Menikah Karena Dendam

Menikah Karena Dendam
MKD 71


__ADS_3

Saat jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam, Adrian memutuskan untuk membuat segelah susu dan juga kopi, lalu Adrian perlahan masuk ke dalam kamar Lion.


"Apa Lion sudah tidur?" tanya Adrian, sambil berjalan masuk.


"Iya, ada apa?" Tanya Afika.


"Sini." Adrian menepuk sofa agar Afika duduk tepat di sampingnya. "Minumlah, spesial untukmu." Tawar Adrian memberikan segelas susu hangat pada Afika.


Afika tersenyum sambil mengambil gelas tersebut dan duduk tepat di samping Adrian.


"Kau tahu sayang. Waktu aku tidak sadarkan diri, setiap hari aku selalu mendegar suaramu."


"Mendengar? Lalu kenapa kau tidak bangun? Kenapa hanya terus terbaring, tanpa ingin melihatku dan Lion."


"Itu karena aku merasa hidup denganmu di sana." Ucapan Adrian mampu membuat Afika terdiam dan menatap wajah Adrian. "Disana, kau dan Lion juga ada. Tapi bedanya, di sana kau memperlakukan ku dengan baik, memaafkan aku. Di sana keluarga kita sangat bahagia, itulah mungkin mengapa aku tidak bisa membuka mataku. Tapi, saat kau bilang ingin pergi, aku takut. Takut sekali."


"Tidak usah takut lagi. Aku dan Lion sudah ada di sini. Tapi tetap, kau harus ingat dengan janjimu,."

__ADS_1


"Aku tahu sayang. Terima kasih sudah mau menungguku, terima kasih sudah setia berada di sisiku selama aku tertidur. Aku beruntung bisa mengenal dirimu. Maaf, kalau aku masih banyak kurangnya."


Lagi dan lagi, Afika hanya tersenyum.


"Sayang."


"Ya."


"Sayang."


"Ada apa? Jangan membuat ku emosi Adrian."


Perkataan Adrian mampu membuat Air mata Afika terus berjatuhan karena merasa terharu. Dan spontan kepala Afika mengangguk menerima lamaran Adrian. Ya, walau mereka sebenarnya sudah resmi menjadi suami istri, hanya saja perlakuan seperti ini bisa membuat wanita akan merasa bahagia dan di hargai.


"Terima kasih sayang. Karena sudah selalu sabar dalam menghadapi diriku." Ucap Adrian lalu memasangkan cincin di jari manis Afika, kemudian ingin mencoba memeluk Afika, namun spontan tubuh Afika mundur kebelakang. "Ada apa?" tanya Adrian yang kaget melihat penolakan spontan dari Afika.


"Aku keluar dulu." Afika langsung berlari keluar dari kamar Adrian dan masuk ke dalam kamar Baby.

__ADS_1


Adrian yang merasa bingung, hanya diam saja. Dan setia menunggu Afika di dalam kamar Lion. Namun, hingga satu jam kemudian, Afika tak kunjung datang membuat Adrian memutuskan untuk mencari Afika.


Saat mencari Afika, tiba-tiba Baby keluar dari kamarnya.


"Baby apa kau melihat Afika?"


"Biarkan Afika malam ini tidur di kamarku. Aku akan menjaga Lion." Ucap Baby.


"Tidak, biar aku saja yang menjaga Lion. Tapi, Baby. Apa yang Afika lakukan di dalam kamarmu?"


"Ini masalah perempuan, aku harap kak Adrian bisa mengerti."


Adrian kembali ke dalam kamar Lion, dan memutuskan untuk tidur bersama Lion malam ini tanpa Afika di sisi mereka.


"Masalah perempuan? Apa itu?" Gumam Adrian.


••••

__ADS_1


"Maafkan aku Adrian." Batin Afika.


__ADS_2