Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
tetap lah bersama ku


__ADS_3

"uh" jeny memejamkan mata nya seketika pakaian ternoda oleh darah "berani melawan ku maka Terima kematian mu! " kata john jeny menatap beberapa orang yang sudah tidak bernyawa di lantai anak buah john mendekati pria yang ada di tengah mengikat nya "pegang tali ini" kata john pada jeny "oke" kata jeny "bukan hanya terkenal kejam aku juga baik hari ini juga kau akan ku pertemuan dengan keluarga mu " kata john anak buah john langsung menarik tali itu kuat kuat "tarik jen! " kata john "oke" jeny berbalik menarik tali itu suara jeritan tak berdaya menggema di ruangan itu "uhh" jeny hampir terjatuh mengira tali yang dia pegang putus jeny langsung berbalik bukan tali yang putus tetapi tubuh pria itu yang sudah hancur.


air mengalir dengan deras jeny memejamkan matanya sambil membasuh tubuhnya baru kerja beberapa hari namun dia sudah menyaksikan ribuan kali penyiksaan dan puluhan mayat di hadapan nya air matanya mulai mengalir dia menatap tangan nya "tuan son maaf.. maaf.. maaf" kata jeny.


beberapa minggu berlalu hingga di suatu malam jeny duduk di dalam sebuah bar sendirian tanpa mengatakan apapun dia terus minum dan minum "ahhhhhh!! " jeny kembali minum suara jeritan orang yang di siksa john hari ini benar benar membuat jeny tertekan.


"kau terus mengomeli ku kau sok paling jago aku tau dia bodyguard mu ini sangat berguna" kata danmi "tentu saja kau bahkan belum cerita pada ku siapa yang ingin kau bunuh itu? " kata fang di telpon "orang yang membunuh adik kita tapi sayang nya anak buah ku di tangkap oleh nya" kata danmi "kau kan memang bodoh kenapa kau tidak mengatakan nya di awal? " kata fang "biarkan aku berkerja kau diam saja jika aku tidak bisa aku juga akan menelpon mu" kata danmi "oke oke aku akan membiarkan mu bekerja" kata fang "hum" kata danmi "danmi... jaga dirimu".


jeny meneguk minuman nya untuk kesekian kali nya seseorang berjaket hitam tak jauh dari meja nya terus mengamati nya dengan tatapan heran " dia masih sanggup minum lagi? "fikir nya " hei tambah dua botol lagi"kata jeny "apa? " orang yang mengamati jeny terkejut "dia sudah habis hampir empat botol lebih dan dia minta lagi? " kata orang itu.


"tuk" nampan di letakan di atas meja "kenapa muka mu begitu boy? " tanya Jack "aku kepikiran jeny aku tidak ada melihat nya akhir akhir ini " kata boy "dia kan sudah berkerja wajar saja kau tidak melihat nya" kata jin "iya itu benar" kata Jack "tapi ya aku tau aku tau dia sedang berkerja tapi entah mengapa aku merasa kawatir" kata boy "kau terlalu berlebihan biarkan dia berkembang menjadi lebih baik" kata Jack.


joe menggantung handuknya lalu duduk di dekat bob "aku rindu dengan jeny" kata Agnes "aku juga" kata bob "dia kan sudah kirim pesan kalau hari ini dia lembur" kata joe "kasihan dia lembur terus" kata Agnes "eh kalian sadar sesuatu gak? " joe menatap bob "apa? " tanya joe "jeny waktu di rumah sakit " kata bob "hum lalu" kata joe "lalu lalu kau sebenarnya mengerti tidak sih? " kata bob "lalu apa bicara jangan setengah setengah! " kata joe "jeny itu dingin banget ke lisa tapi saat di rumah sakit jeny terlihat begitu kawatir pada lisa kalian mengerti gak sih" kata bob "entah apa yang dia bicara kan? " kata joe "maksudnya gimana singkat saja" kata Agnes "apa menurut kalian jeny sudah mulai mencintai lisa? " kata bob "dari mana kau tau? " tanya Agnes "jeny terlihat begitu menghawatirkan lisa saat di rumah sakit" kata bob "bisa jadi ya aku akhirnya mengerti" kata Agnes .

__ADS_1


beberapa pria mendekati jeny


"dia minum seorang diri"


"ayo ayo kita dekati"


"kaya nya dia sudah mabuk"


"jeny! " orang yang berjaket hitam yang mengawasi nya dari tadi langsung menghampiri jeny dan duduk di samping jeny


"oh dia ada teman"


"Hai Hai bagaimana kalau--"

__ADS_1


"plakk" orang itu menarik kerah salah satu pria lalu menampar nya "berani sentuh pacar ku akan tau akibatnya" kata orang itu


"pacar? "


"yang benar saja wanita berpacaran dengan wanita? "


"mereka tidak waras"


beberapa pria datang lagi "jauhkan mereka dari ku" kata orang jaket hitam "siap nona" kata para bodyguard nya "jeny.. jeny.. " kata orang itu yang tak lain adalah lisa "jeny" kata nya lagi "hum.. kau siapa kapan datang nya apa kau turun dari langit? " tanya jeny "ini aku apa kau lupa kau terlalu mabuk" kata lisa "aku tidak mabuk eh tunggu biar aku mengamati wajah mu" kata jeny sambil meraba wajah orang di depan nya "hum.. kau tampan sekali ya" kata jeny "sudah hentikan ayo berdiri kita pulang" kata lisa "pulang? " lisa mengangkat tubuh jeny "aih.. lepas" kata jeny.


