Menikah Karena Dendam

Menikah Karena Dendam
Nadira menghilang


__ADS_3

Happy reading 😊


Nadira membaringkan tubuhnya di kasur ia menghela nafas lega saat dirinya berhasil pergi.saat ini ia sudah berada di apartemen yang cukup jauh dari kediaman Alex.


Jam dinding menunjukkan sudah pukul 22:00 malam namun Nadira masih terjaga. perasaannya menjadi tak karuan setelah beberapa kali ponselnya berdering membuatnya takut dan gelisah apalagi ia tahu jika jam segini Alex sudah berada di dalam rumah sekarang.


Namun segera mungkin Nadira langsung menonaktifkan ponselnya Nadira berjalan keluar kamarnya matanya menyapu setiap sudut ruangan lalu duduk di ruang tamu sembari ingin menyalakan televisi untuk menghilangkan kekosongan hatinya.


"Apa aku bisa melewati semua ini?" ucap Nadira sembari memeluk lututnya kuat matanya mulai berkaca-kaca.


" Kemana aku harus pergi? apa disini aman?" tanyanya membuatnya semakin terisak


"Maafkan aku kak, semoga dengan kepergian ku Alex tak menyakitimu" Nadira kembali ke kamarnya mulai membuka tas yang dibawanya lalu mengambil ponsel baru yang tadi dibelinya.


"Aku tidak bisa lama lama disini bisa bisa Alex akan tahu keberadaan ku " gumamnya Nadira memutar otak agar bisa pergi sejauh mungkin dari Alex.


Tanpa pikir panjang Nadira langsung memesan tiket pesawat secara online ia asal menekan kota yang ingin ditujunya.karena dia tidak tahu kemana tujuannya selanjutnya sebab yang ada dipikirannya saat ini hanya lah pergi sejauh jauhnya dari hadapan Alex.


Nadira tidak begitu senang saat ia berhasil mendapatkan tiket pesawatnya apalagi penerbangan yang ia dapat besok pagi. jauh di lubuk hatinya ia ingin bersama dengan Alex tapi ia juga tidak ingin bayi yang ada di kandungannya bernasib sama. itu sebabnya ia memutuskan untuk pergi mekipun pria itu selalu memperlakukannya sesuka hatinya.


"Aku harap pilihanku kali ini tidak salah " gumam Nadira mulai naik keatas ranjangnya dan mulai tidur.


Namun tidak dengan Alex pria itu tampak masih di luar sibuk mencari keberadaannya.


Paginya Nadira mulai mengemasi barang-barangnya dan bergegas untuk pergi ke bandara.


Nadira kini sudah berada di bandara keadaan tempat disana tidak terlalu ramai hanya ada beberapa orang yang berlalu lalang.


Namun Nadira sedikit takut saat melihat beberapa pria berjas hitam disana membuatnya segera berlari kearah tempat check-in yang tak jauh dari tempatnya berdiri.


Tepat saat Nadira ingin duduk tiba tiba terdengar pengumuman bahwa penebangan untuk hari ini di batalkan karena ada kendala begitu lah terdengar menggema di seluruh penjuru bandara membuat Nadira diam mematung tak mempercayainya.

__ADS_1


"Bagaimana bisa? apa jangan jangan ini ulahnya?" gumam Nadira langsung beranjak saat di lihatnya beberapa pria berjas hitam tampak semakin banyak disana membuat Nadira ketakutan dan segera mungkin ingin pergi dari sana.


Namun karena terlalu terburu buru Nadira tak sengaja menabrak seseorang


"Ah sial kalau jalan pake mata dong" bentak wanita itu saat melihat minuman yang ada di tangannya jatuh dan tumpah.


"Maaf aku tidak sengaja, aku akan menggantinya " ucap Nadira langsung mengeluarkan uang dari tasnya


"Kau ternyata?"


Nadira tersentak tubuhnya seketika membeku saat orang itu mengenalinya ia pun langsung berbalik menatap wanita yang kini menatapnya begitu tajam.


