Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
lisa marah besar


__ADS_3

Malam harinya suasana begitu ramai beberapa orang menawarkan dagangan mereka "hei..lihat itu"kata jeny "apa?"kata boy "ada makanan bergerak gerak tuh"kata jeny "itu seperti udang hidup"kata joe "aku mau pesan tapi aku tidak tau bahasa mereka"kata jeny "biar aku saja"kata reno "beli dua aja"kata boy "kalian mau?"ezra datang dengan membawa makanan yang baru dia beli "apa itu?"kata bob "aku tidak tau aku membelinya di sana, sepertinya ini ada jangkrik dan belalang"kata ezra "kapan tuan son datang?"kata dea "katanya sih malam ini"kata jeny "ini guys"reno datang dengan membawa makanan juga "eh..eh..udangnya masih melompat"kata agnes "memang iya , begini caranya"kata lisa dia mengambil satu kotak dari tangan reno "kita goyang goyang begini lalu buka ambil buka mulut mu"kata lisa lalu dia menyuapi jeny "gimana?"kata boy "enakkan?"kata lisa "ayo boy makan juga buka mulutmu"kata lisa "dia melompat lompat dalam mulutku"kata jeny membuat teman temannya tertawa "oh ya ayo kita ke acaranya tuan son, kata penjual itu acaranya akan mulai jam setengah sembilan malam"kata reno "ayo ayo"kata jeny "memang nya apa kehebatan tuan son?"tanya agnes "dia bisa membuat isi kepalamu pindah ke kakimu"kata jeny "ayo"boy menarik tangan jeny.


Penonton sangat ramai acara nya sudah di mulai terlihat pria di atas panggung sedang memulai pertunjukan "boy, kau mengerti apa yang mereka katakan?"bisik jeny "mereka bilang penampilan tuan son sangat bagus sekali"bisik boy "aku tidak tau mereka bilang apa"kata agnes "jangan kan kau, aku juga tidak tau"kata bob "lalu kenapa kau mengangguk ngangguk dari tadi?"kata agnes "agar aku tidak terlihat bodoh"kata bob "jangan keras keras"bisik joe "wah...tuan son memang nomor satu!"kata jeny lisa menatap wanita di sampingnya yang terlihat sangat bersemangat boy juga diam diam melirik "benar dugaan ku lisa memperhatikan jeny lagi"kata boy di dalam hati, setelah acara selesai para fans yang ingin memberikan hadiah maju satu persatu ke atas panggung "pelan pelan"kata boy sambil menemani jeny naik ke atas panggung "halo tuan son"kata jeny tuan son langsung mengenali suara itu "kau"kata tuan son.


jeny menatap pria di depannya "kau suka tidak dengan hadiah ku?"kata jeny "suka kok"kata son "yang ini dari salah satu fans mu dari indonesia juga tapi dia tidak bisa datang"kata jeny "mengapa kau datang kemari?"tanya son "aku hanya ingin melihat mu"kata jeny "ngapain jeny di dalam?"kata dea "aku juga tidak tau, tuan son membawa nya"kata joe "kau masih takut air?"tanya son "tidak, aku tidak takut air karena aku minum air"kata jeny "anak bodoh"fikir son "maksudku kedalaman air"kata son "ooh..tidak..aku tidak takut, tapi sedikit takut karena di air ada ikan hiu yang memakan orang"kata jeny "anakmu tidak waras ryu"fikir son "apa kau sudah memukul orang hari ini?"tanya son "tidak, kan kau bilang aku tidak boleh memukul siapapun kecuali darurat"kata jeny "lama banget"fikir lisa "jangan lama lama di tempat orang, segera kembali ke indonesia"kata son "oh ya...apa kau membawa murid kebanggaan mu itu tuan?"kata jeny "siapa?"kata son "hum...ryu..ryu..itu"kata jeny "dia sudah pergi"kata son "wah...padahal aku mau ketemu"kata jeny.

