Menikah Karena Dendam

Menikah Karena Dendam
BAB 17


__ADS_3

"aduh ,pak tirta ya"teriak wanita yang ada di sana


Tirta sama sekali tak mengubris dan ada salah satu wanita seksi mendekati tirta


"pak tirta boleh foto bareng gak"wanita itu dengan genit


"gak"tolah tirta denagn dingin


"pelit banget pak,sekali saja"uhjar wanita itu lagi


"saya bilang gak ya gak"ujar tirta lalu pergi ke tempat yang buat martabak


"pak cepeten dong ,lebih baik bapak membuat untuk saya dulu jika tidak saya akan membeli gerobak beserta bapak nya langsung"ujar tirta


"sabar mas mohon antiri ya"bapak itu dengan sabar meladeni tira


"pak saya duluu"tirta berteriak karena ternyata martabak yang di buat oleh bapak tukang martabak itu bukan untuk dirinya


"aduhh mas lama-lama budek telinga saya kalau mas berdiri di sebelag saya"ujar bapak tukang martabak sambil memnutupi telibga nya


"makanya buat martabak untuk saya dulu,bapak tidak kasihan melihat istri saya sedang hamil menunggu martabak"tirta sambil menunjuk mobil milik nya


"hah mas suami dari mobil"ujar bapak martabak melihat arah telunjuk tirta


"di dalam nya pakkk"pekik tirta lagi karena kesal dengan bapak tukang martabak itu


"sabar mas sabar"si tukang martabak menenangkan tirta


"hahh pak tirta istri nya sudah hamill ,huaa"teriak wanita yang menguping pembicaraan tirta da n si tukang martabak

__ADS_1


"yaa tuhann"teriak tirta


"iyaaaa"triak tirta di depan waita itu


"pak tirta tega yaa dengan kami"ujar wanita lain


"ya terserah saya istri saya mau hamil kok kalian yang sibuk"ujar tirta yang mengomeli wanita-wanita di sana


"pak tirta bukak lowongan jadi istri ke dua gak"ujar wanita lain lagi


"gakkk gakkk saya mencintai istri saya"ucap tirta emosi


Tirta terus meladeni perempuan di sana dan membuat heran zahwa yang ada di mobil


"nona zahwa sepertinya suami nona sedang ribut dengan wanita yang ada di sana"uajar pak supir yang juga heran melihat majikan nya


"jangan non bukan nya non zahwa gak bisa japan ya"pak tono yang melihat zahwa di bopong tirta menggendong zahwa tadi mengira kalau zahwa tidak bisa jalan


"yaa allah pak ,zahwa itu bisa jalan ,majikan bapak saj tu yang aneh"kemudian zahwa membuka pintu mobil dan berjalan menuju suami nya


"pak tirta jahat"teriak wanita di sana


"aku tidak jahat kalian saja yang gila,stes,aneh"ujar tirta suara nya tak kalah melengking dari wanita-wanita di sana


"mas "zahwa yang memanggil suami nya itu sontak mendapat pandangan dari wanita-wanita di sana dan tentunya suaminya juga


"sayangg berhenti"teriak tirta yang ingin melangkahi kakinya ke tempat tirta berdiri


"hah"zahwa yang heran dan terkejut pun berhenti melangkah

__ADS_1


"sayang siapa yang menyuruhmu ke sini ,sini duduk lah di sini"tirta dengan lebay memegang tangan zahwa untuk duduk


"mas knapa sih"tanya tirta melihat suami nya itu


"gak tahu ni mbak ,mas ini ribut dengan wanita itu dari tadi saya jadi ousing ngeliatnya"si tukang nartabak yang melihat tingkah tirta dan wanita-wanita di sana hanya bisa menggeleng-gelengkan kepla


"kalau pusing gak usah di lihat"tirta berbicara dengan ketus


"mass"zahwa mencubit rangan tirta untuk menegur suami nya itu


"ada apa sayang"tirta kembali melihat istri nya dengan pandangan penuh sayang


"apa kalian lihat-lihat"triak tirta kepada wanita-wanita di sana


"pak tirta tega banget,mbak istri nya ya?"tnya salah satu wanita di sana bertanya kepada zahwa


"iya"jawab zahwa dengan menganggukan kepalanya


"lain kali bilang ya jangan suka menggoda orang"wanita itu berbicara kepada zahwa dan zahwa ptertawa mendengar apa yang wanita itu bicarakan kepadanya


"heh wanita jelmaan setan kapan aku menggoda mu"maki tirta kepada wanita itu


Zahwa hanya tertawa melihat itu


"kok mbak malah ketawa si?"tanya wanita itu


"abis mbak lucu sih"jawab zahwa dengan senyuman


"sudahi ribut mu marilah memakan martabak ku slebewww"ujar si tukang martabak membuat zahwa tertawa

__ADS_1


__ADS_2