"Dasar wanita murahan! kenapa di hari sial begini aku malah bertemu denganmu? Lihat bahkan penerbangan hari ini di cancel apa itu menurutmu itu hanya kebetulan? atau kau memang wanita pembawa sial? "mencaci maki Nadira sembari menatapnya sinis


"Jaga ucapanmu!, sudahlah lagipula aku tidak punya waktu untuk meladeni wanita seperti mu, ini uang untuk mengganti minumanmu" tegas Nadira pergi begitu saja tanpa memperdulikan cacian wanita itu kepadanya.


"Cih dasar wanita sialan! lihatlah saja kau akan menyesalinya" marah Rossa saat melihat Nadira mulai jauh dari pandangannya


"Apa yang kau lakukan?lepaskan aku! "teriak Nadira berusaha memberontak


Namun pria itu terus membawa Nadira keluar dari bandara yang kemudian membawanya masuk kedalam mobil dan langsung menghempaskan tubuh Nadira kasar hingga membuat wanita itu merintih kesakitan.


"Mengapa kau membawanya kemari?" tanya seseorang yang duduk di kursi depan


"Nyonya yang menyuruh saya tuan"


"Dasar wanita itu apa kali ini yang akan dilakukannya?" pikir Regan tak bergeming dari tempatnya.


"Siapa kau? cepat lepaskan aku! " teriak Nadira kepada pria didepannya membuat Regan menoleh sembari tersenyum kearah Nadira


" Ah kau ternyata! Regan tolong suruh pria ini melepaskan ku " ucap Nadira perasaannya sedikit lega saat melihat Regan disana

__ADS_1


Namun Regan tidak mengeluarkan sepatah kata ia hanya tertawa membuat Nadira semakin takut


"Ada apa dengan mu kenapa kau tertawa?" tanya Rossa sembari duduk de sebelah pria itu


" Mengapa kau membawa dia kemari?" mulai melajukan mobilnya yang membuat Nadira berteriak histeris


"Entahlah tapi yang jelas aku ingin memberinya pelajaran" sinis Rossa menatap Nadira tajam


"Kau tahukan jika ketahuan Alex kita berdua akan kena imbasnya?"


"Aku tidak peduli, aku akan membuat hidup kedua pria itu hancur melalui wanita ini biar mereka tahu bagaimana rasanya ditinggal orang yang kita sayang sepertinya sangat menyakitkan bukan?" ucapnya tersenyum sinis


"Regan aku mohon berhenti tolong turunkan aku disini" teriak Nadira terus-menerus membuat kedua orang yang duduk di kursi pengemudi merasa jengkel


"Cepat kau bius dia suaranya membuat gendang telinga ku rusak"


"Aku mohon jangan lakukan itu Regan " ucap Nadira histeris saat melihat pria itu tak berpihak padanya


"Cepat bius dia " perintah Regan lagi tidak menanggapi ucap Nadira


Nadira semakin memberontak saat melihat jarum suntik tersebut namun dengan kuat pria itu mencengkram lehernya hingga jarum suntik itu tertancap di leher jenjangnya membuat wanita itu seketika merasa lemas dan perlahan-lahan mulai kehilangan kesadarannya.


"Kak tolong aku" hela Nadira di ujung kesadarannya bersamaan dengan air matanya sejak tadi terus mengalir


"Dasar wanita payah rasain itu" desis Rossa saat melihat Nadira telah pingsan


"Maaf tuan, kami sudah mengelilingi seluruh bandara tetapi kami belum menemukan nona Nadira" ucap Lucas diujung telpon


"Aku tak mau tahu! kau harus segera menemukannya" bentaknya lalu mematikan telpon tersebut


"Kemana sebenarnya dia pergi? bukankah penebangan hari ini telah dibatalkan? Nadira kumohon kembalilah aku akan berubah semuanya "ucap Alex mengusap wajah prustasi

__ADS_1


__ADS_2