Menikah Karena Dendam

Menikah Karena Dendam
Siuman


__ADS_3

Happy reading 😊


Senyum Alex terbit saat selesai menerima telpon dari Kevin tersebut


"Nadira sudah sadar pah." ucapnya senang


"Syukurlah nak. Papa turut senang mendengarnya kalau begitu ayo kita kesana sekarang "


" Iyaa pah"


Nadira membuka mata perlahan. Ia memandang langit-langit yang tampak asing membuatnya linglung sejenak. Ia merasa tubuhnya sangat lemas dan nyeri menjalar ke seluruh tubuhnya. Awalnya Nadira merasa bingung kenapa ia memakai infus, namun setelah mengingatnya lagi ia jadi mengingat semuanya.


Sementara Kevin langsung berlari keluar memanggil dokter


"Benar, aku akan dilecehkan oleh orang itu.


Apakah.... Apakah dia berhasil melakukannya?"Air mata Nadira mulai keluar dan membasahi wajahnya.


"Apakah kak Kevin datang terlambat? Dan orang itu berhasil melecehkan ku?' Nadira menangis dalam diam karena sangat takut semua yang dipikirkannya benar, dadanya terasa sesak ketika memikirkannya.


'Hiks... sebenarnya mengapa?Mengapa hal seperti ini selalu terjadi padaku? Padahal aku tidak pernah menyakiti siapapun, aku tidak pernah mengganggu atau mengusik siapapun, aku tidak pernah tapi kenapa Hiks.. Hiks "


Nafasnya mulai tidak stabil ia meremas dadanya mencoba menghilangkan nyeri seperti menusuk di dadanya.

__ADS_1


"Nadira tenanglah dokter akan segera datang" ucap Kevin kembali lagi ke kamar Nadira saat melihat sang adik menangis


"Hei tenang lah jangan menangis seperti itu kakak sangat khawatir melihatnya. " ucap Kevin tampak panik melihat Nadira tak kunjung berhenti dari tangisnya


"Pria itu apa dia..? " ucap Nadira semakin terisak


"Pria siapa Nadira tidak ada siapapun disini tenanglah jangan pikirkan yang macam-macam"


"Jadi benar pria itu berhasil melakukannya? "


"Pria siapa maksudmu kakak tidak mengerti" ucap Kevin bingung bersamaan dengan itu terdengar suara pintu terbuka membuat Kevin segera menoleh


"Alex tolong kau tenangkan dia sepertinya dia sangat shock. Aku tidak mengerti sejak tadi dia hanya mengatakan pria itu aku tidak mengerti pria siapa yang dia maksud "


Alex mengangguk berjalan menghampiri Nadira terlihat tampak menunduk sembari menekuk kedua lututnya.


"Aku minta maaf. Ini semua salah ku jika aku tidak pergi mungkin semua ini tidak akan terjadi aku sudah kotor, aku sudah kotor " ucap Nadira semakin terisak sembari memukul-mukul dadanya.


Kevin yang mendengarnya tampak ingin marah saat tahu kemana arah perkataan adiknya itu. namun Indra langsung mencegahnya dan membawanya keluar


"Biarkan mereka. Aku akan menceritakan semua yang terjadi" ucap Indra membuat Kevin langsung keluar dari ruangan tersebut.


"Nadira dengarkan aku" ucap Alex menangkup pipi Nadira lalu mengecupnya lembut

__ADS_1


"Jangan pikirkan yang tidak-tidak. Kau tidak dilecehkan olehnya! Dia tidak berhasil melakukannya aku datang tepat waktu sebelum dia melakukannya" ucap Alex menenangkan


"Nadira! Ayo tenang lah tarik nafas mu pelan-pelan semua baik-baik saja " ucap Alex mengusap air mata Nadira


Tak lama Nadira mulai tenang nafasnya mulai stabil tatapannya yang kosong sekarang sudah terlihat fokus dan lebih baik


"Alex..." panggil Nadira pelan


"Tenanglah jangan di pikirkan lagi "


"Apa benar dia tidak berhasil melakukannya? " tanya Nadira sedih


"Dia tidak melakukan apa pun padamu sayang, aku datang tepat waktu sebelum dia melakukannya " jawab Alex tegas dan menyakinkan


"B-benarkah?"


"Yaa, bahkan bayi kita juga di dalam sini juga baik baik saja " ucap Alex mengelus perut Nadira yang tertutup selimut tersebut


"K-kau bagaimana bisa kau tahu? "


"Sudahlah itu tidak penting sekarang. sekarang istirahat lah " ucap Alex lalu keluar Nadira ruangan tersebut


"Brengsek apa yang membuatnya segila itu sampai ingin membunuh dan melecehkan Nadira " amuk Kevin marah saat dia telah tahu musibah yang menimpa adiknya

__ADS_1


"Aku juga tidak tahu apa alasan dia melakukannya yang jelas kita harus kerja sama menangkapnya jika tidak mungkin Nadira dalam bahaya" jelas Alex tiba-tiba muncul membuat keduanya menoleh


"Itu ide yang bagus baiklah aku akan menyuruh anak buahku untuk mencari keberadaannya " tegas Kevin tampak tangannya mengepal kuat matanya tampak memerah menahan amarah


__ADS_2