__ADS_1


"hehehe..halo"jeny menghampiri teman temannya "ngapain dia membawa mu?"tanya reno "dia kagum dengan patung yang ku bawa untuk nya"kata jeny "ya sudah ayo pulang"kata joe "kalian duluan aja guys aku mau ke toilet, ayo jen temenin"kata agnes "kami duluan"kata ezra "duluan saja aku akan menunggu jeny"kata boy, "mana toiletnya?"kata agnes "ayo cari dulu..eh itu ada pria biar aku tanya semoga dia paham bahasa inggris"kata jeny lalu mereka berdua menghampiri seseorang dengan jaket hitam dan di tangannya ada satu ponsel "permisi kak"kata jeny "duh..dia gak jawab"bisik agnes "ya"kata orang itu "dia cewek ternyata"bisik jeny "maaf kak, apa kamu bisa bahasa inggris?"kata jeny "ya ya aku mengerti dan sedikit bisa bahasa inggris"kata wanita itu "aku sedang mencari toilet untuk teman ku, apa kai tau di mana toilet berada kak?"tanya jeny "tau tau..ayo ku antar"kata nya "ayo"jeny menarik tangan agnes "ini toiletnya"kata wanita itu "tunggu di sini ya"agnes segera masuk "terimakasih kak"kata jeny "apa dia saudara mu?"tanya wanita itu "dia sahabat ku"kata jeny "lama sekali"kata boy "kau tunggu sini aku cari mereka"kata lisa, "apa kau berasal dari negara lain?"kata wanita itu "iya kak, hum..aku dari indonesia"kata jeny "oohh..jadi apa kau tidak tau bahasa thailand?"tanya wanita itu "hehe aku tidak tau bahasa thailand"kata jeny "tapi teman ku bisa bahasa thailand dan dia sedang menunggu ku di sana"kata jeny "syukurlah jika bawa teman"kata wanita itu "itu jeny"kata lisa "oh ya siapa namamu, kalau aku dim"wanita itu mengulurkan tangannya "aku--"jeny tidak jadi bicara "sudah selesai?"lisa datang "dia temanmu?"tanya dim "iya dia teman ku, dia bisa bahasa thailand"kata jeny "aduh..maaf ya lama"kata agnes "kak terimakasih sudah membantu kami"kata jeny "iya sama sama sampai bertemu lagi"kata dim lalu jeny berjalan dengan agnes lisa menatap dim dengan tajam "sampai berjumpa lagi!!"kata dim jeny melihat kebelakang dim melambaikan tangan nya jeny juga membalasnya.


Lisa terlihat kesal dia duduk di sofa "lain kali hati hati"kata lisa "hum?"jeny yang berbaring di ranjang langsung menoleh ke arah lisa "orang yang terlihat baik belum tentu baik"ucap lisa "kau kenapa lisa? Apa kau sedang menelpon orang?"kata jeny "aku bicara padamu"kata lisa "aku, ada apa?"kata jeny "jadi dari tadi kau tidak mengerti aku bicara apa?"kata lisa "tidak "kata jeny "kau baru saja membuat ku panik!"kata lisa "mengapa?"kata jeny "kau tidak lihat wanita yang mengantar mu ke toilet?"kata lisa "oh.si..aduh..siapa tadi namanya ya"kata jeny "dia mengantar kami ke toilet, apa yang salah dengan itu?"kata jeny "bagaimana jika dia memiliki niat buruk, kau tau ini negara orang banyak kejahatan yang kita tidak tau akan terjadi kapan, bisa saja saat toilet sepi dia akan melakukan sesuatu pada mu"kata lisa "hei...justru aku yang curiga pada mu"kata jeny "aku?"lisa berjalan ke arah ranjang "iya, sekarang kau mencurigai orang tanpa alasan, kau tau dia tidak akan berani mencuri apapun dariku karena yang membawa tas adalah boy"kata jeny "kau tidak paham"guman lisa "apa?"kata jeny "lupakan"kata lisa "lisa aneh..kok dia jadi gak jelas gitu setelah bertemu wanita itu"fikir jeny.


