
Happy reading 😊
Keesokan harinya Kantor Alexander Lemos tampak sudah berjalan seperti biasanya isu mengenai perusahaan tersebut telah lenyap begitu saja saat Indra ayah Alex turun tangan memberantas masalah yang menimpa perusahaan tersebut.
Tampak beberapa poster buronan mulai tersebar di mana-mana bahkan uang yang dilampirkan di foster tersebut tidak main-main harganya membuat siapapun yang melihatnya akan tergiur dengan nominal yang tertera di foster tersebut.
" Ah sial! sepertinya mereka benar-benar ingin menangkap ku" Regan memaki saat melihat poster dirinya telah terpajang di mana-mana membuat pria berkulit hitam manis itu menutupi wajahnya dengan masker seadanya berlari begitu saja ke kantornya ingin mengambil berkas dan beberapa barang yang menurutnya berharga di kantor tersebut dan ingin segara melarikan diri ke Amerika ke tempat yang sudah lama di tinggali nya.
"Aku harus cepat sebelum mereka menemukan ku " ucap Regan terburu-buru memasuki kantornya
Namun ia terkejut bukan main saat melihat kantornya sudah tidak layak lagi di sebut kantor lebih tepatnya seperti kapal pecah bagaimana tidak semua barang-barang disana telah berserakan di lantai bahkan beberapa diantaranya sudah hancur berantakan.
" Para bajingan itu ternyata sudah mencari ku kesini aku harus cepat " ucap Regan mulai berjalan keruang kerjanya.
Alex menatap pantulan dirinya di cermin, tampak gagah dengan jas berwarna hitam dengan dipadukan kemeja putih dan juga dua kancing teratas yang dibuka, menambah kesan tampan pada dirinya.
"Bagaimana apa kau sudah menemukannya? " tanya Alex mengintimidasi sorot matanya menatap Lucas begitu tajam.
"Maaf tuan saya akan segera menemukannya"
"Hah Brengsek! Naikin lagi nominal buronannya "
__ADS_1
"Baik tuaan. "
"Kurang ajar kemana perginya bajingan itu " makinya lalu beranjak pergi ingin menemui Nadira
Dengan cepat Regan mencari berkas yang menurutnya penting tak lupa mengambil paspornya dan ingin segera pergi dari sana.
Namun Regen berhenti saat mendengar beberapa langkah kaki
"Sial siapa lagi itu? " makinya dengan hati-hati Regan bersembunyi di bawah meja.
Bruk
"Siapa itu? " suara lantang yang berasal dari pria itu membuat Regan meneguk ludah yang terasa pahit dengan susah payah.
Namun beberapa detik kemudian pria itu terhenti saat mendengar teriakan dari rekannya membuat Regan menghela nafas sedikit lega tak berapa lama orang-orang tersebut pun pergi meninggalkannya.
Merasa aman Regan mulai keluar dari tempat persembunyian dengan langkah terburu-buru Regan berjalan ke arah mobilnya namun ia terhenti saat melihat poster dirinya begitu besar menutupi mobilnya dengan nominal buronannya tampak sudah dinaikkan lagi.
"Dasar bajingan bagaimana bisa mereka tahu aku disini " maki Regan berbalik badan ingin melarikan diri dari sana
Namun belum sempat melakukannya tiba-tiba satu tembakan mengenai kakinya membuat pria itu berteriak kesakitan
__ADS_1
"Dasar pengecut! biasa-biasanya kau ingin melarikan diri setelah melakukan semua ini " marah Lucas sembari menyimpan pistol tersebut di saku jasnya
"Dasar brengsek aku akan membunuhmu" maki Regan sembari menahan rasa sakit di kakinya
"Coba saja! lihat bahkan sekarang kau tidak bisa apa-apa" ejek Lucas
"Cepat kalian bawa dia" perintah Lucas meninggalkan Regan yang tampak mulai pucat karena darahnya terus mengalir.
"Bagaimana kabar mu sayang apa sudah mendingan? tanya Alex mengusap puncak kepala Nadira saat dilihatnya wanita itu melamun tak menyadari kehadirannya
Nadira tersenyum sembari menggeleng cepat
"Syukurlah aku senang melihatnya masalah itu jangan di pikirkan lagi biar aku yang mengurusnya "
"Alex.." panggil Nadira Namun ponsel Alex tiba-tiba berbunyi
"Sebentar ya sayang aku angkat telpon dulu" ucap Alex beranjak lalu mengangkatnya
Aku harus cepat mengakhiri hubungan ini lagi pula dia tidak mencintai ku semoga saja dia mau menerima keputusan ku batin Nadira entah mengapa hatinya terasa berat mengatakannya membuat wanita itu tanpa sadar meneteskan air mata.
sembari tatapan Alex yang tampak masih sibuk berbicara dengan seseorang di ponselnya.
__ADS_1