Menikah Karena Dendam

Menikah Karena Dendam
MKD 50


__ADS_3

Pria berseragam serba hitam masuk ke dalam bioskop, dan langsung berpencar ke arah kursi penonton dan mencari keberadaan Afika, namun dari sekian banyak orang yang berada di dalam sana, tidak ada satupun tanda jika ada Afika.


Nadi yang kebetulan juga sudah berada di bioskop langsung menghubungi nomer ponsel yang sempat di pakai oleh Afika menelpon tadi, dan saat panggilan pertama, panggilan belum terjawab.


"Siapa pun yang ada di dalam ruangan ini, yang ponselnya sedang berdering. Ayo jawab panggilan dariku." Kata Nadi dengan suara tegasnya.


"Sal, ponselmu. Lihat ada yang memanggil mu." Kata salah satu teman Salsa.


Perlahan dan di penuhi rasa khawatir, Salsa pun berdiri dan menjawab panggilannya.


"Itu dia." Kata Nadi, langsung berlari menaiki anak tangga menuju tempat duduk Salsa.


"A-ada apa." Tanya Salsa dengan terbata, karena takut melihat Nadi yang saat ini berdiri tegap di hadapannya. Belum lagi, pakaian serba hitam membuat Salsa semakin takut.


"Mungkin saja dia rich man yang mau datang menjemputmu." Bisik salah satu teman Salsa.


Para pengawal yang lain, mengurus semua kekacauan yang di timbulkan oleh timnya yang membuat panik seluruh penonton yang sedang ada di bioskop. Kedatangan mereka yang secara tiba-tiba serta memakai seragam hitam membuat siapa saja pasti langsung merasa takut.


Nadi berjalan sambil mengawal Salsa menuju Adrian yang saat ini sedang berada di ruang kendali cctv yang berada di dalam mall.


"Tuan." Sapa Nadi saat masuk ke dalam. Adrian langsung berdiri menatap Salsa.

__ADS_1


"Apa benar ponselmu yang di pakai oleh istriku?" Tanya Adrian dan Salsa masih diam, sambil melihat orang yang berada di dalam ruang kendali cctv. Dimana di situ ada Baby, Farah Rio dan staf mall. "Istriku, yang sedang mengandung, apa kau mengenalnya? Apa kau tahu tempat tinggalnya?"


"Tidak! Maaf, aku sama sekali tidak mengenalnya." Jawab Salsa, lalu kemudian Salsa menceritakan semuanya, jika tadi dirinya di hampiri oleh wanita yang sedang hamil dan meminta untuk memimjam ponselnya.


Adrian mengusap wajahnya.


"Dia memiliki ponsel, tapi aku heran kenapa dia tidak memakainya, padahal ponselnya lebih bagus dari ponsel milikku." Jelas Salsa.


Lagi, Adrian harus menelan pil pahit. Pada kenyataannya Afika pasti tahu. Jika dirinya menggunakan ponsel pribadinya menelpon panti, pasti akan segerah di temukan oleh Adrian.


"Apa kau tahu, dia sedang bersama siapa? Apa kau tidak melihat ada orang lain yang menemaninya?"


Salsa menggelengkan kepala, karena sejujurnya Salsa pun tidak terlalu menghiraukan kejadian tadi, dia hanya murni tulus membantu, meminjamkan ponselnya pada wanita yang sedang hamil.


Rio pun langsung maju dan memberikan uang pada Salsa.


"Apa ini?"


"Ucapan terima kasih dari tuan Adrian."


Melihat hasil cctv, Adrian menitihkan air mata, kala melihat Afika yang terlihat di layar cctv. Perut yang membuncit menandakan jika kandungan Afika baik-baik saja.

__ADS_1


Tapi merka masih sangat penasaran dengan sosok wanita yang menemani Afika yang memakai hijab, yang wajahnya terlihat tidak jelas.


"Mungkin saja, Afika dan wanita itu sedang sibuk mencari perlengkapan bayi." Ucap Farah. "Aku akan mencarinya." Farah hendak melangkah keluar, namun tangannya di tahan oleh Baby.


"Sudah banyak pengawal yang mencari dan mengelilingi mall ini, kau cukup diam saja, menunggu hasil." Ucap Baby, yang memang sudah tahu jika Adrian mengerahkan semua pengawal untuk mencari Afika.


•••••


"Afika." Ucap Rangga saat tanpa sengaja matanya menatap wanita hamil yang wajahnya mirip dengan Afika. Rangga menepihkan mobilnya dan dengan cepat keluar dari mobil. "Afika." Panggil Rangga sambil menarik lengan wanita yang ia yakini adalah Afika. Dan benar saja, wanita itu pun berbalik, dan seketika Rangga langsung tersenyum. Spontan Rangga ingin memeluk tubuh Afika, namun Afika melangkah mundur. Dan, tatapan mata Rangga tertuju pada perut Afika yang kini sudah nampak besar. "Afika."


"Rangga." Ucap Afika sambil melihat sekeliling. Afika takut jika Adrian ada di sekitar dan menemukan dirinya.


"Afika. Kau dari mana saja, ayo naik di mobilku aku akan mengantarmu." Ajak Rangga.


••••


Baby terus teringat kata Salsa yang mengatakan jika ponsel milik Afika lebih bagus dari milik Salsa. Lalu kemudian Afika pun terus mengingat wanita yang bersama dengan Afika.


"Farah, sepertinya aku tahu di mana Afika." Bisik Baby, yang juga belum terlalu yakin hanya menerka-nerka isi dari kepalanya


"Di mana? Katakan!"

__ADS_1


"Ayo ikut aku." Ajak Baby, sambil berbisik. "Kak, aku dan Farah ingin mencari udara segar. Berada di ruangan ini terasa sesak untukku."


__ADS_2