
Happy reading 😊
"Apa benar kau sedang hamil?" tanya Regan intens lalu beralih menatap bagian perut Nadira
Sementara Nadira hanya diam tak menjawab namun kini rasa takut mulai menjalar di sekujur tubuhnya.
"Mengapa tak menjawab?" ucap Regan kesal mengangkat dagu Nadira untuk menatapnya yang dimana wanita tersebut terus menundukkan kepalanya.
"Apa kau tak memiliki mulut? " ucap Regan lagi melihat Nadira masih bungkam tapi tidak dengan air matanya yang terus keluar membasahi pipinya
"Melihat ekspresi mu seperti itu sepertinya itu benar, bagaimana kalau kita gugurkan saja dan kau hamil anak ku?" tanya Regan tangan kekarnya mulai meraba bagian perut Nadira sedikit terlihat membuncit
Mendapat perlakuan itu Nadira semakin terisak
"Jangan menangis! berisik!, bisa-bisanya kau hamil dari orang yang telah membunuh kedua orang tua mu. Aku turut prihatin dengan kedua orang tuamu Mereka pasti sangat kecewa jika tahu anaknya malah menikahi orang yang telah membunuhnya dan parahnya sedang mengandung anak orang tersebut"
"Itu tidak benar " Isak Nadira berusaha mengelak nya
padahal rasa bersalah kepada kedua orang tuanya telah menghantuinya sejak menikah dengan Alex
"Akhirnya kau bersuara! Bagaimana kalau kita langsung ke intinya saja soalnya aku sudah tidak tahan"
"Aku mohon, jangan lakukan itu, aku mohon "
Namun Regan tak membubris ucapan Nadira dan mulai melepas tali yang mengikat Nadira lalu menariknya dengan paksa keruangan yang tak jauh dari tempat mereka berdiri.
__ADS_1
Mata Nadira nanar saat melihat tempat tidur di ruangan tersebut rasa takut lagi-lagi menghantuinya bahkan tubuhnya mulai bergetar ketakutan.
"Ah sial! kasurnya terlalu jelek! tapi sudahlah aku tidak peduli lagi yang jelas sekarang aku ingin di puaskan"
Bruk...
Nadira terbaring di tempat tidur karena ia didorong dan dihempas kuat oleh Regan.
"Jal*ng! Cepat layani aku sekarang juga!"
Perintah Regan sambil mulai membuka baju dan ikat pinggangnya. Ia melempar asal baju dan ikat pinggang miliknya dan mulai mendekatkan diri kearah Nadira untuk menciumnya.
"Aku mohon Regan jangan." Ucap Nadira terlihat kesulitan bernafas karena ia melihat khayalan dan kenyataan saling tumpang tindih membuatnya sangat pusing dan sesak.
Nadira menatap ke bawah, Nadira mencoba menggerakkan kaki dengan susah payah ingin menendang sel*ngkangan pria tersebut
Kedua tangannya menahan bahu Regan mulai lemas, Regan mulai mendekat ke wajahnya, saat itu Nadira langsung dengan sekuat tenaga menendang sel*ngkangan Regan
"Aarggghhhhh...." Teriak Regan kesakitan.
"DASAR JAL*NG SIALAN! BERANINYA KAU
MENENDANG KU!" Marah Regan menatap Nadira tajam amarah kini sangat terlukis di wajahnya.
Regan langsung mencekik Nadira menggunakan kedua tangannya dengan sekuat tenaga, hasratnya untuk menodai Nadira tiba-tiba berubah menjadi hasrat untuk membunuh karena merasa harga dirinya sebagai laki-laki tercoreng karena berhasil dilukai oleh seorang wanita lemah dengan menendang harta berharganya.
__ADS_1
"Ah maaf kan aku Uhuk.. Uhuk " Nadira memohon dan batuk karena kesulitan mengambil nafas akibat cekikan Regan yang kuat.
"Aku tidak akan memaafkan mu " Ucap Regan yang diliputi kemarahan.
"Ah ..akh..h"
Tubuh Nadira yang melawan semakin melemah, pandangannya gelap dan detik berikutnya tubuhnya tidak ada lagi pergerakan, kakinya berhenti memberontak dan tangan Nadira yang menahan cekikan terkulai lemas.
"Kak tolong aku..." Ucap Nadira dalam hati sebelum kegelapan menelan dirinya.
Alex duduk di ruangannya tapi pikirannya tidak tenang apalagi Lucas asistennya belum memberi kabar tentang ke keberadaan Nadira. Alex beralih mengambil ponsel dari sakunya ingin menghubungi Lucas Namun saat membuka ponselnya Alex melihat ada pesan masuk dengan cepat ia langsung membukanya.
" Alex aku melihat Nadira sedang di bawa oleh Rossa kau harus cepat ini plat mobilnya aku tidak bisa mengikutinya karena aku harus membawa Anggun ke luar negeri untuk berobat "
"Kau harus cepat"
Deg....
Tiba-tiba jantung Alex berdetak kencang. Perasaanya tidak enak setelah membaca pesan dari Dio. Entah kenapa sekarang ia merasa gelisah.
Alex langsung menelepon seseorang untuk melacak plat mobil yang di berikan Dio.
Tampak Alex mondar mandir menunggu kabar dari orang tersebut selang beberapa menit akhirnya Alex mendapat lokasi mobil tersebut
Dengan cepat Alex langsung berlari keluar lalu masuk ke mobilnya dan membawanya dengan kecepatan penuh karena ia sangat khawatir dengan keadaan Nadira sekarang apalagi ia tahu Rossa tipe orang yang nekat.
__ADS_1