Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
perlengkapan pernikahan


__ADS_3

cahaya matahari terasa semakin menyengat kulit debu dan asap memenuhi jalanan yang padat, di dalam sebuah mobil fudo terlihat mulai kesal karena mereka terjebak macet dari empat jam yang lalu "kenapa jeny tidak kelihatan ya" gumam lisa "sabar mungkin dia sedang mencari mu" kata boy "apa yang terjadi? " fudo keluar dari mobil tiba-tiba dia terfokus ke pengendara yang tak jauh darinya "hei hei itu.. itu asisten nya dim" kata fudo "hah? " kata joe "mana mana? " kata boy "it-- sial dia sudah pergi dia bawa tas di mobil nya seperti nya dia akan pergi" kata fudo "kita tinggal kan saja mobil nya" kata lisa mereka langsung keluar dari mobil dan berlari secepatnya "mobil yang mana kak? " tanya lisa "mobil putih itu itu cepat" kata fudo "hei awas aku pinjam mobil mu" kata fudo "apa? " kata seseorang yang ada di dalam mobil berwarna silver "ayo sana" fudo menarik orang itu "ini ini ambil uang ini oke" kata lisa "ayo masuk" kata joe "kita gak boleh kehilangan jejak? " kata fudo.


"tubuh mu masih terasa panas" kata dim sambil menyisir rambut jeny "mungkin akan membaik beberapa hari lagi" kata jeny "ya semoga saja" kata dim "kak dim kau mau pergi? " tanya jeny "iya aku juga mau menunjukkan sesuatu sebentar" dim menunjukkan sebuah buku yang lumayan tebal "lihat ini, ini adalah pakaian pernikahan kau lihat dan kau pilih yang mana yang bagus agar aku memesan nya dari sekarang " kata dim jeny membuka buku itu "aih.. ini bagus semua" kata jeny "apa kita harus memesan semua nya? " kata dim "lihat" jeny menunjuk gambar gaun merah panjang dan sangat indah dan jas merah dengan bunga kecil di sakunya "bagus sekali" kata jeny "kau mau? " kata dim "hum" jeny mengangguk dim langsung tersenyum "aku akan foto dulu oke, pilih lagi" kata dim "yang hitam ini juga bagus dan yang ini juga" kata jeny "hum.. bagus juga pilihan mu aku akan pesan langsung kau yakin cuma pilih tiga? " tanya dim "kenapa cuma aku yang memilih kau juga harus memilih" kata jeny "oh baik lah aku akan memilih kau suka warna apa? " tanya dim "aku suka cerah namun tidak terlalu cerah" kata jeny "um.. baik lah" kata dim "aku akan langsung pergi memesan nya" kata dim "kak dim" dim menghentikan langkah nya saat di depan pintu "kak dim di mana ponsel ku" kata jeny dim berbalik "aku ingin sesuatu, aku.. aku merasa bosan kak dim " kata jeny "aku tidak membawa ponsel mu" kata dim sambil mengambil sesuatu dari lemari " aku benar-benar bosan mungkin karena itu sakit ku tidak juga sembuh aku merasa stress "kata jeny " hum.. sebentar "kata dim tak lama kemudian dia datang mendekati jeny " di sini ada musik dan beberapa game kau bisa memakai nya"kata dim "tunggu sebentar aku akan isi tablet ini dengan game lain agar kau tidak bosan" kata dim dia pergi keluar kamar "ku harap aku tidak sembuh" kata jeny "nih" dim datang "aku menyuruh mereka memasukan game dan film dan juga musik pakai lah" kata dim "hum terimakasih" kata jeny "aku pergi dulu jangan lupa makan buah nya " kata dim jeny mengangguk sambil menatap dim pergi, jeny menyalakan tablet di tangan nya.


tubuh lisa terdorong kedepan di saat fudo tiba-tiba menginjak rem dengan mendadak "aduh ada apa kak? " kata boy "sial" kata joe "permisi" polisi yang memblokir jalan nya datang mengetuk pintu mobil "pergi keluar" kata fudo "ada apa pak, tolong pak kami sedang terburu buru" kata boy "tapi kalian sudah melanggar lalu lintas" kata polisi itu "iya karena kami terburu buru pak ayolah tolong mengerti" kata boy "kalian terpaksa ka--" polisi itu terkejut melihat mobil sudah kosong "dimana teman te--? " boy juga sudah menghilang "hah? " polisi itu terlihat kebingungan.