Malam harinya setelah menghabiskan waktu untuk bermain wahana, dan juga mencoba semua makanan dan jalan jalan ke toko semuanya terlihat kelelahan "huuuh lelah"kata agnes sambil duduk di sebuah kursi "aku cari minum dulu sambil menunggu yang lain datang, ingat jangan kemana mana"kata boy "oke"kata jeny "lihat yang itu cantik sekali"kata bob jaga mata guys"kata reno sambil memakan jajanan ringan yang baru di beli dari toko "wah...ini bagus banget"kata dea "jika suka ambil saja"kata ezra "ini bisa buat kado jeny kan?"kata dea "oh..iya iya"kata ezra "bagaimana dengan baju ini sayang?"kata ezra "bagus dan juga tebal"kata dea. "lama banget sih"kata jeny "mana mereka?"fikir lisa sambil memilih beberapa topi "iya ya kemana boy"kata agnes jeny berdiri dan melihat kesana kemari "aaiihhhh!!"jeny terkejut ketika ada cairan mengenai tubuhnya "maaf maaf"kata orang itu "ouh...sial nes"kata jeny "tunggu tunggu aku cari tisu"kata agnes dan dia langsung pergi "maaf ya"kata orang itu "ada apa?"ada orang lain yang datang "aku tidak sengaja menumpahkan minuman ke arah nya"kata pria yang tak sengaja menumpahkan minumannya "aku bantu kamu bersihkan nodanya"kata orang yang baru datang "pergi sana nanti aku bayar kamu"kata orang itu menggunakan bahasa thailand "ini sangat lengket kan?"kata orang itu tak lain adalah dim "hum..aku tidak mengerti kau bilang apa?"kata jeny dim memegang bahu jeny lalu dengan pelan mengatakan beberapa kalimat ke jeny dalam bahasa inggris "diam dan tenang, aku akan bantu kamu bersihkan noda nya"kata dim "oh..terimakasih"kata jeny lalu dim membantu jeny melepaskan jaket yang di pakai jeny "eh..agnes"kata lisa "lisa, aku mau cari tisu"kata agnes "buat apa?"kata lisa "tubuh jeny tersiram susu"kata agnes "astaga kok bisa?"kata lisa "seorang pria tidak sengaja menumpahkannya, tubuhnya jadi lengket dan aku harus cari tisu"kata agnes "oh..ayo ayo"kata lisa "sepertinya kita pernah bertemu"kata jeny sesaat setelah membuka jaketnya "ku rasa juga"kata dim lalu dia mendorong jeny ke kursi yang berada di dekatnya "nodanya agak lengket jadi kau tahan sedikit aku akan mengelap noda yang di lehermu"kata dim sambil memegang bahu jeny "teman ku sedang cari tisu, apa tidak tunggu teman ku saja"kata jeny "tidak "dim memiringkan sedikit kepalanya "itu jeny"kata agnes "jeny"lisa melihat dim memiringkan kepalanya segera kesal "wangi banget"fikir dim sambil sedikit mengeluarkan lidahnya tapi "plak!"lisa datang "berani sekali kau!!"kata lisa "lisa"kata jeny "aku hanya membantu nya kata dim "kau fikir aku tidak mengerti , aku melihat sendiri kau ingin menggigit nya kan?"lisa mendorong dim "dia bilang apa?"jeny menatap agnes "aku juga tidak tau" kata agnes "mengapa kau marah? Kau siapa nya dia?"tanya dim "aku pacar nya apa kau mengerti?"kata lisa "dia tidak akan selama nya jadi milikmu"kata dim "bugg"lisa memukul dim dan dim segera membalas nya "lisa!"boy datang "ada apa?"kata boy "kau kemana saja? Kau meninggalkan dia begitu saja"lisa juga menampar boy "jika kau berani mengganggunya lagi aku akan membunuhmu"kata lisa "lisa ada apa?"boy bingung tiba tiba dapat tamparan dari sahabat nya "fikir saja sendiri!"lisa menghampiri jeny yang sudah belepotan "jujur aku kesal dengan mu"kata lisa "kau bilang apa? "kata jeny "jeny kenapa bisa begini?"reno datang "aku susah gerak guys tub--"jeny terdiam di saat lisa menggendongnya "ayo nes jalan!"kata lisa "ada apa?"tanya reno "aku juga tidak tau"kata boy.

