
lisa duduk di depan jeny yang minum akohol terus menerus "jen sudah cukup"kata lisa sambil menahan tangan lisa yang masih mau meminum akohol "hum..hei tuan jangan ganggu aku karena aku hum..tidak akan segan menghajar mu"kata jeny "kau sud--"ponsel lisa berdering "kau jangan kemana mana"kata lisa sambil pergi keluar "haah"jeny masih meneguk minumannya "hai"ada tiga wanita berbaju hitam menghampiri jeny "kenapa hanya duduk ayo menari"kata mereka sambil menarik jeny untuk ikut menari dengan mereka "asyik kan"kata mereka "hum yeah ... Aku suka musik nya"kata jeny sambil mulai menari salah satu dari mereka menarik kemeja jeny dan membuka nya "woaahhh"seru orang orang "apa kau masih mau minum?"tanya salah satu dari wanita itu "yeah ya"kata jeny satu wanita lagi menarik jeny untuk duduk lalu mengikat tangan jeny yang satunya menuang minuman yang di dalam botol ke mulut jeny "woaahhh lihat gadis di sana"kata orang orang. Lisa datang melihat jeny sudah tidak ada di tempat lalu mencari boy "du ddu du"boy turun dari atas "boy apa kau membawa jeny"kata lisa "loh aku kan meminta mu mengawasi jeny gimana sih"kata boy sambil melihat ke segala arah "woaahhh"suara orang sangat ramai lisa segera melihat kerumunan orang dengan melewati orang orang mabuk yang sedang menari "kau sangat mempesona"kata wanita itu lisa melihat jeny yang mabuk dudul dengan tangan terikat dan hanya dengan kaos lengan pendek warna hitam lalu ada wanita yang menuang minuman ke mulut jeny "astaga!"lisa langsung menghampiri jeny lalu memukul tiga wanita itu dan melempar nya ke meja sekitar lalu menarik jeny yang sudah sangat kacau "jeny jeny!!"kata lisa "yeah ya musik"kata jeny tidak banyak bicara lisa membopong tubuh jeny lalu menghampiri boy "aku bawa dia pulang"kata lisa "oke oke"boy mengantar mereka ke parkiran dan juga membuka pintu mobil "tolong jaga dia"kata boy lisa mengangguk lalu masuk ke dalam mobil dan pergi .
__ADS_1
lisa mengangkat tubuh jeny sampai ke tempat tidur "hum. ..hm minum minum"kata jeny "kau membuatku kesal jen"kata lisa sambil mencoba meletakan jeny ke ranjang "bukk"tubuh jeny jatuh ke ranjang "agar miring sedikit aku akan melepaskan ikatan di tangan mu"kata lisa sambil mendorong tubuh jeny dan membuka ikatan di tangan jeny lisa menatap jeny "ayo menari"jeny mengangkat satu tangan nya ke atas lisa pergi mengambil handuk basah dan piyama tidur lalu mendekati jeny yang sedang mengangkat sebelah tangan nya "bisa diam tidak!"kata lisa "hei bi siapa orang ini"kata jeny lisa membuka kaos jeny dan membersihkan tubuh jeny "kenapa kau mau ikut dengan mereka?"kata lisa dengan kesal "hum mm"jeny tidak menjawab lisa menarik jeny "bersandar lah pada ku aku akan pakaikan kau kaos"kata lisa "yum m..."jeny bicara tidak jelas tubuh nya bersandar pada lisa "tolong jangan begitu lain kali"kata lisa sambil membaringkan tubuh jeny "ahhh... Kepala ku sakit..hum..musik"kata jeny "apa kepala masih sakit "lisa mengusap kepala jeny "berikan....aku...minum..boy"jeny mengangkat tangan nya lisa menurunkan tangan jeny "tolong jangan sakiti dirimu sendiri kau tidak salah apapun dengan apa yang sudah terjadi"kata lisa sambil melihat wajah jeny lalu lisa berdiri melepas jaket nya dan pergi ke dapur untuk minum dia melihat foto jeny di ruang tamu dan juga foto riki lalu lisa melirik ke tangga dan pergi ke kamar jeny membuka laci jeny seperti mencari sesuatu tetapi tidak di temukan lisa kembali keluar memeriksa semua laci sampai dia melihat satu jalan munuju belakang rumah lisa mengikuti jalan itu ada satu pintu lisa membuka pintu itu ternyata gudang banyak kursi, sepeda,dan perkakas lain lisa menemukan sebuah koran dekat rak yang sudah usang lisa mengambil koran itu "kasus pembantaian satu keluarga di daerah sungai sukar biru sial tulisan ini sudah tidak bisa di baca"kata lisa lalu dia memfoto koran itu lalu dia melihat foto yang terselip di balik sebuah vas terlihat foto keluarga "jangan jangan"fikir lisa lalu dia menyimpan foto itu lalu mengirim pesan ke bright untuk mencari koran yang di inginkan lisa ."astaga jen"lisa kaget jeny sudah jatuh dari ranjang lisa mengangkat tubuh jeny ke atas ranjang "aku akan mencari tau masa lalu mu agar aku bisa menjaga mu lebih baik jangan lan tuju hari seumur hidup pun aku siap"kata lisa sambil mencium kening jeny dengan lembut.
