sambil menatap zahwa dengan penuh benci


setelah berbincang-bincang dan tirta sedikit cuek berbincang dengan mereka ,mereka akhirnya memutuskan untuk pamit pulang


"baik lah tirta kaki mau pulang dulu"ujar antos berpamittan pulang


"ohh iya kalian berdua jangan lupa datang ke ulang tahun putri ku ini"antos sambil menunjuk tia"minggu depan"uajar antos sambil tersenyum kepada tia


"kalau zahwa dmsudah sembuh pastinya kami akan datang pak antos"tirta menekan kan kaliamat pak antos saat ia berbicara


"baiklah ,ayo kita pulang ma nak"ajak antos kepada anak dan istrinya itu


Kemudian mereka keluar dan menutup pintu ruangan rawat inap zahwa ,zahwa yang nampak termenung di saksikan oleh tirta


"ada apa sayang"tanya tirta kepada zahwa


"tidak ada mas"raut wajah sedih zahwa tentu saja terbaca oleh tirya


"sini cerita kan kepada mas sayang"ucap tirta sambil mengelus kepala zahwa

__ADS_1


"mas kenapa papa tidak sayang kepada zahwa seperti ia menyayangi kakak tiri zahwa ,kenapa hari ulang tahun zahwa tidak di rayakan seperti kak tia bahakn sepertinya papa lupa kapan aku lahir ke dunia ini mas ,kenapa hidup zahwa sangat menyedihkan mas ?,zahw juga ingin hidup seperti orang lain yang di sayangi oleh orang tua nya"zahwa yang menangis tersendu membuat hati tirta tetiris mendengar nya ,dan ia berjanji di dalam hati untuk memperlakukan istri nya itu dengan baik


"jangan menangis sayang ,sekarang zahwa punya mas,mas akan menuruti apa yang zahwa mau "tirta kemudian mengecup kening zahwa dan mengelus nya hingga zahwa tertidur


__ADS_2