
Happy reading 😊
"Tidak papa pukul saja lagi pula aku tak ingin hidup lagi setelah mengatakan ini mungkin rasa bersalah ku kepada mu sedikit terobati Kevin" ucap Regan terbata- bata
"Kevin apa kau ingin tahu siapa yang membunuh orang tuamu? Yang membunuh mereka adalah aku " ucap Regan kuat tapi terlihat seperti mengoceh akibat luka di sekitaran mulutnya
"Pisau itu aku yang membuatnya Disana selama ini kau sudah salah sasaran itu salah mu karena lebih memilih Alex ketimbang aku yang sudah lama menjadi sahabat mu"
"Kau sudah tahu kan? Apalagi yang kau tunggu cepat bunuh aku! " ucap Regan tertawa sembari menangis prustasi
"Ini semua salah kalian berdu.."
Dor
Lucas melayang satu tembakan tepat di jantung Regan membuat pria itu seketika jatuh ke lantai
"Apa yang kau lakukan bajingan?"teriak Kevin marah saat melihat Regan telah tergeletak di lantai
"Jelaskan Kevin! apa maksud dari semua ini? " bentak Alex marah
"Tidak ada lagi yang perlu jelaskan semua sudah cukup jelas " ucap Kevin dingin ingin beranjak pergi
"Dasar brengsek berani-beraninya kau menuduhku seperti itu" maki Alex melayang bogem mentah ke wajah Kevin sementara Kevin tidak membalasnya ia menyentuh pipinya yang terasa sakit lalu pergi begitu saja.
15 tahun lalu Kevin dan Regan merupakan dua remaja yang tidak bisa di pisahkan bahkan orang-orang kadang mengira mereka itu memiliki hubungan khusus atau yang sering di katakan menyukai sesama jenis atau lebih tepatnya Gay Karena kedekatan keduanya.
Seperti dua sejoli yang sedang di landa asmara seperti orang pacaran pada umumnya
Aku tidak bisa hidup tanpamu begitu lah perumpamaan nya dan kata-kata itu cocok untuk mereka.
Namun pertemanan itu mulai memudar saat hadirnya Alex di tengah-tengah pertemanan mereka alhasil membuat pertemanan Kevin dan Regan lambat laun mulai berjarak.
Yang menimbulkan rasa marah, kecewa di hati Regan saat melihat Kevin bisa tertawa tanpa dirinya.
Hari berganti hari, Minggu berganti Minggu bulan berganti bulan begitu pula jarak keduanya semakin jauh.
Selang berjalannya waktu ternyata rasa dendam dan sakit hati Regan semakin besar terhadap Alex saat dirinya merasa Alex telah merebut kevin darinya yang dari kecil sudah dianggapnya bagai saudara sendiri.
Di suatu hari..
"Permisi Tante, kevin nya ada? " tanya Regan sembari tersenyum pada orang tua Kevin yang sejak lama ini sudah dianggapnya seperti keluarganya sendiri
"Aduh, maaf nak, Kevin baru saja pergi bersama Alex"
Lagi -lagi hanya penjelasan itu yang Regan dapat setiap kali berkunjung ke rumah Kevin
__ADS_1
"Alex sialan apa hebatnya dia sampai Kevin selalu pergi bersamanya " maki Regan lalu pergi begitu saja
Beberapa hari berikutnya Regan berkunjung lagi kali ini sepertinya ia tidak terlambat karena ia dapat melihat Kevin disana
" Sibuk banget ya? Setiap kali aku kesini kau selalu tidak ada " ucap Regan dingin
Kevin tersenyum.
