Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
menantu


__ADS_3

"hm? " jeny bangun dari tidur nya dia melihat lisa tidak ada di samping nya "aku pergi kerja duluan, tidak bisa sarapan bersama mu. jangan pergi kemana mana nanti kak riki datang" jeny membaca pesan di meja dekat ranjang. "pergi gak bangun kan aku dulu dasar brengsek" jeny berdiri pergi ke kamar mandi.


di halaman rumah jeny...


"pak lebar kan lagi saja " kata fudo "hei kenapa kau jadi merubah rumah ku? " tanya riki "semakin besar semakin bagus" kata fudo "rumah siapa yang ngatur siapa" kata endo "nama juga anak pe'ak" kata amin "ku bunuh kau setelah ini" kata fudo sambil lanjut memberi arahan ke tukang bangunan "ku rasa dia cocok jadi tukang bangunan dari pada seorang mata mata" kata pam.

__ADS_1


para pelayan berbaris di tangga melihat jeny datang seketika jeny menjadi gugup "kalian sedang apa? " tanya jeny "selamat pagi nona jeny sarapan telah siap" kata para pelayan "ya ampun jangan perlaku kan aku seperti ini, aku bukan tamu istimewa aku cuma teman lisa" kata jeny "nona lisa bilang anda kekasih nya" kata pelayan "apa?? " kata jeny.


"apa yang terjadi adik ku? " tanya Daichi "dari awal pertemuan di mulai sampai berakhir kau terlihat begitu bahagia" kata Daichi "kakak tau, jeny sekarang tinggal bersama ku" kata lisa "apa kalian sudah jadian? " tanya Daichi "belum kak tapi.. mungkin akan segera jadian ahh.. aku sangat senang gak bisa berhenti tersenyum" kata lisa "ya ya jika sudah jadian kabarin aku ya" kata Daichi.


malam harinya...

__ADS_1


"aduhh" lisa hampir terjatuh karena di lempar bantal "aw jen" kata lisa "aw apa dasar Brengseek" jeny melempar bantal lagi "hei" kata lisa "kau bilang apa pada orang orang mu!! " kata jeny "bilang apa seharusnya saat aku pulang kau sambut dong minimal dengan satu kecupan" kata lisa "kecupan kata mu!! kau fikir aku apa? " kata jeny "tenang lah jen" kata lisa sambil berjalan mendekat "tenang apa? kau membuat ku kesal!! " kata jeny "oke" lisa menangkap tangan jeny "apa salah ku? " kata lisa "kau bilang apa pada mereka? " kata jeny "aku bilang" lisa menundukkan tubuh nya "jangan terlalu dekat lisa" kata jeny sambil menahan tubuh lisa "lisa.. " kata jeny "apa? kenapa diam? " kata lisa tubuh jeny jatuh ke atas ranjang "lisa.. jangan buat masalah pada ku" kata jeny "katakan kenapa kau kesal pada ku? " kata lisa sambil mengusap wajah jeny "kenapa kau bilang pada mereka kala aku kekasih mu? " kata jeny "memang nya salah? " kata lisa sambil menahan tangan jeny yang terus mendorong nya "salah dong!! aku bukan pacar mu" kata jeny "tapi kau mencintai ku " kata lisa "tidak " kata jeny "katakan lagi" kata lisa sambil mencium pipi jeny "aku tidak mencintai mu" kata jeny "tapi aku mencintai mu dan tidak perduli jika kau tidak mencintai ku tapi.. aku tau kau mencintai ku" kata lisa "jangan harap" kata jeny "awas lisa... " kata jeny " kita jadian yuk "kata lisa " gak mau"kata jeny "satu hari saja" kata lisa "gak mau" kata jeny "awas aku mau pulang saja " kata jeny "pulang lah aku akan menggigit mu jika kau berani keluar dari pintu rumah ku" kata lisa "kau ini keturunan vampir ya di mana orang tua mu biar aku mengadukan pada mereka kalau kau itu seorang bajingan" kata jeny "oke" lisa berdiri "halo ma, pa jeny mau ketemu apa kalian sibuk"kata lisa "mama akan datang" kata mama lisa "eh" jeny berdiri "aku.. aku cuma" kata jeny "tunggu mama ya jen" kata mama lisa "apa?? " jeny terkejut dia tidak menyangka kalau lisa akan serius "mama akan datang kau pergi bersiap" kata lisa "kenapa kau menelpon mereka? "ujar jeny " kau kan mau bicara pada mereka selagi mereka juga lagi di jalan sekalian mampir ke sini "kata lisa " kau sengaja ya"kata jeny "jadi boleh aku menggigit mu sekarang" kata lisa "ku tampar kau nanti" kata jeny "aku mandi dulu ya jangan lupa sapa dengan baik orang tua ku" kata lisa sambil pergi ke kamar mandi "mati aku" kata jeny.


