
Happy reading 😊
Beberapa hari berlalu kondisi Nadira mulai membaik hari ini adalah hari kepulangannya dari rumah sakit di mana ia akan kembali lagi ke rumah itu.
Rumah yang sejak dulu yang tidak dianggap rumah olehnya apalagi jika mengingat bagaimana Alex memperlakukannya di dalam rumah tersebut.
Lagi-lagi Nadira hanya bisa menghela nafas panjang saat melihat orang yang datang menjemputnya Ada rasa kecewa sekaligus sakit hati dirasakannya saat ia tahu Alex tidak ada disana.
Nadira bersandar sembari memandang keluar jendela ia hanya diam seribu bahasa saat melihat Lucas mulai melajukan mobilnya dadanya terasa sakit saat melihat Lucas bukan Alex yang menjemputnya. dan parahnya semenjak hari itu Alex juga tak datang lagi menjenguknya atau sekedar mengirim pesan untuk menanyai kabarnya. Hal itu juga yang membuatnya semakin sakit hati ia tak sanggup berkata-kata lagi hatinya cukup terluka jika mengingat semua tentang pria itu.
Nadira mulai turun dari mobil tampak tidak ada yang berubah dari rumah besar itu seperti biasanya para bodyguard dan pelayan sudah disana menyambut kedatangannya
"Selamat datang kembali nyoya" ucap Sumi tersenyum kepada Nadira
Nadira pun langsung membalas senyum pelayan yang sudah dianggapnya seperti ibu itu
Mata Nadira teralihkan saat tak sengaja ia melihat Rossa ada disana Wajah terkejut tampak terlukis sangat jelas di wajahnya
"Kau? Mengapa kau bisa ada disini?" tanyanya terkejut
Rossa berdesis jengkel saat melihat wajah terkejut Nadira ketika melihat dirinya disana dan sialnya memakai pakaian sama dengan pelayan di sebelahnya.
Jika bukan karena ancaman Alex ia takkan mau memakai pakaian seperti itu.jika bukan mengingat kejadian beberapa hari lalu, mengingatnya saja membuatnya merinding sekaligus takut saat dia membayangkan bagaimana tragisnya Regan meninggal di tempat itu.
"Itu bukan urusan mu" ketus Rossa hendak pergi Namun Lucas langsung bersuara membuat tubuh Rossa seketika membeku
"Jaga sikap anda! jika tidak kejadian beberapa hari lalu akan terulang lagi tapi jika ada bersikeras saya bisa melakukannya lebih dari itu" tekan Lucas pada Rossa membuat Rossa menengguk ludahnya kasar wajahnya tampak ketakutan
"Maaf kan saya nyonya saya pekerja baru disini" ucapnya gugup
Nadira tampak bingung mendengar penjelasan yang di lontarkan Rossa banyak pernyataan yang ingin ditanyakan nya seolah tahu Lucas langsung mencegahnya
__ADS_1
" Ayo kita masuk nona tuan Alex sudah menunggu anda didalam"
Membuat Nadira langsung melanjutkan langkahnya
Nadira menghembuskan nafasnya saat ia telah sampai dikamar ia langsung membaringkan tubuhnya diatas ranjang.
"Maaf mengganggu anda ini saya bawakan makan siang untuk anda" Nadira langsung bangkit saat mendengarnya
"Terima kasih letakkan saja diatas meja " ucapnya sembari tersenyum
"Oh iya? Alex mana bukankah tadi katanya dia menungguku? " tanya Nadira antusias
"Tuan Alex? sejak tadi pagi beliau sudah tidak ada di rumah nyonya"
"Ah seperti itu ya, baiklah " senyum di wajah Nadira seketika memudar
Lucas sialan berani beraninya dia berbohong pada ku gumamnya kesal
"Tahu nyonya kalau tidak salah dia mantan istri tuan Alex "
Nadira menggeleng " Kalau tentang itu aku tahu, kau tahu tidak mengapa tiba-tiba dia bekerja disini? " tanya Nadira penasaran
" Masalah itu saya kurang tahu nyonya setahu saya Lucas yang membawanya kemari dan menjelaskan bahwa dia pelayan baru di sini"
"Begitu ya!"
"Iyaa nyonya jika tidak ada lagi yang anda tanyakan saya pamit "
"iya terima kasih " pelayan tersebut mengangguk hendak pergi namun Nadira memanggilnya lagi
"Biasanya Alex pulang jam berapa? "
__ADS_1
"Kurang tahu sih nyonya kadang tuan Alex pulang tidak menentu begitu kadang jam 20:00, kadang 21:00, kadang 22:00,kadang juga tidak pulang "
Nadira menghela nafas mendengar penjelasan dari pelayan tersebut
" Terima kasih kau sudah bisa pergi "
Seperti yang dikatakan pelayan tersebut seperti itulah Nadira bolak-balik melihat jam dan keluar masuk kamarnya menunggu kedatangan Alex tapi ia hanya bisa menghela nafas saat tak melihat batang hidung pria itu.
Nadira beranjak dari kasur ingin ke dapur saat perutnya seolah minta diisi karena ia terlalu banyak bergerak membuat cacing di perutnya kelaparan
Nadira mulai melihat beberapa makanan di atas meja makan tapi saat melihatnya ia tak berselera sedikitpun padahal hidangan diatas meja tersebut sangat mengiurkan.apalagi dibuat chef terkenal di kota itu yang masakannya cukup di minati siapa pun yang mencicipinya.
Tetapi entah apa yang terjadi ia malah tak berselera ia malah berselera saat melihat mie instan di dalam lemari.
Senyum Nadira terbit saat melihat mie instan di dalam lemari tampak ia mulai menelan air liurnya saat melihatnya ia pun mulai mencari bahan-bahan apa yang enak di masak dengan mie instan tersebut.
"Apa yang kau lakukan di tengah malam seperti ini? "
Aktivitas Nadira seketika berhenti saat mendengar suara tersebut
"Kau sudah pulang syukurlah" ucap Nadira mencoba menghilangkan kegugupannya dengan mulai memotong beberapa sayuran yang sudah ia keluarkan dari freezer.
"Apa perlu aku bertanya ulang?" ucap Alex sembari menatap ke arah Nadira yang masih asik memotong sayuran.
Nadira menghentikan aktivitas beralih menatap Alex
"Seharusnya aku yang bertanya kemana saja kau selama ini padahal kau tahu aku sedang sakit " Isak Nadira entah mengapa tiba-tiba ia menjadi menangis
"Ah aku sudah gila apa yang sudah ku katakan sudah lah anggap aku tidak mengatakan apa-apa " ucap Nadira tiba-tiba moodnya untuk melanjutkan masakannya lenyap seketika
"Aku belum selesai bicara kau mau kemana" bentak Alex saat dilihatnya Nadira mulai berlari kecil meninggalkannya
__ADS_1
"Ya! Nadira!" teriak Alex keras tapi Nadira tidak memperdulikannya