mobil berhenti "aku bisa jalan" namun baru dua langkah jeny kembali terjatuh "iya jalan sedikit saja kau sudah jatuh" kata lisa "eh.. kenapa jalan nya ada empat ini rumah ku atau wahana " kata jeny "itu karena kau mabuk pegang leherku " lisa menggendong jeny "hei aku ingat... kau ini seorang pembohong sama seperti lisa" kata jeny lisa meletakan tubuh jeny ke atas ranjang "kau sebut aku apa? " tanya lisa "pembohong! aku mengenali mu sekarang kau yang mencium ku waktu itu.. ya.. hum.. kau bilang kau tidak akan pergi kau pergi dasar pembohong tapi.. kau ini nyata atau tidak sih biar aku periksa" kata jeny sambil duduk "kau mau apa? " kata lisa "diam" jeny menyentuh tangan lisa wajah lisa, lehernya "kok bisa ya.. kau nyata" kata jeny "hei!! " lisa terkejut "kenapa? " kata jeny "kau menyentuh bagian terlarang di dada ku" kata lisa "tidak ada bagian terlarang! jadi aku tau kau nyata.. tapi juga terlihat seperti khayalan" kata jeny "jeny.. kenapa kau mabuk? " tanya lisa "aku merasa butuh ketenangan aku benar-benar tertekan eh.. aku tidak bisa cerita pada mu kau siapa ya" kata jeny "apa yang terjadi? kau ssudah sangat mabuk berat jen kenapa--" kata lisa "kenapa kau datang di saat aku mabuk dan dia saat aku sadar kau ada di mana? " tanya jeny "di dekat mu juga" kata lisa "dengar ya aku sudah ikut membunuh banyak orang bersama john, aku merasa tertekan dan aku ingin cerita ke teman ku tapi aku takut mereka malah kawatir aku tidak punya pilihan selain memendam nya sendirian aku butuh teman tapi aku bingung" kata jeny "kenapa kau tidak leri dari john? " tanya lisa "tidak akan! " jeny menyipitkan matanya "kau tau kalau aku lari yang dia incar bukan aku tetapi orang yang ada di sekitar ku dan itu membuat ku hanya bisa diam dan patuh kau lihat anak bodoh di rumah sakit itu dia diam saja tidak melawan saat di pukuli oleh John di tusuk di tembak dia tidak melawan entah apa yang di otak lisa kenapa dia bodoh sekali" kata jeny "apa gara gara lisa kau jadi kerja dengan John? " tanya lisa "tidak tidak juga tapi iya juga jika aku tidak segera setuju lisa akan mati" kata jeny "kenapa kau tidak datang waktu itu? kau tau bagaimana aku berteriak LISA LAWAN DIA!! LISA JANGAN DIAM SAJA LAWAN!! AYO MELAWAN!! dan kau tau lisa hanya tersenyum melihat ke arah ku tapi beda saat dia ada di dekat ku" kata jeny "dia sangat berani tiba tiba memelukku mencium ku kenapa saat dengan John dia malah seperti boneka? " kata jeny "mungkin ada alasan lain" kata lisa "tapi apa kau menyukai lisa? " tanya lisa "hum.. aku tidak tau kalau soal itu tapi waktu itu aku menyadari sesuatu" kata jeny "apa? " kata lisa "aku tidak mau dia mati aku tidak mau dia pergi ke Tuhan aku bener bener kawatir" kata jeny "hei aku sudah cerita pada mu" kata jeny "tidak papa kau bisa cerita semua nya pada ku anggap saja kita teman curhat" kata lisa sambil berdiri "aku akan bersihkan tubuh mu sini buka baju dulu" kata lisa "kau sering muncul tapi aku tidak tahu nama mu" kata jeny "bisa kau beri aku nama? " tanya lisa "nama? " kata jeny "iya aku mau kau memanggilku dengan nama yang kau buat" kata lisa "lean"kata jeny " lean apa arti nya? "tanya lisa sambil mengambil handuk kecil " aku tidak tahu itu muncul tiba tiba "kata jeny " baik lah diam ya aku sedang membersihkan tubuh mu "kata lisa " kak lean apa kau pernah takut kehilangan seseorang? "tanya jeny " kau panggil aku kakak? "tanya lisa " kak lean"ucap jeny "aku pernah takut kehilangan seseorang sampai sekarang namun.. " kata lisa "namun.. " kata jeny "dia tidak peka pada ku bahkan dia tidak percaya aku cinta pada nya" kata lisa "aih.. nasib ku jelek " kata jeny "uhm.. tapi aku tidak menyerah" kata lisa "aku terus berusaha sampai dia mengerti aku benar benar mencintai nya dan ingin menjadikan dia istri ku" kata lisa "oh.. uhm..??? istri?? " kata jeny "iya" kata lisa "aku benar-benar mencintaimu jen" kata lisa dalam hati. tak berapa lama kemudian


"kau bisa tidur" lisa menarik selimut dan menutupi tubuh jeny dengan selimut "kak lean tetap lah bersama ku" mata jeny terlihat sayup sayup mulai terpejam "kau mau akau ada di dekat mu? " tanya lisa "iya" kata jeny "tidur lah aku akan tetap bersama mu" kata lisa sambil mengusap kepala jeny yang sudah terlelap lisa tersenyum "good night sayang" lisa membereskan semuanya lalu tidur di samping jeny.

__ADS_1


__ADS_2