Menikah Karena Dendam

Menikah Karena Dendam
Permohonan Regan


__ADS_3

Happy reading 😊


"Bagus! Beberapa menit lagi aku akan segera ke sana"


Kemudian Alex memutuskan sambungan telponnya lalu beralih menatap Nadira yang tampa ia sadari telah menatapnya sejak dari tadi.


" Ada apa? Apa ada sesuatu yang ingin kau katakan? " tanya Alex antusias saat di lihatnya tatapan Nadira begitu dalam menatapnya


Nadira menggeleng lalu memalingkan wajahnya belum siap mengatakan apa yang menjadi objek pikirannya bahkan dirinya sendiri masih bimbang dengan perasaannya.


Jika aku memilih pergi apakah Alex akan melepaskan ku begitu saja? Apalagi ia sudah tahu aku mengandung anaknya


Jika aku bertahan apa aku sanggup? oh tuhan tolong apa yang harus aku lakukan


Memikirkannya saja membuat ku takut, sementara pilihan nya hanya satu antara bertahan atau pergi.


"Baiklah jika tidak ada yang ingin kau katakan. Istirahatlah aku akan segera kembali jika ada sesuatu yang kau inginkan kau bisa menghubungi ku atau memintanya pada bodyguard di depan" jelas Alex hendak pergi


Sementara Nadira mengangguk menatap ke pergian Alex yang hampir hilang di balik pintu Nadira menyeka air matanya saat melihat kepergian Alex.


" Apa yang kau harapkan darinya Nadira? Jangan bodoh! dia tidak mencintai mu. dia tidak peduli dengan mu lihat? Bahkan disaat kau sakit seperti ini ia lebih mementingkan pekerjaannya dari pada dirimu apa itu belum cukup? jangan terlalu naif nadira berhenti mengharapkan pria itu " ucap Nadira pada dirinya sendiri sembari memukul dadanya yang terasa sakit dan sesak begitu juga dengan air mata terus mengalir membasahi pipinya.


Kedua bodyguard tersebut beranjak sembari menunduk saat melihat Alex telah keluar dari ruangan Nadira


"Jika terjadi sesuatu segera hubungi aku" ucap Alex


"Baik tuan " ucap mereka patuh

__ADS_1


Alex langsung bergegas ke parkiran dan mulai melajukan mobilnya.


Buk..


Buk..


Buk..


Buk..


Bunyi pintu gudang di tendang paksa mengalihkan perhatian semua orang termasuk Kevin yang sejak tadi telah memberi pelajaran pada Regan tampak darah segar mulai mewarnai lantai putih itu


"Alex " teriak Regan berlari menuju Alex dengan susah payah hingga membuatnya tersungkur di depan kaki Alex


"Tolong aku! Aku mohon tolong aku! " ucap Regan menunduk sambil memegangi kaki Alex


Sementara Alex menatap kearah Kevin merasa bingung saat melihat pria itu lebih dulu datang dari pada dirinya padahal seingatnya ia tak memberitahu pria itu.


"Apa kau sadar apa yang kau lakukan? Tanya Alex dingin


"Aku benar-benar minta maaf Alex , aku mohon ampui aku"


Buk..


Tiba-tiba Alex langsung menendang wajah Regan merasa muak dengan permintaan maaf yang di lontarkan Regan kepadanya


"Mengampuni mu? Apa aku terlihat orang seperti itu? Tanya Alex tajam berjongkok sembari menatap ke arah Regan yang tampak telah di lumuri darah

__ADS_1


"Aku tahu tapi setidaknya kasiani aku bukankah kita teman? "


"Teman? Wow mulut mu sepertinya perlu di robek bagaimana bisa kau mengatakan kita teman setelah melakukan semua ini?" tanya Alex sinis


"Apa kau sudah gila? " tanya Alex geram menarik rambut Regan kasar


Namun Regan Hanya tersenyum sinis sembari menepis tangan Alex dari kepalanya


"Aku tahu ini pasti akan terjadi tapi aku senang telah melakukannya meskipun sepenuhnya tidak berhasil" kekeh Regan berusaha untuk berdiri


Amarah Alex semakin bergejolak saat mendengar ucapan Regan seolah tidak menyesali perbuatannya membuat Alex semakin naik pitam


"Apa kau benar-benar ingin mati ha? " teriak Alex marah


Namun Regan hanya tertawa menatap Alex lalu beralih menatap Kevin


"Ini semua salah mu andai saja kau tidak muncul hari itu ini semua tidak akan terjadi " teriak Regan prustasi sembari mendorong tubuh Alex menjauh darinya


"Apa maksud mu? Apa kau kira dengan bicara omong kosong seperti ini aku akan membebaskan mu? Jangan terlalu banyak berharap sialan "


"Sudahlah kau tidak akan mengerti cepat bunuh aku lagipula aku sudah tidak sanggup hidup dalam rasa bersalah ini " ucap Regan


"Jangan bertele-tele sebenarnya apa yang ingin kau katakan bajingan! " marah Alex melayang satu tinju tepat di wajah Regan membuat pria itu tersungkur ke lantai Namun Alex langsung menariknya dan memaksanya untuk berdiri.


" Jangan berlagak sok hebat Alex kau hanya hama yang tiba-tiba muncul dan merusak semuanya "ejek Regan lagi


Emosi Alex semakin menjadi-jadi rasanya ia ingin menghancurkan mulut Regan sampai sang empu tidak bicara bersuara

__ADS_1


Namun Kevin langsung mencegahnya


"Berhenti Alex jika aku memukulnya lagi dia bisa mati " marah Kevin saat melihat Alex seperti kesurupan memukul wajah Regan tanpa ampun.


__ADS_2