Menikah Karena Dendam

Menikah Karena Dendam
MKD 49


__ADS_3

Setelah panggilan terputus, Siti kembali mencoba menghubungi nomer ponsel tersebut, namun tidak ada jawaban sama sekali sehingga membuat Siti langsung menghubungi Farah. Panggilan pertama, Farah pun langsung menjawab.


"Apa bu? Kapan? Baiklah, Farah ke panti sekarang." Kata Farah setelah mendengar perkataan Siti dari sambungan telepon.


"Ada apa? Apa yang terjadi di panti." Tanya Baby, yang saat ini sedang mengemudi mobil.


"Balik ke panti. Ibu menelpon, barusan Afika menghubungi ibu." Jawab Farah, hingga membuat Baby spontan menginjak rem mobilnya.


"Kau ingin membuat kita mati? Untung saja tidak ada kendaraan dari belakang." Kata Farah dengan suara kerasnya.


"Se-serius? Afika menelpon?"


"Ya, ibu barusan bilang."


Baby kembali menginjak gas mobilnya menuju panti. "Telpon kak Adrian sekarang juga." Ucap Baby sambil memberikan ponselnya.


"Tidak di jawab." Kata Farah setelah beberapa kali mencoba menghubungi Adrian.


"Sial!" Umpat Baby. "Kalau begitu telpon Rio sekarang juga." Pinta Baby.


"Aku? Telpon Rio? No Baby! Jangan harap"


Baby langsung melirik Farah dengan tajam. Ya, Baby tahu Farah dan Rio sama sekali dua manusia yang seperti magnet yang sama-sama memiliki arus negatif saling bertolak belakang. Dimana ada Rio dan Farah maka di situ ada pertengkaran yang terjadi.


"Lupakan permusuhan dirimu. Hubungi Rio, agar Rio bisa menghubungi kak Adrian. Biar Afika bisa dengan muda di temukan." Jelas Baby membuat Farah, mau di mau harus menelpon Rio.

__ADS_1


••••


Farah dan Baby langsung serentak berlari masuk ke dalam panti.


"Ibu.." Teriak Farah, sambil memeluk tubuh Siti, di susul Baby yang kini duduk di kursi dengan nafas yang sulit ia atur.


"Mana nomer ponselnya bu, biar Farah coba hubungi." Kata Farah, lalu Siti memberikan nomer ponsel tersebut. Dan sama saja, panggilan Farah tidak di jawab sama sekali.


••••


Adrian mengabaikan ponselanya yang terus berdering saat melihat nama Baby yang tertera di layar ponselnya. Bukannya menjawab, Adrian justru mengirim sejumlah uang ke rekening Baby, karena Adrian pikir, mungkin saja Baby meminta uang karena saat ini Baby sedang pergi berjalan-jalan dengan Farah, namun beberapa saat kemudian, ponsel Adrian kembali berdering dengan nama panggilan yang berbeda. Rio sang asisten yang kali ini menghubunginya, dan tak butuh waktu lama, Adrian pun langsung menjawab.


"Ada apa Rio? Apa ada kabar terbaru?" Tanya Adrian.


"Tuan, nyonya Afika baru saja menghubungi panti, dan saat ini Baby dan Farah sedang dalam perjalanan, begitupun dengan saya tuan."


Dan tanpa menjawab, Adrian langsung memutuskan sambungannya dan dengan segerah berangkat ke panti.


••••


Rio dan Adrian serentak tiba di panti.


"Mana nomer ponselnya." Tanya Adrian dan Farah langsung memberikan nomer ponsel itu pada Adrian. Adrian mencoba menghubungi namun tidak ada jawaban sama sekali.


"Percuma, aku, ibu dan Baby sudah bergantian menghubungi namun tidak ada jawaban sama sekali." Ucap Farah.

__ADS_1


"Rio, cari titik lokasi nomer ponsel ini, SEKARANG!" Titah Adrian yang tidak ingin di bantah dan tidak ingin ada kegagalan. Ya, kali ini Adrian tidak ingin kehilangan sosok Afika lagi dalam hidupnya.


Dan hanya beberapa menit kemudian, Rio langsung menemukan dimana titik keberadaan nomer ponsel tersebut.


"Tuan, saat ini lokasi nomer tersebut berada di mall lebih tepatnya berada di bioskop."


"Sekarang juga kita ke sana." Pinta Adrian dan langsung bergegas ke mobil di susul oleh Baby, Farah dan Rio.


Saat Farah hendak keluar dari pintu panti, Rio pun yang hendak keluar hingga membuat keduanya sulit keluar karena tubuh mereka sama-sama berada di pintu.


"Aku yang lebih dulu." Kata Farah, sambil menatap tajam Rio.


"Kau itu, selalu saja menggangguku."


"Hey! Kau yang pengganggu." Balas Farah.


Keduanya saling bertatapan dengan aurah permusuhan dari kedua mata mereka.


"Ingat, benci dan cinta itu beda tipis. Aku khawatir kalian bisa jadi saling mencintai." Teriak Baby hingga keduanya sama-sama mundur.


"Amit-amit jatuh cinta sama pria kulkas."


"Jatuh cinta sama mak lampir? Tidak ada dalam kamusku." Gumam Rio.


•••••

__ADS_1


Siswi yang sedang asyik menonton di bioskop itu, yang mengaktifkan mode senyam di ponselnya sama sekali tidak mendengar jika ada panggilan masuk. Dan saat film berakhir betapa kagetnya penonton yang berada di dalam bioskop saat mendengar pengumuman jika semua pengunjung di larang keluar karena ada hal yang harus di pastikan.


Siswi yang bernama Salsa itu langsung merogoh tasnya, mengambil ponsel miliknya. Dan betapa kagetnya saat melihat begitu banyak panggilan masuk dari nomer ponsel yang tidak ia save namanya. Dan bukan hanya satu nomer, melainkan banyak sekali nomer ponsel yang menghubunginya.


__ADS_2