Menikah Karena Dendam

Menikah Karena Dendam
Masalah


__ADS_3

Happy reading 😊


Paginya Alex terbangun saat merasakan sebelah tangannya sedikit pegal. ditatapnya wanita di sebelahnya terlihat masih memeluknya.


dengan hati-hati Alex melepas pelukan wanita tersebut lalu duduk sambil meregangkan otot yang membuat tangannya pegal. tapi masih fokus menatap wajah Nadira yang terlihat masih nyenyak dalam tidurnya


Sebenarnya apa yang terjadi padanya? mengapa dia terlihat sangat ketakutan padahal hanya mati lampu,


Cih dasar bahkan cegukannya masih terdengar Bagaimana bisa dia masih ingat bahkan aku sudah hampir lupa, apa jangan-jangan Dia melihat semua kejadian itu? membatin


Alex memilih beranjak dari kasur karena pikirannya mulai menjalar entah kemana mana.Ia pun mulai bersiap untuk kekantor Alex mulai memilih pakaian yang ingin digunakannya karena biasanya Nadira yang menyiapkan semua kebutuhan tapi saat melihat Nadira masih tertidur pulas entah mengapa ia merasa tidak enak hati untuk membangunnya.


1 jam kemudian


Alex sudah duduk di kursinya sembari menatap beberapa berkas di atas mejanya keningnya berkerut saat membaca beberapa isi dari dokumen tersebut. Amarahnya kian bergejolak nafasnya memburu.


"Apa apaan ini semua!" bentak Alex marah lalu mencampakkan beberapa dokumen tersebut hingga berhamburan dan jatuh ke bawah lantai.


Lucas dan karyawan yang sejak tadi berdiri di ruangan tersebut terkejut dan takut melihat berubah Alex


"Maafkan saya tuan, saya juga tidak tahu mengapa semua ini bisa terjadi" ucap Lucas


" Maaf katamu kau kira dengan kata maaf ini semua selesai ha? " bentak Alex


" Bagaimana bisa ini terjadi lagi?!! bahkan lebih fatal dari sebelumnya, seharusnya kalian belajar dari kesalahan bulan lalu " ucap Alex marah sembari melonggarkan dasinya yang membuatnya sesak.


" Dimana Dio?!! panggil dia keruangan ku sekarang!!" suara Alex memenuhi ruangan tersebut


"Saya minta maaf tuan, Dio sedang berhalangan hadir karena istrinya sakit" ucap Ria sedikit gugup


"Kurang ajar berani beraninya dia tidak hadir di suasana genting seperti ini" amuknya


"Lucas " teriak Alex kuat membuat pria itu mengangguk dan kembali lagi menunduk


"Aku tidak mau tahu kau cari siapa dalang di balik semua ini atau kau akan mati kali " ancam Alex

__ADS_1


"Keluar kalian! bajingan, pekerjaan begitu saja tidak becus " maki Alex meluapkan emosinya


"Sepertinya aku datang di waktu yang tidak tepat" ucap Regan yang tiba tiba muncul sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


Sorot mata Alex langsung menatap Regan tajam


"Apa yang membawa mu kemari bukankah kita tidak ada janji?"


Regan hanya tertawa menanggapi ucapan Alex


" Mengapa kau terlihat sangat marah bukankah wajar seorang teman datang menemui temannya? ngomong ngomong dimana istrimu? " tanya Regan sembari menatap sekelilingnya


" Ah sial padahal aku ingin bertemu dengannya " ucap Regan pelan tapi masih terdengar jelas di telinga Alex


" Apa kau sudah gila?! apa maksud mu bicara seperti itu" emosi Alex semakin bergejolak


"Kau ini sensitif sekali, aku hanya bercanda, aku hanya mengantarkan ini " ucap Regan sembari menyodorkan map di tangannya


Alex melirik dokumen tersebut sekilas lalu kembali menatap Regan tajam karena emosinya belum meredam


"Hanya dokumen biasa, Baiklah aku pamit lagi pula istrimu tidak ada " kekeh Regan


"Dasar sialan " maki Alex saat melihat tubuh Regan hampir hilang di balik pintu


Alex Kembali duduk di kursinya sembari mengacak rambutnya kasar lalu mengotak atik laptop di depannya amarahnya bergejolak lagi saat melihat beberapa berita menjelek-jelekkan perusahaannya bahkan isu tersebut telah menyebarkan luas di sosial media.


Akibat isu tersebut harga saham perusahaan Alex menurun drastis bahkan para investor-investor juga mulai menarik dana mereka dari perusahaannya.


Alex mencampakkan laptopnya saat melihat isu yang beredar, tampak tangannya mengepal kuat matanya memerah akibat menahan amarah.


Alex keluar dari kantor ia memaki saat melihat beberapa wartawan mulai berlari ke arahnya seolah meminta penjelasan


"Menjauh lah dari ku para bajingan " ucap Alex marah mendorong beberapa wartawan yang menghalangi jalannya


Brakk..!! suara pintu terbuka dan membentur tembok ruangan itu Kevin yang melihat hal itu langsung menatap tajam kearah pintu.

__ADS_1


"Apa kau tidak punya sopan santun!" bentak Kevin marah melihat kemunculan Alex yang tiba-tiba


Alex tidak menyahut tapi bisa dilihat tatapannya seperti ingin membunuh orang yang ada didepannya. tanpa aba aba Alex langsung memukul wajah Kevin dengan keras merasa kurang puas ia ingin memberi satu pukulan lagi. tapi Kevin langsung menangkisnya sembari mengusap wajahnya.


"Brengsekkk!! apa maksud mu melakukan semua ini!" suara Alex menggema di ruangan kedap suara itu.


"Apa kau sudah gila!? memang apa yang ku lakukan" bentak Kevin marah saat di tuduh melakukan sesuatu yang tidak dilakukan nya.


"Jangan pura pura bodoh Kevin! atau aku akan membunuhmu" raut wajah Alex semakin terlihat meradang bahkan ia ingin meninju wajah Kevin kembali.


"Jangan bilang kau marah tak jelas seperti ini karena isu itu? Kevin tersenyum sinis


"Ah ternyata benar"


"Dasar brengsekk!! beraninya kau menuduhku tanpa bukti " amuk Kevin


"Apa perlu bukti! ini semua jelas pasti kau pelakunya"


Kevin tertawa kecil " Aku bisa saja melakukannya tapi aku sudah tidak sudi berurusan dengan bajingan seperti mu" tekan Kevin


"Jangan asal menuduh ku tanpa bukti kau terlihat seperti bajingan hina" kesal Kevin sembari mendorong tubuh Alex menjauh darinya


"Keluar! kedatanganmu benar benar menghancurkan mood ku" marah Kevin lagi


Alex tampak tidak bergeming tapi wajahnya terlihat masih menahan amarah


Selang beberapa menit tiba tiba ponsel Alex berdering ia pun langsung merogoh saku celananya dan mengangkatnya


"Ada apa? " bentaknya


"Maaf tuan, nona Nadira tidak ada di kamarnya bahkan beberapa pakaiannya sudah tidak ada" jelas Sumi di ujung telpon tersebut


"Jangan bercanda bahkan aku meninggalkannya sedang tidur tadi" teriak Alex terdengar seperti putus asa


"Sudah kuduga dia tak akan betah tinggal bersama bajingan seperti mu " maki Kevin saat mendengar percakapan Alex dengan pelayannya.

__ADS_1


__ADS_2