Menikah Karena Dendam

Menikah Karena Dendam
MKD 57


__ADS_3

Rangga langsung menghampiri ibunya dan memberi kabar yang sebenarnya pada sang ibu jika saat ini Afika sudah di temukan oleh dirinya dan Afika sudah berada di rumah sakit karena melahirkan.


"Kau serius nak? Jangan bercanda." Kata Sulis saat Rangga sudah menjelaskan semuanya padanya.


"Iya bu. Dan aku datang ke sini ingin menjemput ibu. Bu, bujuk Afika dan ibu Siti, agar pernikahan ku yang dulu batal bisa kembali terjadi bu."


"Kau serius akan menikah dengan Afika yang kini sudah menjadi seorang ibu.?" Tanya Sulis. Ya, dulu memang Sulis sangat menginginkan Afika menjadi menantunya, terlebih Afika memiliki sifat yang begitu sangat baik. Namun, saat mendengar kabar jika Afika tengah melahirkan, niat Sulis kini sudah hilang. Tidak ada lagi dalam benaknya untuk menjadikan Afika sebagai menantunya.


"Bu, setidaknya. Ayo kita ke rumah sakit." Ajak Rangga.


Tak ingin mengecewakan sang anak, kini Sulis pun menyetujui perkataan Rangga, yang akan membawanya menuju rumah sakit.


••••


Adrian keluar dari kamar dengan langkah yang tidak bersemangat, lalu Adrian merebahkan tubuhnya di kursi dimana saat ini Baby sedang duduk. "Afika belum memaafkan ku." Ucapnya dengan lesu. Baby menepuk pundak belakang sang kakak, memberika kekuatan.


"Sabarlah kak. Setidaknya dia sudah membiarkan kakak melihat Lion, itu sudah cukup."


"Tapi Baby.."


"Percayalah, jika kak Adrian terus berusaha pasti kak Adrian bisa. Yakini itu kak."

__ADS_1


"Betul tuan. Saya yakin, nyonya Afika akan memaafkan tuan." Timpal Nadi. Lalu Adrian mendongakkan kepalanya melihat Nadi yang saat ini sedang berdiri di hadapannya.


"Nadi, terima kasih banyak karena sudah membantu Afika." Kata Adrian yang sudah tahu, jika Nadi lah yang membayar semua biaya rumah sakit Afika.


Siti datang, setelah Rio di perintahkan untuk menjemputnya, dan saat Siti ingin masuk ke dalam kamar inap Afika, Adrian langsung menarik lengan tangan Siti sehingga membuat Siti berhenti melangkah.


"Ibu.." Panggil Adrian.


"Adrian.." Sapa Siti yang melihat raut kesedihan di wajah Adrian, lalu Siti membalikkan badannya dan duduk tepat di samping Adrian.


"Ibu, tolong bantu aku." Ucap Adrian.


Lalu Siti menepuk pundak Adrian. "Ibu akan mencoba, tapi tentang hasilnya, semua keputusan ada pada Afika."


"Ibu tahu, ibu akan mencoba membujuk Afika."


Sedangkan Junisah, ia dapat melihat ketulusan yang terpancar dari raut wajah Adrian, mata Adrian menunjukkan tidak ada kebohongan sama sekali dari ucapannya.


"Ibu akan masuk, melihat Afika dan juga putra kalian. Ibu harap kau bisa tenang."


Saat Siti masuk, Junisah pun ikut masuk ke dalam, dan selang beberapa saat kemudian, Rangga dan ibunya pun tiba.

__ADS_1


Saat Rangga ingin masuk, dengan cepat Nadi menanhan tubuh Rangga.


"Ada apa ini? Kenapa melarangku masuk?" Tanya Rangga yang tidak terima,. Sejak tadi, dirinya sama sekali belum melihat Afika.


"Kenapa kalian menahan putraku. Apa salahnya?"


Adrian langsung berdiri dan membuka suara. "Jika ingin masuk ke dalam masuklah. Tapi jangan pernah membawa Rangga masuk ke dalam sana."


"Ck. Apa maksudmu? Kau pikir kau ini siapa?" Tanya Rangga yang sungguh tidak suka dengan tingkah arogant Adrian.


"Ck. Kau lupa jika aku suami sahnya Afika?"


"Sudah cukup,." Kata Sulis. "Rangga, biar ibu yang masuk nak. Serahkan semuanya pada ibu." Ucap Sulis lalu masuk ke dalam kamar inap Afika.


"Yakin sekali kamu. Aku yakin setelah ini Afika akan menggugat mu, dan aku yakin Afika akan kembali padaku. Dan acara pernikahan yang dulunya batal, kini akan kembali terjadi lagi."


BUUUKKHHHHHH......


Mendengar perkataan Rangga mampu membuat Adrian naik pitam, dan langsung memberikan bogeman mentah tepat ke wajah Rangga.


"Kak Adrian." Teriak Baby, yang kaget melihat darah sudah mengalir dari sudut bibir Rangga. Hanya satu kali pukulan membuat Rangga langsung terjatuh. "Kak hentikan, ingat sekarang kau sudah menjadi seorang ayah. Hentikan kak." Teriak Baby, saat Adrian hendak memberika kembali pukulan. Namun, karena ucapan Baby, membuat Adrian membatalkan pukulannya

__ADS_1


"Ingat! Afika istriku dan siapa pun tidak boleh mendekatinya termaksud kau!" Adrian menghempaskan kera kemeja Rangga.


"Sekali aku lihat kau mendekati istriku, maka aku tidak akan segan-segan mematahkan kaki mu. Ingat itu!"


__ADS_2