"Aku lagi latihan futsal sama Alex "
"Oh" balas Regan singkat
"Main basket yok? " Ajak Regan
"Aduh maaf reg, bukannya aku gak mau tapi udah ada janji latihan futsal bareng Alex hari ini" jelas Kevin
"Alex lagi? "
Kevin mengangguk begitu saja tanpa merasa bersalah sama sekali
"Maaf ya! Lain kali kita main bareng " teriak Kevin berlari saat melihat Alex telah datang menjemputnya
Malam harinya Regan tidak pulang ke rumahnya ia memilih menunggu di kamar Kevin
"Alex kau tidur di rumah ku saja lagi pula hujan jalannya licin "
"Rencananya sih begitu aku mau nginap karena kos ku lumayan jauh "
"Bagus lah kalau begitu pulang lah ke rumah duluan soalnya aku ingin membeli sesuatu "
" Bareng aja ah, aku segan "
"Kalau kita bareng bisa-bisa kita di suruh tidur di luar kau mau? Ini strategi agar kita tidak di marahi lihat jam berapa sekarang otomatis kita akan ke marah apalagi sudah jam segitu" jelas Kevin
"iyaa sih jadi kau mau kemana lagi sudah jam segini? "
"Tenang aku ingin beli sesuatu agar kita tidak di marahin "
"Ya sudahlah aku balik duluan"
Rasa dendam Regan semakin menjadi saat dilihatnya jam sudah semakin larut fantasi gila mulai terlintas di benaknya ia mulai mengambil sebilah pisau dari dapur tangannya tampak ia bergetar saat pisau tersebut telah ditangannya.
"jika aku membunuh orang tua Kevin maka otomatis beberapa hari ini ia tak akan kemana-mana bukan?" tawa Regan sinis
Regan mengambil sepotong kain lalu menutup wajahnya dengan kain tersebut mulai berjalan mencari keberadaan orang tua Kevin
__ADS_1
Regan tersenyum saat melihat keluarga Kevin sedang menikmati siaran di telivisi
Tanpa berkata apa-apa Regan langsung menusukkan pisau tersebut ke perut Leon yang merupakan ayah Kevin
Ida berteriak histeris saat melihat suaminya tergeletak di lantai dengan darah yang mulai mengalir deras dari tubuhnya.sementara Nadira menangis ketakutan saat melihatnya bersamaan dengan itu tiba-tiba lampu mati.
"Nadira cepat bersembunyi" ucap Ida pada putrinya Nadira menutup mulutnya dengan bantuan cahaya kilat Nadira berhasil bersembunyi dia bawah meja
"Siapa kau!?" teriak Ida histeris sementara Regan hanya diam lalu berlari ke arah Ida dan menusuknya beberapa kali membuat wanita itu hampir kehilangan kesadaran seolah tak ingin mati sebelum tahu pelakunya Ida menahan tubuhnya agar tidak terjatuh dengan susah payah ia menyangga tubuhnya ke sofa
"Siapa kau?" tanya Ida pilu menahan rasa sakit ditubuhnya tampak darah mulai mengalir deras dari beberapa bagian tubuhnya
Regan memalingkan wajahnya saat Ida berhasil menarik penutup wajahnya
"Reg.." ucap Ida terhenti lalu seketika ia terjatuh kelantai
Nadira menangis dalam diam saat melihat orang tuanya di bunuh depan mata kepalanya.
Regan sembunyi saat melihat kedatangan Alex
Alex meletakkan tas miliknya saat dirinya telah diambang pintu Namun saat ingin membukanya ponselnya tiba-tiba berbunyi
"Kau harus cepat pulang Alex papa masuk rumah sakit "Ucap intan terisak
Tanpa pikir panjang Alex langsung pergi begitu saja
Regan tersenyum lalu mengambil tas Alex dan memasukkan pisau tersebut disana lalu meninggalkan rumah tersebut.
"Aku pulang " teriak Kevin saat memasuki rumah tapi ia tak mendengar suara
Kevin hampir terjatuh saat melihat keduanya orang tuanya telah tergeletak di lantai ia berlari menghampiri orang tuanya
"Oh Tuhan apa yang terjadi papa?mama? " ucapnya histeris sembari menggoyangkan tubuh mereka secara bergantian
"Tolong? Tolong! " teriaknya prustasi
Kerumunan orang mulai berdatangan begitu juga dengan ambulan. Mereka pun mulai mengangkatnya ke dalam mobil ambulans tersebut.
Kevin bergegas ingin menutup pintu dan menyusul namun ia terhenti saat mendengar isakan tangis
" Nadira " ucapnya histeris saat ia hampir lupa memiliki seorang adik ia pun langsung memeluk sang adik dan membawanya ke rumah sakit
Setelah melakukan berapa jam perawatan kedua orang tua Kevin dinyatakan meninggal
Semenjak kejadian itu Kevin jatuh dalam keterpurukan amarahnya bergejolak saat ia tahu siapa yang membunuh orang tuanya.
__ADS_1