__ADS_1


Lisa terus menggendong jeny sampai kamar "lisa jaketnya jeny"kata agnes "ya makasih kau istirahatlah"kata lisa "baik, jaga jeny ya"kata agnes "lisa bisa kau jelaskan pada ku kenapa kau pukul orang tadi?"kata jeny lisa langsung menatap tajam ke arah jeny "kau mau tau?? "kata lisa jeny mengangguk "karena dia mau mencium mu tapi kau tidak sadar! Dan kau malah diam saja! Aku kan sudah bilang hati hati!! Jangan percaya sama orang yang tidak di kenal!!"lisa marah "tapi..tapi dia bilang mau membantu ku membersihkan noda ini"kata jeny "aahhh!! Terserahmu!! Jika kak riki tau dia juga akan melakukan hal yang sama dengan ku!"kata lisa lalu dia masuk ke kamar mandi menyalakan air "lisa tapi kau tadi memukul boy"kata jeny "karena dia tidak bisa menjaga mu!!"kata lisa "kenapa lisa kelihatannya marah sekali"fikir jeny lisa yang melihat muka jeny langsung mencoba mengontrol emosinya "maaf..maaf aku kasar pada mu"kata lisa "kau marah tiba tiba dan kau juga membuatku panik"kata jeny "maaf..aku terbawa emosi"kata lisa "kau tau aku panik tau saat kau memukul orang"kata jeny "huf.."lisa mendekati jeny yang menunduk dia memegang bahu jeny dengan lembut "aku hanya ingin melindungimu saja"kata lisa "tapi kenapa kau marah marah..aku salah apa?"kata jeny "jeny..orang tadi ingin melakukan kejahatan dengan mu "kata lisa dengan lembut "fuuh...aku harus lembut"fikir lisa "jadi aku tidak dapat menahan emosiku karena melihat orang itu berniat buruk pada mu, dan aku jadi reflek marah juga pada boy yang meninggalkan mu begitu saja, maaf sudah memarahimu"kata lisa "jadi orang tadi ada niat buruk"kata jeny lisa mengangguk "sekarang mandi ya tubuhmu sudah sangat lengket"kata lisa "aku akan mengotori lantai"kata jeny "tidak"lisa langsung menggendong jeny ke kamar mandi "kenapa masih di sini?"kata jeny "aku akan membantu mu"kata lisa "apa?? Aku bisa sendi--"kata jeny lisa segera menyemprot tubuh jeny dengan air "aah..lisa..aku bisa sendiri"kata jeny "aku bantu sedikit lagian kau kan pakai baju kenapa malu"kata lisa "iya juga ya"fikir jeny lisa mengambil spon dan menggosok leher jeny dan membantu jeny membersihkan noda yang lengket dari rambut jeny "sisanya lakukan sendiri"lisa pergi keluar dari kamar mandi. "astaga ...pantesan lisa langsung menampar ku"kata boy setelah mendengar cerita dari agnes "maaf kan aku jen"kata boy di dalam hati. Setelah selesai mandi jeny keluar "sudah selesai?"kata lisa jeny mengangguk "aku akan mandi gantian"lisa pergi ke kamar mandi .


jeny menatap langit langit kamar "kau baik baik saja?"tanya lisa "iya"kata jeny "hum..lisa sepertinya aku mengenali orang tadi"kata jeny "tentu saja, karena dia orang yang mengantarmu ke toilet"kata lisa "masa sih?"kata jeny "lain kali hati hati dan waspada"kata lisa "iya deh, tapi aku sedikit terkejut loh"kata jeny "apa?"kata lisa sambil memiringkan badannya agar bisa menatap jeny "kau pandai berkelahi juga ternyata, apa kau pernah memukul orang lain atau ini yang pertama"kata jeny "ini untuk pertama kalinya ku rasa"kata lisa.


Boy mengetuk pintu berkali kali sampai akhirnya lisa membuka pintu "apa lagi?"kata lisa "kau marah pada ku?"tanya boy "menurutmu?"kata lisa "kau meninggalkan dia dengan agnes, kau pergi begitu saja! Kau tau jika aku datang terlambat kak riki bisa memenggal kepala kita"kata lisa "maaf"kata boy "pergi sana!"lisa menutup pintu lalu kembali ke ranjangnya dia menatap jeny yang sudah tertidur.

__ADS_1


__ADS_2