Menikah Karena Dendam

Menikah Karena Dendam
Sisi gelap Regan


__ADS_3

Happy reading 😊


Rossa dan Regan keluar dari mobil bersama dengan bodyguard mereka yang tampak membopong tubuh Nadira yang terlihat belum sadarkan diri.


Bodyguard tersebut tampak berjalan mengikuti instruksi kedua orang didepannya tak luput dengan Nadira yang masih tak sadar diri di punggungnya.


Ketiga orang tersebut tampak terus berjalan mereka berhenti saat melihat bangunan kumuh yang menjadi tujuan mereka untuk saat ini.


"Cepat! Bawa dia kedalam " ucap Rossa sembari menatap ke arah bodyguardnya


Yang membuat bodyguard tersebut mengangguk cepat


"Sebenarnya apa yang ingin kau lakukan dengan wanita itu?"


"Kau lihat saja kau akan tahu sendiri " balas Rossa langsung meninggalkan Regan tampak masih berdiri di ambang pintu.


Rossa tersenyum saat menatap Nadira yang belum juga sadarkan diri


"Cepat ambil akan aku air " ucapnya tak luput seringai masih terlukis di wajahnya.


Rossa menoleh saat melihat Regan telah disampingnya bersamaan dengan bodyguard yang telah membawa satu ember air di tangannya


"Siramkan air itu padanya"


Sementara Regan hanya diam saja menatap lurus ke depan yang dimana Nadira telah diikat di sebuah kursi.


Nadira terkejut bukan main saat air tersebut keras menampar wajahnya


"Dasar pemalas bisa-bisanya kau tidur di situasi seperti ini" jengkel Rossa menarik rambut Nadira kasar membuat Nadira memekik kesakitan.


Namun ia hanya bisa pasrah saat melihat tangan dan kakinya telah diikat.


"Apa yang kau lakukan? Cepat Lepaskan aku!" ucap Nadira berusaha memberontak namun usahanya sia-sia saat melihat tangan dan kakinya telah diikat kuat.


"Berteriak lah sepuasnya lagi pula tak akan ada orang yang mendengar"


"Regan tolong lepaskan aku, bagaimana bisa kau melakukan ini pada istri sahabat mu sendiri " ucap Nadira berusaha membujuk Regan yang tampak terus menatapnya tanpa ekspresi.


" Diam kau! sekali lagi kau menyebut ku seperti itu akan ku pastikan kau tak bermulut lagi" ancam Regan


Nadira mengangguk kaku, bersamaan dengan air mata lolos membasahi pipinya. Perasaannya menjadi campur aduk setelah kehamilannya ini benar-benar membuatnya selalu dalam keterpurukan bukan hanya mendapat siksaan dari Alex ia malah dapat juga dari mantan istri Alex. Namun demi anaknya, Nadira mencoba menguatkan diri melewati semua masalah yang menghampirinya.


Lagi- lagi kau mengujiku tuhan, semoga saja aku kuat dengan semua ini gumam Nadira memejamkan matanya berharap apa yang di alaminya hari ini hanya lah sebuah mimpi.


"Kenapa dia selalu minta bantuanmu? Apa kalian pernah sedekat itu sebelumnya?" jengkel Rossa beralih menatap Regan masih dengan wajah datarnya


"Entahlah yang jelas waktu pertama kali melihatnya aku benar-benar terpana dengan kecantikannya" ucap Regan tak memperdulikan tatapan Rossa begitu tajam padanya mulai berjalan mendekati Nadira dan mulai membelai lembut rambut Nadira membuat sang empu memberontak jijik dengan sentuhan tersebut.

__ADS_1


"Kau sangat cantik sayang, lihat tubuhmu sungguh menggoda, sial kau membangkitkan gairah ku" bisik Regan tepat di telinga Nadira


Nadira semakin memberontak tak luput dengan isakan tangis semakin menjadi saat ia paham dengan situasinya saat ini.


Nadira menundukkan kepalanya mencoba menutupi tubuh bagian depannya yang kemungkinan sudah terlihat akibat siraman air tadi.


"Percuma saja kau menutupinya, sebentar lagi aku akan melepas pakaian itu dari tubuhmu"


"Lebih baik aku mati dari pada harus disentuh binatang seperti mu" ucap Nadira berusaha tenang


Akibat mendapat penolakan tersebut Regan kesal langsung melayangkan tangannya keras mengenai wajah Nadira membuat pipi wanita itu berdenyut sakit.


Plak!


"Dasar wanita jal*ng beraninya kau menolak ku " amuknya marah


"Regan apa yang kau lakukan jangan bilang kau ingin menyalurkan nafsumu padanya" marah Rossa tak habis pikir dengan pria didepannya.


"Bagaimana bisa kau tahu isi hati ku? padahal aku tak mengucapnya " kekeh Regan membuat amarah Rossa semakin memuncak tapi tidak dengan Nadira ia malah ketakutan mendengar niat jahat Regan.


"Keluarlah sayang jika kau tak ingin melihatnya, aku hanya bermain sebentar selebihnya ku serahkan pada mu " ucap Regan mulai menatap Nadira dengan tatapan lapar.


