Menikah Karena Dendam

Menikah Karena Dendam
BAB 16


__ADS_3

...Di rumah antos...


"ma ini gak bisa di biarin bisa-bisa nya wanita sialan itu di oerlakukan dengan baik oleh tirta"ujar tia dengan wajah paniknya sebab ia menyukai adik iparnya itu


"kita harus melakukan sesuatu ma"ujar tia lagi kepada ibu nya


"tenag saja sayang ,mama sudah membuat rencana untuk menghancurkan gadis sialan itu"ujar sinta dengan senyum licik nya


"kita akan membunuh nya"sinta yang masih dengan senyum licik menatap tia


"rencana gimana ma?"tanya tia penasaran ,dan kemudian sinta membisikan sesuatu ke telinga tia


"rencana yang bagus ma"tia yang tersenyum dan menepuk telapak tangan dari ibu nya


"denagn begitu kau bisa menggoda tirta dan kita akan menjadi kaya"sinta tertawa dengan keras


"tentu saja ma"tia pun ikut tertawa bersama ibu nya


...****************...


...Dirumah sakit...


1 hari kemudian..


"sayang"


"iya mas"jawab zahwa


"kata dokter tadi kamu sudah di izinkan pulang sayang"ujar tirta kepada istrinya itu


"baiklah mas"jawab zahwa


di tengah perbincangan mereka


"tok tok tok"ada orang yang mengetuk pintu kamar rawat inap zahwa


"silahkan masuk"zahwa mempersilahkan masuk


Dan ternyata di deoan pintu itu adalah dokter


"nona zahwa apakah tubuh nona sudah enakan?"tanya dokter itu


"alhamdullilah sudah dokter"zahwa menjawab sambik tersenyum kepada dokter tersebut


sebelum nona pulang zahwa di periksa tekanan darah dan denyut jantung anak nya dulu dan dokter utu mencabut infus yang berada di tangan zahwa


"pak tirta nona zahwa sudah boleh pulang"ujar dokter itu


"terima kasih dokter"zahwa berterima kasih kepada dokter karena sudah merawat nya beberapa hari di rumah sakit itu

__ADS_1


"sama-sama nona zahwa"dokter itu tersenyum kepada zahwa dan tirta


"baiklah kalau begitu saya ijin keluar dulu pak tirta dan nona zahwa suster akan membantu pak tirta mengambil obat nona zahwa"


Kemudian dokter itu keluar dari kamar rawat inap milik zahwa setelah anggukan dari tirta


"ayo kita pulang sayang"ujar tirta yang kemudian menggendong zahwa ke kursi roda


"mas turunin zahwa mass,zahwa bisa jalan mass"pekik zahwa


"zahwa malu di liat suster itu"zahwa berbicara kembali denagn pipi menerah karena malu tentu saja hal itu membuat senyum di bibir tirta karena ia merasa gemas denagan istrinya itu


Setelah mendapatkan obat kemudian tirta mendorong kursi roda istrinya itu ke tempat parkir mobil di mana mereka berdua sudah di tunggu oleh pak tono supir pribadi tirta


"hallo nona"sapa pak tono


"hallo pak"sapa zahwa kembali


"perkenalkan saya supir di rumha pak tirta"pak tono memperkenalkan diri nya


"perkenalkan saya zahwa pak"ucap zahwa sambil memperluhatkan senyum nya kepada pak tono dan membuat tirta cemburu


"ayo pak"ucap tirta ketus ,dan kemudian mengangkat istrinya itu untuk masuk ke dalam mobil


Di perjalanan pulang zahw atidak melihat jalan pulang sebagaimana biasanya


"mas ini kita mau ke mana?"tanya zahwa yang bingung


"kenapa kita ke sana mas?"tanya zahwa kembali kepada tirta


"mulai sekarang kita akan tinggal di sana sayang"jawab tirta kembali sambil menatap istri nya


"kenapa begitu mas?"


"karena rumah utama luas zahwa ,agar kamu nyaman di ruamh itu"jawab tirta dengab lembut


"di apartemen zahwa nyaman juga kok mas"ujar zawha


"tapi aku ingin kau berada di tempat luas dan nyaman sayang, di sana kau tak perlu memeasak dan membersihkan ruamah karena sudah ada pembantu" ujar tirta


"kalau begitu baik lah mas tirta"


Di tengah perjalanan tiba-tiba zahwa melihat tempat penjual martabak ,dan


"berhenti"teriak zahwa denan suara melengking milik nya


Sontak saja triakan zahwa membuat pak tono terkejut mendenagar suara melengking milik zahwa


"ada apa nona"tanya pak tono yang masih kaget mendengar triakan istri majikan nya itu

__ADS_1


"berhenti"pekik zahwa lagi ,dan kemudian mobil itu di berhentikan oleh pak tono


"ada apa sayang"tanya tirta yang sempat terkejut mendengar suara melengking istri nya itu


"mass zahwa mau martabak"sambil memohon dan menunjukan mata berbinarnya


"gak boleh ,kata dokter gak boleh"tirta yang melarang zahwa dan dia tidak melihat muka zahwa karena dia akan kasian jika menatap istri nya itu


"tapi zahwa pingin banget mas"mata zahwa yang mulai memerah dan bibir cemberut menatap zahwa


"gak zahwa"tolah tirta lagi


"tapi mas"bola mata zahwa yang muali berair


"gak zahwa mas bilang gak"tirta menekan perkataan nya itu ke pada zahwa , dan


"huaa huaaa hua zahwa mau martabak pokok nya zahwa mau martabak mas huaaa"zahwa mulai menangis kepada tirta


Tirta kemudian mengingat perkataan dokter bahwa harus menuruti permintaan istri nya itu


"baiklah sayang ,jang menangis"tirta menghapus air mata zahwa


"pak tolong belikan istri saya martabak itu pak"tirta yang menunjuk tempat penjual martabak dan mengeluarkan uang di dalam dompet nya


"tapi zahwa mau mas tirta yang beli"ucap zahwa dengan takut


"hah"tirta terkejut mendengar istri nya itu


"biarkan pak tono yang membeli nya"ujar tirta dan di sambut wajah yang ingin menangis zahwa


"pak tirta sebaiknya turuti kemauan istri bapak ,istri bapak kan sedang hamil"ujar pak tono kepada majikan nya itu


"apa hubungan nya hamil sama martabak pak"tirta yang ingin marah mendengar perkataan pak tono


"itu permintaan dari anak bapak langsung,wanita hamil memang sering begitu pak itu di sebut dengan mengidam pak,waktu istri saya hamil saja ia menyuruh saya membeli pepaya yang di tanam di arab saudi"ujar pak tono sambil menceritakan ngidam istri nya dulu


"terus bapak beli gitu pepaya yang tumbuh di arab saudi nya"zahwa yang awalnya sedih kemudian oenasaran dengan perkataan dari supir suami nya itu


"tentu saja tidak ,mana mungkin di pepaya di tempat gurun seperti itu nona jadi saya belikan saja pepayanya di pasar"pak tono dan zahwa tertawa dengan cerita itu dan tentu saja tidak dengan tirta yang menatap mereka berdua dengan datar


"biar aku saja yang membeli martabak itu"ujar tirta kemudian turun dari mobil


"dasar orang-orang aneh"guman tirta setelah menutup pintu mobil


"martabak manis ya sayang"teriak zahwa dari dalam mobil


Sesampainya tirta ke tempat jual martabak


"mas martabak manis nya saru"tirta yang memesan martabak di tengah keramaian orang membeli

__ADS_1


"aduh ,pak tirta ya"teriak wanita yang ada di sana


__ADS_2