__ADS_1
"astaga lisaaa!!"boy terkejut melihat lisa datang dan sudah ada di ruang tamu "boy kemari"kata lisa boy yang masih memakai piyama segera turun lisa menatap boy "siapa nama ayah jeny?"tanya lisa "humm...duh ..siapa ya tunggu ..humm...Aaaaa tuan ryu aku kenal baik pada nya karena dia pria yang baik dia seorang tentara dan dia tewas saat bertugas"kata boy "plak"lisa menampar boy dengan koran boy melihat koran itu lalu menatap ke lisa dengan terkejut "katakan sesuatu boy"kata lisa "ayo katakan"kata lisa "kau dapat ini dari mana kau tau orang yang memiliki ini bisa di tangkap"kata boy "jadi kau tau"kata lisa dengan kesal boy menunduk "aku tau semuanya"kata boy "aku sudah berjanji dengan kak riki agar tidak membahas ini"kata boy "tolong jangan beritau jeny lisa dia tidak boleh ingat ini"kata boy "ceritakan pada ku"kata lisa "jeny sudah mengalami hal buruk dengan sahabat sahabat nya seperti yang aku ceritakan tapi setelah pulih dia justru di hancurkan kembali dengan kejadian mengerikan keluarga tuan ryu di bantai dengan sekelompok orang , mereka membunuh dan menyiksa tanpa ampun karena kasus mereka terbongkar tuan ryu tidak tewas karena bertugas dia juga pria baik dia di pecat karena memperegoki perdagangan gelap senjata api dan barang haram istri nya juga pernah di sandra karena marah tuan ryu menembak penyandra itu dan ada yang memfoto nya lalu menuduh tuan ryu melakukan pembunuhan warga sipil karena itu dia di pecat semua di bantai habis jeny menyaksikan itu semua lis, mereka mencoba melindungi jeny tuan ryu menyuruh jeny sembunyi di kamar beruntung jeny pintar sembunyi jeny memiliki tempat rahasiah yang di buat oleh kak riki yaitu sebuah ruangan di dalan dinding kamar mereka tidak menemukan jeny mereka terus mencari sampai pagi lalu ada anjing yang membuat mereka akhirnya pergi begitu saja karena mereka menunggu dan mencari jeny tidak muncul .kak riki pulang dari bertugas di pagi hari dia melihat keluarga nya sudah tiada ayah angkat nya yang membesarkan nya dari usiah tuju tahun sudah tiada dia terpukul namun pembunuh itu meninggal kan jejak kak riki menyimpan barang yang di tinggalkan pembunuh lalu mencari jeny satu satu nya orang yang tersisa jeny tidak bisa bicara apapun dia menjadi bisu"boy menangis sedih "dia ketakutan kak riki membawa nya merawat nya jeny sepertinya trauma berat dia mendorong kak riki saat di rumah sakit semua pria di dorong dan dia berteriak pembunuh pembunuh pergi cuma itu yang bisa di ucapkan jeny.saat kasus di tutup kak riki kembali ke rumah itu membakar semua barang barang dan saat ingin bertemu dengan jeny dia harus memakai wig dan make up sampai akhirnya jeny mulai tenang dan tidak takut dengan pria dia bercerita semua nya dengan sedih pada kak riki setelah itu jeny tidak banyak bicara dia sudah bukan jeny yang dulu .kak cika membantu kak riki merawat nya juga dengan dokter arman jeny hancur sehancurnya seperti cermin yang di banting ke atas batu itu kenapa aku selalu mengawasi jeny kak riki kerja keras buat jeny huff...aku sedih..jeny depresi dia harus minum obat penenang agar bisa tidur dia lupa semua nya saat dia di rawat dia sering mengamuk memegang kepala nya lari mama lari papa....aaaa menjauh terus begitu tapi tiba tiba dia lupa dia tidak ingat punya keluarga yang dia tau keluarga nya cuma kak riki dia mendadak lupa aku juga heran kak cika bilang itu dampak dari depresinya dan benturan keras di kepalanya jeny pernah jatuh dari tangga saat kak cika mengantar obat ke kamar rawat nya jeny kabur dan jatuh..itu nenyedihkan lisa...itu sebab nya aku dan teman lain serta kak riki mencoba merakit kembali kehidupan jeny kau tau sekarang jeny suka minum karena kepalanya sering sakit karena ada bayangan bayangan orang asing kata dia padahal sebenar bukan orang asing tapi itu adalah orang jahat yang di masa laly nya..kau sekarang tau semua nya bukan"kata boy "tap..tapu kenapa kak riki meninggal kanya adiknya sendiri"kata lisa "itu demi keadilan lis..kak riki sedang mencari keadilan dan kebenaran dengan memburu para pelaku semua dia lakukan demi jeny "kata boy "aky mandengar kak seorang polisi"kata lisa "itu dulu sekarang tidak..kak riki bergabung dengan orang lain kerja dengan orang untuk jeny"kata boy "sekarang terimakasih"kata lisa pada boy "aku akan membantu kak riki dan dirimu buat menjaga jeny"kata lisa sambil merangkul boy yang masih menangis.
__ADS_1