mobil biru berhenti di depan rumah "silahkan nyonya dan tuan" kata hisao "lisa" kata alfie "ma"lisa menuruni tangga " lisa sialan "kata jeny dalam hati " apa itu jeny? "tanya hiko " kemari lah jeny "kata alfie jeny turun pelan pelan di tangga " ku habisi kau lisa setelah ini"kata jeny dalam hati "halo tante halo om" kata jeny "kenapa sungkan gadis cantik" kata hiko "kau ingin mengatakan apa ayo duduk sini" alfie menarik tangan jeny "ayo jen katakan saja apa yang mau kau katakan tadi" kata lisa "apa lisa melakukan sesuatu? " tanya alfie "apa lisa membuat mu kesal ayo katakan saja biar aku menghukum nya" kata hiko "hum.. tidak om" kata jeny "jangan panggil om kedepan nya kau akan menjadi menantu kami panggil aku papa dari sekarang" kata hiko lisa tersenyum mendengar papa nya "benar nak, jangan panggil om atau tante panggil lah papa dan mama kau sangat menggemaskan seperti yang di katakan lisa" kata alfie "hum.. tante" kata jeny "kenapa panggil tante lagi, sabtu depan kita belanja bersama ya" kata alfie "hum.. " jeny gugup dia menatap lisa sebentar "lisa jeny terlihat kesal pada mu" kata hiko "apa yang lisa lakukan pada mu" kata alfie "dia suka menekan ku" kata jeny lisa terkejut mendengar jeny "menekan? " kata alfie "hum.. bukan bukan maksud ku.. dia.. dia suka makan" kata jeny sambil tersenyum "oh.. dia suka makan? " alfie terkejut "sejak kapan kau suka makan" kata hiko "sejak melihat nya pa" kata lisa "ya Tuhan.. aku sangat senang sekali melihat mu banyak makan kau tau jeny dia ini anak yang sangat susah di suruh makan dia selalu melamun seorang seorang idiot" kata alfie "jeny kau semester berapa? " tanya hiko "aku.. aku tidak kuliah om susah lama" kata jeny "kenapa? kau tidak ingin lanjut lagi? kenapa masih memanggilku om " kata hiko "karena aku.. aku bukan.. " kata jeny "jangan sungkan" kata alfie "jika kau ingin lanjut kuliah bilang pada papa, papa bisa memasukkan ke Universitas mana pun dan papa yang akan mengurus semuanya" kata hiko "aku ingin kerja" kata jeny "oh.. kenapa kau ingin kerja? biarkan lisa saja yang berkerja apa dia masih malas melakukan apapun" kata alfie "lain kali kita harus liburan bersama" kata hiko "benar itu " kata alfie "tapi aku bukan pac--" ponsel hiko bunyi "pa ini sudah malam kenapa belum pulang? " tanya Daichi "iya iya ini akan segera pulang" kata hiko "lihat kakak ipar mu sudah menelpon" kata alfie "jangan lupa hari sabtu ya" kata alfie.


di dalam kamar..

__ADS_1


lisa membuka pintu "kau senang? " kata jeny "senang sekali tapi kenapa kau tidak mengatakan yang sebenarnya pada orang tua ku" kata lisa "brengsek! apa kau juga mengatakan pada orang tua mu kalau aku pacar mu" kata jeny "kalau apa? " kata lisa "kalau aku pacar mu!! " seru jeny "jadi kau pacar ku" kata lisa "hah? " jeny bingung "kau barusan mengatakan nya" kata lisa "maksud ku bukan begitu" kata jeny "dengar jen, aku dari tadi hanya diam saja tidak mengatakan apapun dan mereka sendiri yang mengira kau adalah menantu mereka" kata lisa "pasti kau sudah mengatakan nya" kata jeny "kata kan apa" kata lisa "kalau aku pacar mu!! " kata jeny "kau ini pacar ku bukan? " kata lisa "tentu eh bukan!! " kata jeny lisa terkekeh "kau sendiri sudah mengatakan nya kalau kau adalah pacar ku" kata lisa "kapan? " kata jeny lisa mengambil ponsel di meja dan menyalakan sebuah rekaman "kalau apa? " "kalau aku pacar mu!! " jeny terdiam "sudah jelas? " kata lisa "kenapa kau menyembunyikan perasaan mu pada ku? " kata lisa "aku akan pulang jika kau masih membahas ini" kata jeny "kenapa? " kata lisa "karena aku tidak mencintai mu aku cuma peduli itu saja" kata jeny "tidak masalah jika kau belum menerima ku, aku tidak akan memaksa kan itu semua. cuma ku memohon pada mu.. satu hal.. aku benar benar memohon pada mu.. jangan cintai orang lain dan biarkan aku yang ada di hati mu" kata lisa "tidur lah ini sudah malam aku tidak mau di omeli orang tua ku karena menantu kesayangan mereka sakit " lisa pergi naik ke atas ranjang menarik selimut "aku bukan menantu nya" kata jeny "aku tau" kata lisa sambil memakai earphone dan memejamkan mata nya jeny masih diam di tempat "kenapa aku jadi merasa bersalah ya" fikir jeny sambil perlahan berbalik menatap lisa yang terlihat sudah terlelap "mungkin aku keterlaluan ya" fikir jeny sambil berjalan duduk di tepi ranjang menatap lisa "lisa" jeny menggerakkan tangan nya ke muka lisa namun lisa tak bereaksi jeny melepaskan earphone yang lisa pakai dan meletakkan ke atas meja "anak bodoh" jeny berbaring dan tidur perlahan lisa membuka matanya menatap ke arah jeny yang sudah tidur perlahan tersenyum.


__ADS_2