Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
sebuah pengakuan


__ADS_3

"jeny.. jeny.. jen!! jeny" jeny membuka matanya "jeny.. hei ini aku boy" kata boy sambil mengusap rambut jeny "beri dia air" kata danmi "jeny.. ini boy.. sudah lihat? " kata boy jeny menoleh ke atas menatap wajah boy yang sedang memangku tubuh nya "minum air dulu" kata boy "kau pingsan tadi" kata bob "lisa... lisa" jeny langsung duduk "lisa!! lisa bagaimana dengan lisa? " tanya jeny sambil menatap ruangan di belakang nya namun tidak ada lisa di sana "jeny.. jeny tenang dulu" kata bob jeny menatap ke arah ranjang dorong yang lewat di depan nya "lisa" kata jeny "lisa tidak mungkin" jeny menghentikan perawat yang mendorong ranjang itu "tunggu" kata jeny sambil perlahan membuka kain putih yang ada di depan nya "sraakk" jeny terdiam "jeny.. jeny itu bukan lisa" kata Agnes "jantung lisa berhenti" kata jeny "hei hei" danmi menepuk bahu jeny dengan keras "kau ini kenapa? " boy terlihat marah karena danmi menepuk jeny terlalu keras "JENY DENGAR!! LISA MASIH HIDUP!! " seru danmi "kak danmi lisa tad--" kata jeny "tenang lah.. lisa berhasil di selamat kan" kata danmi "apa yang terjadi? " tanya danmi air mata jeny keluar "jangan jawab dulu" boy memeluk jeny dengan erat "aku di sini tenang lah jangan takut" kata boy sambil perlahan menarik jeny agar duduk "minum lagi" kata boy "tarik nafas atur nafas mu tidak papa semuanya akan baik baik saja" kata boy danmi pergi menjauh masuk ke dalam sebuah ruangan terlihat lisa terbaring tidak sadarkan diri tubuhnya di balut dengan perban putih "aku yakin ini ulah john" kata danmi "john tidak memiliki hati nurani sampai gadis ini benar-benar terluka parah" kata danmi "jeny.. jen... " danmi mendekati lisa "lari jen.. lari" kata lisa namun matanya masih belum terbuka "jen.. jeny!! " danmi menatap lisa "akhirnya kau sadar" kata danmi lisa menatap ke arah danmi sambil menarik nafas panjang "pelatih" kata lisa dengan suara yang terdengar sangat lemah "pelatih-- di mana--jeny? " tanya lisa "di sana bersama boy dia terlihat begitu mencemaskan mu tapi apa yang terjadi? " kata danmi "hal yang sangat buruk -- john berhasil -- menghasut jeny untuk bergabung-- sambil menyiksa ku" kata lisa "jeny menandatangani kontrak kerja sama" kata lisa "itu gara gara aku" kata lisa.

__ADS_1


boy mengusap kepala jeny sambil terus mencoba menenangkan nya "dari mana kau tau lisa selamat? " tanya jeny sambil menatap boy "dia selamat dokter berhasil menolong nya" kata boy "kenapa kau terlihat begitu kawatir pada nya" kata boy "dia tidak boleh mati boy lisa harus hidup" kata jeny.

__ADS_1


lisa menatap bob yang datang bersama joe "bagaimana? " tanya joe "aku mulai membaik" kata lisa "membaik apanya? bagaimana kau bisa terluka begini? " tanya bob "boy" kata lisa "aku akan menjaga mu tapi aku harus mengantar jeny pulang dia terlihat begitu kelelahan" kata boy "dimana dia? " tanya lisa jeny berdiri di dekat jendela menatap lisa dari jauh "kali ini kau benar benar membuat ku menangis begitu lama" ucap jeny "kau bisa jaga lisa jeny akan pulang bersama ku" kata danmi "tidak akan" kata boy "kau memperlakukan nya begitu kasar jangan harap aku membiarkan mu di dekat jeny" kata boy "boy.. dia pelatih jeny dia yang membantu jeny melawan rasa takut nya" kata Agnes "itu benar boy dia benar benar pelatih jeny" kata lisa "tunggu" boy keluar menemui jeny "jeny ak--" kata boy "tidak papa kau jaga lah lisa dia tidak bisa di tinggal sendiri dia terluka parah aku bisa pulang dengan yang lain" kata jeny "tapi" kata boy "aku akan baik baik saja" kata jeny.

__ADS_1


danmi menatap jeny berjalan sambil menundukkan kepala sampai ke dalam rumah "jadi apa yang terjadi?"tanya danmi " aku menandatangani kontrak dengan john kak"kata jeny "hidup ku sekarang ada di tangan nya" kata jeny "kenapa kau menandatangani kontrak nya? " kata danmi "bagaimana tidak ku lakukan? dia menyiksa lisa di depan ku memukuli, menembak, melempari lisa bagaimana lagi? jika ada pilihan lain mungkin aku bisa memilih tapi aku tidak bisa memilih nya lisa sekarat kak lisa sekarang di depan ku dan dia malah menyuruh ku lari! lari jeny lari jangan perduli kan aku jeny lari jeny lari! " kata jeny "lalu kenapa kau tidak lari? " kata danmi "kau gila kak bagaimana aku bisa meninggalkan lisa sendirian? bagaimana aku membiarkan dia bertarung sendirian agar aku tidak di pukuli dia langsung membuat masalah dia bodoh sekali" kata jeny "tapi kenapa? dia kan sudah mengorbankan dirinya " kata danmi "kau bisa pergi" kata danmi "bagaimana aku bisa pergi? aku menyayangi lisa kak bagaimana aku pergi dari sana tanpa nya dia berkorban dan aku seenaknya lari dengan selamat sementara dia sekarat aku cuma berfikir satu saat itu aku hanya ingin dia selamat dia baik baik saja" kata jeny "kau menyayangi lisa? " tanya danmi jeny terdiam "aku tidak tahu kak, aku cuma takut dia mati " kata jeny "aku hanya ingin melihat nya hidup bukan mati kak aku tidak tahu lagi apa aku menyayangi nya atau tidak tapi waktu itu aku benar benar takut kehilangan nya" kata jeny "kak danmi.. jangan cerita kan ini pada siapa pun dan aku ingin istirahat kau bisa pulang" kata jeny "baik" danmi berbalik "istirahat lah dengan baik telpon aku bila ada sesuatu" jeny menatap danmi pergi keluar dari pintu "aku tidak tahu apa yang akan terjadi kedepan nya dalam Hidup ku" kata jeny "tapi yang jelas aku ingin melihat mu tetap hidup dengan baik" kata jeny dan lisa bersamaan "Tuhan lindungi jeny" kata lisa dalam hati "tolong lindungi dia Tuhan jangan buat dia kembali sekarat" kata jeny sambil menutup pintu kamar nya.

__ADS_1


__ADS_2