
Di dalam perjalanan, mata Adrian tertuju pada toko bunga yang berada di pinggir jalan.
"Berhenti" titah Adrian. "Putar balik mobilnya, aku ingin membeli bunga untuk Afika." Kata Adrian dan supir langsung memutar balik stir kemudi mobil. "Rio, mungkin semua bunga yang berada di toko, harus aku belikan untuk Afika."
"Tu-tuan." Sapa Rio secara terbata. "Jika semua bunga di bawah ke rumah sakit, yang ada ruangan nyonya Afika akan tertutup oleh bunga. Belum lagi, hadiah yang tuan beli untuk tuan muda." Jelas Rio.
Saat mobil berhenti tepat di depan toko bunga, Adrian langsung keluar dari mobil dan masuk ke dalam toko bunga sambil melihat bunga yang segar.
"Selamat datang tuan. Boleh saya tahu, anda mencari bunga apa?"
"Aku ingin memberikan bunga untuk istriku yang baru saja melahirkan putraku. Aku ingin bunga yang melambangkan cinta tulusku padanya." Kata Adrian membuat sang pemilik toko tersenyum.
"Sungguh sangat romantis sekali anda tuan." Ucap pemilik toko. "Tunggu, aku akan memperlihatkan bunga yang cantik untuk anda tuan." Lalu sang pemilik toko mengambil bunga yang masih segar, "Bunga anyelir atau carnation, bunga yang melambangkan perasaan cinta dan kasih sayang yang teramat mendalam."
__ADS_1
"Bunga ini? Anda yakin?" Kata Adrian saat melihat bunga itu yang masih berada di pot kecil. Adrian menatap bunga sambil menautkan satu alisnya. Ia sama sekali tidak tahu sama sekali tentang bunga. "Bukan kah bunga ini terlihat biasa-bisa saja." Tanya Adrian.
"Tuan." Sapa Rio. "Jangan lihat tampilannya, tapi lihatlah maknanya. Mungkin saja tuan tidak tahu artinya tapi mungkin saja nyonya Afika tahu arti dari bunganya." Jelas Rio.
"Tapi jika tuan tidak suka, masih ada bunga mawar, tulip dan juga masih ada yang lainnya." Kata sang pemilik toko.
"Menurutmu Rio, mana yang bagus?"
"Pilih dari hati tuan saja. Tuan yang memilih karna ini hadia pertama tuan untung nyonya." Jawab Rio, karena sejujurnya Rio pun tidak tahu tentang bunga.
"Baik tuan." Ucap sang pemilik toko, lalu merangkai bunga tersebut agar terlihat indah.
Beberapa saat kemudian.
__ADS_1
"Ini bunga yang tadi?" Tanya Adrian saat melihat bunga yang kini tampil dengan sangat cantik.
"Iya tuan. Bunga yang tadi itu hanya contoh dan masih tumbuh di dalam pot kecil nya. Sedangkan ini, bunga yang sudah aku rangkai agar terlihat cantik untuk istri tuan."
"Terima kasih." Kata Adrian lalu mengambil bunga tersebut,. Dengan senyum yang mengembang di wajah kini Adrian berjalan menuju mobilnya.
••••
"Aku yakin kau sudah mengirim foto pada Adrian. Pasti saat ini Adrian tengah menuju ke sini." Kata Farah, saat melihat Baby yang tanpa hentinya terus memotret Baby Lion.
"Aku memang mengirim foto. Tapi tidak mengatakan dimana kita berada."
"Kau lupa siapa kakak mu itu?"
__ADS_1
"Tapi aku rasa ini waktu yang pas. Sudah ada anak di antara mereka. Dan aku berharap dengan kehadiran Lion bisa membuat keduanya saling menerima. Aku harap Afika mau memaafkan kak Adrian." Bisik Baby, yang tidak ingin terdengar oleh Afika, dan yang paling penting Baby tidak ingin Lion terbangun karena suaranya.
"Ya, aku harap juga begitu. Mereka berdua sudah cukup sama-sama tersiksa dengan keadaan ini. Dan aku harap Lion bisa menjadi sumber kebahagian keduanya."