Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
jeny bertemu psikolog


__ADS_3

Seorang wanita sedang memotong beberapa dedaunan di samping kolam renang jeny keluar dari pintu samping dengan membawa pelampung "bibi belum siap ya?"ucap jeny "belum jen, jangan berenang ke tengah ya di pinggir saja"kata wanita dewasa yang masih memotong ranting dedaunan "iya bi"jeny memakai pelampung nya dan masuk ke kolam.


"kau yakin akan pergi melihat nya dulu"tanya pam "iya pasti"kata riki sambil memasukan beberapa baju ke dalam tas.


"nana na na...."jeny bersenandung ria "kau sudah sarapan jen?"tanya wanita itu "tentu saja bi rita aku sudah makan"kata jeny "bibi sudah selesai dan akan membersihkan rumah dulu kau jangan berenang terlalu ke tengah"ucap rita "iya iya kau terlalu cemas!"seru jeny dia sekarang berbaring di atas pelampung nya sambil mendengarkan musik kesukaannya ."sangat damai"kata jeny dia angin sepoi sepoi semakin membuat jeny nyaman dan perlahan tertidur .

__ADS_1


"hai bi"riki datang dan menyapa rita "wah kau sudah pulang"rita meraih jaket riki "kemana adik ku?"tanya riki "di samping"kata rita "aku akan melihat nya"riki membuka pintu dia melihat adik nya berbaring santai dengan celana hitam panjang dan baju hitam lengan panjang "aku buat kan dia jus deh"riki pergi ke dapur.


Jeny merasa lelah dia memanjat tebing bersama beberapa orang "akhirnya sampai"kata salah satu dari mereka sambil melihat air terjun dari atas "ayo naik perahu karet"kata mereka semua nya pun naik sampai tiba tiba arus menjadi deras perahu terbalik "jeny!!!" jeny mencoba menarik salah satu teman nya tapi justru mereka sama sama terbawa arus dan terjun ke bawah jeny meminum banyak air "aff tolong"jeny kesulitan bernafas .


"kau tidak makan kak?"tanya jeny mata nya sangat merah "melihat mu makan saja aku sudah kenyang"kata riki "wah yakin"kata jeny "iya nanti ikut kakak bertemu dengan teman kakak ya"kata riki "baik".

__ADS_1


"teman mu berada di mana"jeny melihat ke sana ke sini "di dalam sini"kata riki sambil membuka pintu terlihat seorang wanita cantik dan anggun "halo riki kau akhirnya datang juga"kata wanita itu "tentu saja apa kabar cika ini adikku"kata riki sambil mengedipkan sebelah matanya cika adalah seorang psikolog yang pernah di telpon riki "hai jeny"cika mengulurkan tangan "aku jeny hum.. Kenapa kau tidak bilang jika punya teman seorang wanita?"kata jeny "mungkin kau lupa aku pernah cerita kok"kata riki "apa saja aktivitas mu jeny"kata cika "aku kenapa kau bertanya begitu"ucap jeny heran "hum... Mung..mungkin dia cuma ingin dekat dengan mu jen dia kan teman ku"ujar riki "o.oh.y.ya ya itu benar"kata cika sambil tersenyum "oh aku biasanya main dengan teman itu saja"ucap jeny "ooh adik mu punya banyak teman sepertinya ya"kata cika "iya iya"kata riki "kak aku curiga pada mu"bisik jeny "curiga apa"bisik riki "jangan jangan cika ini pacar mu?"ucap jeny "hei bicara apa kau"kata riki "hahaha kalian ini lucu sekali"kata cika "hehe begini lah kami"kata riki "jeny apa kau suka bermain game aku ada game baru seperti ini jika kau pegang bola ini kau harus sebutkan apa yang ada kau fikirkan "kata cika "ayo ayo aku mau"kata riki "permainan yang menyedihkan"ucap jeny dengan kesal.


"hah"boy bersembunyi di balik dinding "aku melihat nya lagi"ucap boy "dia berada di atas tangga ku itu pasti orang"kata boy lalu dia mengambil tongkat bisbol dan menaiki tangga dan mengecek ruangan atas "tidak ada apa aku mabuk ya pasti halusinasi"fikir boy.


"menari"kata cika "minum"kata riki "hum..."jeny bingung "ayo jen"kata cika "ayolah adiku"kata riki "humm..."jeny berfikir "apa yang ku fikirkan ya"fikir jeny "mimpi buruk"ucap jeny lalu dia melempar bola itu ke arah cika "aw"cika jatuh "aku tidak mau main tidak mau"jeny berdiri "aku mau tunggu di parkiran"jeny keluar "oh o cika"riki menolong cika "tidak apa ini wajar "kata cika "dahi mh berdarah"kata riki sambil mengambil tisu dan mengusap dahi cika "glek"cika tegang "ternyata riki sangat tampan"fikir cika "maaf maaf "kata riki "iya tidak papa hanya luka kecil lagian ingatan adik mu juga tidak akan bisa kembali ingatan nya hanya berhenti di usia sepuluh sampai lima belas tahun jadi wajar jika emosi nya meledak ledak"kata cika "cika meskipun adikku tidak ingat tapi dia sering mimpi buruk tentang kejadian kejadian di masa lalu"kata riki "kau tenang semua akan baik baik saja "kata cika sambil menggenggam tangan riki agar riki tenang.

__ADS_1


__ADS_2