Menikah Karena Dendam

Menikah Karena Dendam
Perdebatan kecil


__ADS_3

Happy reading 😊


Alex melonggarkan dasinya sembari berlari kecil mengejar Nadira ia terhenti saat di depan kamar Nadira Alex mencoba untuk membukanya tapi pintu tersebut telah dikunci.


"Nadira buka pintunya" ucap Alex berusaha membujuk


"Nadira kita perlu bicara "


" Tidak ada yang perlu dibicarakan Pergi Alex aku tidak ingin melihat mu " ucap Nadira


"Nadira cepat buka selagi aku bicara baik-baik " ancamannya tetapi tidak ada lagi sahut dari dalam Alex memutuskan untuk pergi.


Alex masuk ke kamarnya ia membuka dasinya dan membuangnya asal ia duduk di tepi ranjang sembari mengusap wajahnya kasar


Alex menghembuskan nafasnya kasar lalu bangkit dari duduknya dan mulai membuka pakainya satu persatu ia memutuskan untuk mandi berharap dengan mandi bisa memendam amarahnya.


Setelah selesai Alex keluar dari kamarnya berharap Nadira telah membuka pintunya Alex tersenyum miring saat melihat pintu tersebut tidak di kunci lagi matanya nanar menelusuri setiap ruangan tatapannya terhenti saat melihat Nadira diatas ranjang telah terlelap.


Alex tersenyum melihatnya ia berjalan pelan mendekati Nadira ia duduk di tepi ranjang sembari mengusap pipinya


"Maafkan aku Nadira" ucap Alex pelan dengan hati-hati ia naik keatas ranjang dan menarik Nadira dalam dekapannya


Nadira tersentak saat merasakan tubuhnya dipeluk sangat erat ia membuka matanya perlahan ia sangat terkejut saat melihat dirinya di peluk begitu erat oleh Alex


" Apa yang kau lakukan? lepaskan aku! " teriak Nadira membuat Alex yang tadinya hampir tertidur terbangun lagi


" Cepat lepas kan aku! "ucap Nadira berusaha memberontak


"Nadira tenang, aku tidak akan apa-apain kau".


"Tidak!, tidak lepaskan tanganmu dari tubuhku lepaskan Alex atau aku..." suara Nadira seketika menghilang saat Alex langsung mencium bibirnya


Nadira semakin berontak saat mendapat perlakuan itu sementara Alex semakin memperdalam ciumannya Setelah merasa tenang Alex melepas ciumannya

__ADS_1


Nafas Nadira tersengal-sengal matanya memerah


"Aku membencimu! Aku sangat membenciku " Isak Nadira sembari memukul dada bidang Alex


Alex menghentikan tangan Nadira lalu menariknya ke dalam pelukannya


"Maafkan aku sayang aku berjanji akan perbaiki semuanya" ucap alex sembari mengusap air mata Nadira yang masih saja mengalir.


"Tidur lah kau harus tetap sehat sayang demi anak kita" ucap Alex mengecup kening Nadira membiarkan wanita itu terlelap di pelukannya.


Keesokan paginya Nadira terbangun ia mulai membersihkan diri dan mulai menyiapkan sarapan pagi untuk Alex sesuai perintah pria itu dari awal padanya.


Alex terperanjat saat tak melihat Nadira di sebelahnya ia langsung panik dengan tergesa-gesa ia langsung keluar dari kamar dengan langkah cepat ini menuju dapur


Tampak beberapa pelayan dan bodyguard menunduk sembari bingung karena tak pernah melihat wajah khawatir Alex sebelumnya


"Dimana Nadira? " tanyanya sedikit membentak


"Nyonya sedang di dapur tuan menyiapkan sarapan untuk anda" jelas pelayan tersebut


"Apa yang kau lakukan Nadira? kau Seharusnya istirahat" marah Alex sembari menatap beberapa pelayan disana


"Aku sudah sembuh Alex mengapa kau terlihat sangat khawatir aku baik-baik saja sekarang" jelas Nadira sembari melanjutkan masakannya


"Cukup Nadira kau tidak perlu melakukan itu lagi! mulai sekarang dan seterusnya kau bebas tugas" bentak Alex


"Wah benarkah aku senang mendengarnya tapi kali ini biar aku melanjutkannya lagipula ini terakhir aku masak untuk mu bukan? "


"Apa maksud mu mengapa kau berucap seolah-olah kau ingin meninggalkan ku? "


"Benarkah padahal aku tidak bermaksud begitu, tapi baguslah kau mengerti maksudku "


"Ha? Sebenarnya apa yang ingin kau rencanakan?"

__ADS_1


"Aku tidak merencanakan apa-apa aku yang seharusnya bertanya begitu tapi sudahlah aku juga tidak peduli lagi "


"Makanlah sarapannya sudah selasai, oh iya, pakaian mu juga sudah aku siapkan jika tidak ada lagi yang kau butuhkan dari ku aku izin pamit " ucap Nadira sembari menundukkan kepalanya


Alex mengepal tangannya kuat " Apa yang kau lakukan angkat kepala mu Nadira "


"Ah maaf" ucap Nadira hendak pergi


"Apa kau berencana ingin bermain-main dengan ku Nadira!" bentak Alex melempar makanan yang telah di buat Nadira untuknya


" Bermain? Sepertinya aku tidak ingin bermain-main lagi bagaimana kalau kita akhiri aja? agar kau juga bisa leluasa bermain dengan pelayan baru itu " ucap Nadira saat melihat Rossa tiba tiba muncul didepan mereka


"CK kau cemburu? " Alex tersenyum miring


"Sedikit! tapi bisa dikatakan tidak sih, aku bersyukur Tuhan telah membuka mataku terhadap dirimu jadi tenang saja kau bisa melakukan apa pun yang kau mau"


"Benarkah? Sesuai permintaanmu "


"Sayang kemari lah " ucap Alex pada Rossa mendengar hal itu Rossa langsung tersenyum menghampiri Alex


"Sayang suapi aku aku benar-benar lapar apa kau sudah makan? " tanya Alex sembari mengusap pipi Rossa


Nadira mengusap air mata yang lolos ke luar dari pupil matanya


"Aku permisi" ucapnya ingin segara pergi dari sana tak tahan melihat kemesraan mereka


"Kau tidak bisa pergi buatkan makanan baru untuk kami berdua" ucap Alex lalu sengaja menekan kata berdua untuk memanasi Nadira


"Satu lagi aku ingin kau membawanya ke kamarku"


Alex tersenyum saat melihat wajah Nadira lalu beranjak dari sana sembari membawa Rossa bersamanya.


Sumi menepuk pundak Nadira untuk menguatkannya

__ADS_1


"Anda duduk saja nyoya biar saya yang buat sarapan untuk mereka"


"Tidak papa biar aku saja yang buat" ucap Nadira sesekali ia menyeka air matanya.


__ADS_2