"Sayang jika wanita secantik ini tidak di cicipi entah mengapa melihatnya rasanya aku ingin sekali menyentuhnya" ucap Regan mulai mendekatkan tubuhnya mencoba mencium Nadira.


Tangis Nadira semakin kuat dan mencoba memberontak dengan mengerak gerakan tubuhnya Namun usahanya hanya sia-sia.


"Kenapa? Apa Alex belum pernah menyentuh mu? Ah sayang sekali, jika aku jadi dia mungkin aku akan terus melahap mu " ucap Regan melepas ciumannya


Dan mulai melepas satu persatu kancing baju Nadira dan ingin meraba daging kenyal milik Nadira Namun belum sempat melakukannya Rossa langsung menarik tubuh Regan menjauh dan melayang satu tamparan keras ke pipi Regan.


"Cukup Regan! Kau memang pria brengsek bagaimana bisa kau melakukan padahal aku ada disini" bentak Rossa amarahnya kian bergejolak


"Emangnya ada apa bukankah kau juga bermain dengan pria di luar sana? dan ingat aku tidak pernah melarangnya"


"Jangan berlagak seolah kau wanita ku, kau hanya wanita sebatas pemuas nafsu ku tidak lebih " tekan Regan menatap Rossa tajam.


Rossa terdiam sembari menatap searah Nadira


"Terserah kau ingin mengatai ku apa, tapi tolong jangan dengan dia Regan" ucap Rossa membentak


Melihat kegaduhan keduanya Nadira sedikit lega walaupun tak sepenuhnya setidaknya Nadira masih punya penghalang agar Regan tak menyentuhnya.


"Kenapa? Bukankah kau membawanya kesini untuk menyiksanya?. Tapi mengapa kau menghalangi ku? Ha? "


"Iya, aku ingin menyiksanya tapi tidak dengan cara begitu Regan "


" Tidak dengan cara begitu? maksud mu bagaimana?

__ADS_1


Aku tidak paham!"


"Terserah kau ingin melakukan apa padanya, tapi yang jelas kau tak boleh menyentuhnya!"


Regan tertawa kecil menatap Rossa " kau sangat lucu sayang apa kau cemburu? " Kekeh Regan sembari menatap Rossa tajam


"Aku tidak cemburu hanya saja "


"Hanya apa ha? potong Regan mencengkram dagu Rossa kuat membuat wanita tersebut memekik kesakitan


"Kenapa tiba-tiba kau mengasihani dia ha?"


" Aku tidak mengasihani dia tapi yang jelas aku tak akan biarkan kau menyentuhnya "


Mendengar larangan tersebut Regan melepas cengkeramannya dan menciumi bibir Rossa dengan kasar.


"Apa ini yang kau ingin kan hm? Apa kau begitu haus disentuh olehku? " ucap Regan disela ciuman mereka.


Rossa memberontak dengan kuat mendorong tubuh Regan karena ia telah ke habis nafas akibat kuatnya dorongan tersebut ciuman mereka terlepas tampak nafas Rossa tersengal-sengal matanya memerah karena kehabisan napas.


Sementara Regan menatap Rossa dengan seringai tipis diwajahnya


Setelah merasa lega Rossa angkat suara lalu menatap Regan tajam


"Jika kau masih bersikeras untuk menyentuhnya aku tak segan - segan akan melaporkan mu Regan"


"Hei? Ada apa denganmu? Apa segitunya kau tak ingin aku menyentuhnya? sampai sampai kau ingin melaporkanku ha?"


"Iya jika kau masih bersikeras aku terpaksa melaporkan mu, kau tak lihat dia sedang hamil dimana matamu? Jika kau melakukannya otomatis bayi dalam rahimnya akan keguguran"


Nadira sedikit tersentuh mendengar penjelasan Rossa mengenai ke kehamilannya dia tahu aku hamil? bagaimana bisa apa perut ku sudah mulai terlihat?


"Wah-wah kau hebat sayang bahkan aku tidak tahu dia sedang hamil bagaimana bisa kau tahu itu? Seingat ku kau mandul jadi wajar tidak tahu ternyata aku salah" kekeh Regan tapi masih menatap Rossa tajam


"Tutup mulut mu! walaupun aku mandul tidak menutup kemungkinan aku tidak tahu semua itu"


" Kau terlalu banyak bertingkah Rossa sepertinya kau harus diberi pelajaran "


"Hei" tunjuk Regan pada bodyguard yang masih berdiri tidak tak jauh dari mereka membuat bodyguard tersebut mengangguk cepat


"Cepat kau ikat dia! Dan bawa keruangan belakang"


Rossa memberontak saat bodyguard tersebut mulai mencengkram erat kedua tangannya dan membawanya


"Regan apa yang kau lakukan cepat lepaskan aku" bentaknya


"Aku akan melepaskan mu jika kau tak menghalangi jalan ku" tegas Regan membuat Rossa semakin memberontak

__ADS_1


Nadira semakin ketakutan saat melihat Regan mulai berjalan mendekatinya.


__ADS_2