__ADS_1


"Terimakasih kau datang tepat waktu" kata boy "ya kebetulan aku lewat" kata bintang "halo.. lisa kalian dimana? " tanya boy "kami menuju bandara lop berjalan ke arah bandara" kata lisa "oke aku akan ke sana, eh kalian ke sana naik apa? " kata boy "jin datang menolong kami" kata lisa "terbaik" kata boy.


Hong su menghentikan mobil nya "ayo cepat" kata fudo "iya iya" kata lisa "kakak" lisa menunjuk ke arah lop yang sedang berjalan masuk ke sebuah pesawat "kita terlambat" kata fudo saat pintu pesawat itu tertutup "dia pasti ke thailand" kata joe "guys" boy datang dengan bintang "boy" kata jin "Hai, hum dimana dim dan lop? " tanya boy "sudah terbang barusan" kata lisa "terbang? kau fikir mereka apa? bisa terbang seenaknya" kata boy "mereka naik pesawat barusan " kata joe "oh.. " kata boy.


"berapa lama jadi nya? " tanya dim "kemungkinan semua nya akan siap dalam seminggu karena ini agak sulit nona" kata wanita di depan dim "seminggu? " kata dim "ya kami akan usahakan seminggu semua jadi karena biasanya jika sebanyak itu kami menyelesaikan nya sedikit lama kira kira sebulan lebih tapi kami akan usaha kan secepatnya" kata wanita itu "oke baik lah" kata dim.

__ADS_1


semua perhiasan mewah di letak kan di hadapan dim "yang ini sangat bagus nona" kata pelayan "aku mau yang lain , tunjukkan yang lain" kata dim pelayan langsung menunjukkan perhiasan lainya "oke aku mau yang ini buat seserahan nya dan hadiah pernikahan ku nanti" kata dim "yang ini aku akan pakai di pernikahan" kata dim.


"akhh" jeny meringis kesakitan ketika wanita di depan nya membalut lengan nya "ini akan membaik beberapa hari nona" kata wanita itu "ada apa ini? " dim datang "aku terjatuh saat ke kamar mandi" kata jeny "jadi bagaimana dengan tangan nya" kata dim "cuma Terkilir saja nona dim " kata wanita itu "ya ampun.. ini pasti sangat sakit" kata dim "suhu tubuh nona jeny semakin tinggi mungkin karena tangan nya terkilir jadi demam nya kembali tinggi" kata wanita itu "baik lah kau boleh pergi" kata dim .


dim mengompres jeny di malam hari "aih" jeny menutup muka nya ketika dim hendak mencium nya "kau masih bereaksi seperti ini? " kata dim "aku terkejut melihat mu begini tiba-tiba" kata jeny

__ADS_1


"ku fikir kau masih takut pada ku" kata dim "hum.. aku juga masih takut pada mu, kejadian waktu itu benar-benar menghantui ku sampai sekarang" kata jeny "maaf ya, kau pasti sangat ketakutan" kata dim "aku sedang mencoba melupakan nya" kata jeny "sekarang katakan pada ku kenapa bisa kau jatuh" kata dim "aku sedang mencuci wajah ku tapi sabun nya masuk ke mata ku dan membuat ku panik aku menjatuhkan beberapa barang termasuk sabun dan Yap aku langsung terjatuh karena kaki ku menginjak sabun " kata jeny "ah.. sayang sekali aku tidak di sini" kata dim "tidak papa " kata jeny "ini sangat terasa sakit kau bisa tidur di tempat lain kan? bagaimana jika kau menyentuh tangan ku di saat kau tidur di samping ku" kata jeny "hum.. aku akan tidur di bawah" kata dim "sekarang minum obat nya dan pergi tidur" kata dim sambil mengusap rambut jenuh "bagaimana dengan pakaian pernikahan? " kata jeny "aku sudah memesan nya, jangan kawatir mereka akan mengerjakan nya dengan cepat mungkin seminggu kemudian sudah jadi" kata dim sambil memberikan obat ke jeny "sekarang istirahat lah good night".


__ADS_2