Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
aku bisa berubah menjadi apapun yang kau mau


__ADS_3

air mata lisa tidak bisa berhenti mengalir, dengan lembut dia mengusap wajah jeny dengan handuk basah. "kenapa kau menangis? " tanya jeny sambil perlahan menatap lisa "tidak papa" kata lisa "apa yang terjadi pada ku perawat? " tanya jeny "kau sakit jadi harus di rawat di sini" kata lisa "sekarang kau harus sarapan" kata lisa dengan lembut "tunggu" jeny menarik tangan lisa "ada apa? " tanya lisa "bisakah hubungi suami ku? " kata jeny air mata lisa kembali menetes. hatinya begitu sedih namun dia harus tetap tegar menghadapi jeny dalam kondisi seperti ini, "wajah mu sangat mirip dengan nya" kata jeny "ha baik lah" kata lisa sambil mengambil makanan di meja "baik ka--jeny" lisa mencari jeny "tolong!!! tolong" jeny berlari keluar "jeny!! " kata lisa "jeny" Daichi menangkap jeny yang hampir jatuh di tangga.


"tuan tuan tolong aku!! aku di rantai seorang wanita lihat" jeny menunjukkan tangan nya "tangkap dia" kata beberapa perawat "hah" jeny langsung lari kebelakang Daichi "tolong tolong!!! aku, aku tidak mau menikah" kata jeny "nona jeny tenang lah" kata perawat "kakak" kata lisa "aku tidak menyangka akan separah ini" kata Daichi "jeny!!" kata lisa ketika jeny kembali lari "jeny tunggu!! tunggu" kata lisa "aih" jeny jatuh "jeny " lisa membantu jeny berdiri "jangan sakiti aku" jeny meringkuk ketakutan "jeny.. jeny.. ini aku" kata lisa "hah pintu terbuka dia datang!! dia datang" kata jeny "kita di mana !! kita di mana" kata jeny "jeny " kata lisa, jeny menatap lisa "lisa" kata jeny "iya sayang" kata lisa jeny tersenyum dengan mata berkaca kaca.

__ADS_1


"kau lisa" kata jeny "iya aku lisa kau mengenal ku kan? " kata lisa "lisa tolong.. lihat!! lihat tangan ku, tangan ku di ikat aku aku tidak bisa lari" kata jeny "biar aku menolong mu" kata lisa "iya" kata jeny "oke tangan mu sudah bebas aku akan menggendong mu" kata lisa. perawat berjalan di belakang lisa "tidak tidak" jeny memukul lisa "jeny" kata lisa "jangan sentuh aku.. kau kau bukan lisa" jeny mundur dia terus mundur sampai ke sudut ruangan itu "jeny ini aku" kata lisa "jangan lakukan hal buruk pada ku, jangan lakukan hal itu pada ku" jeny menangis sejadi-jadinya "nona lisa seperti kita harus membawa nona jeny ke rumah sakit jiwa" kata dokter "apa kata mu" lisa marah "kau fikir istri ku gila!! " kata lisa "lisa !! lisa" boy datang dan langsung menarik lisa "Hai jeny" Daichi menunduk.


jeny menatap Daichi "jangan tangkap aku!! jangan tangkap aku" jeny melempar vas ke arah Daichi "jeny, jeny itu kakak" kata lisa "hah.. jangan.. jangan dekati aku!! lisa akan datang menjemput ku" kata jeny "oke" lisa pergi "lisa lisa lisa tolong.. jemput aku" kata jeny "jeny" jeny menoleh ke asal suara, perlahan jeny tersenyum dan berdiri "halo aku naruto" kata lisa "naruto kun" kata jeny "Hai jeny" kata lisa "bisa aku minta tolong? " kata jeny "katakan saja" kata lisa "selamat kan lisa seorang pembunuh menanti nya di rumah pergilah dan selamat kan dia" kata jeny "kau kawatir pada lisa" kata lisa "iya aku takut dia mati" kata jeny "kalau begitu ayo pulang. kita selamat kan lisa sama sama" kata lisa "lisa apa yang kau katakan jeny harus di rawat" kata Daichi "tapi apa kau tidak dengar? mereka mau memindahkan jeny ke rumah sakit jiwa" kata lisa "aku lebih baik membawa jeny pulang" kata lisa dengan kesal "tidak" jeny mundur "jeny jangan takut" kata lisa "kalian siapa" jeny mundur "jeny tenang kita akan pulang" kata lisa "tapi nona kondisi mental nona jeny sedang hancur, kita harus merawat nya di rumah sakit jiwa" kata dokter "kau bila--" Daichi menarik lisa "dokter benar ini semua demi kebaikan jeny" kata Daichi "dengar lisa kita harus menolong jeny" kata boy "tapi jeny tidak gila" kata lisa "nona jeny" dokter lari ke arah jeny di saat jeny memungut serpihan vas "jeny jangan" kata lisa "aku mencintai lisa bukan kau, akan ku buktikan" jeny meletakkan serpihan vas itu di leher nya "tidak sayang tidak.. kau tidak boleh melakukan itu" kata lisa "jeny.. ingat lisa akan sedih jika kau melakukan itu" kata boy "tidak!! " darah mengalir di leher jeny "jeny" lisa menarik jeny.

__ADS_1


robi menatap jeny yang sudah sadar "aih.. " jeny duduk "Hai" kata robi "lisa lisa.. lisa kau dimana lisa" jeny melihat kanan kiri "lisa tolong aku" kata jeny "aku di sini" lisa datang "lisa " kata jeny "ini aku " kata lisa "rantai nya" jeny melihat lengan nya "tidak ada kan? " kata lisa "ada" kata jeny "ada? baik aku akan lepas kan rantai nya" kata lisa sambil mengusap tangan jeny dan meniup nya, "sudah kan" kata lisa "kau siapa? " tanya jeny "menurut mu aku siapa? aku bisa menjadi apapun yang kau mau.terserah kau mengenali ku dalam bentuk apapun, kau bisa memanggil ku suami, sayang, Naruto dan apapun aku akan Terima semua " kata lisa "aku tidak tau" kata jeny "kau pernah memanggil ku dady ingat tidak? waktu itu ka--" lisa terkejut jeny lari menjauh "tidak tidak.. kau sudah janji, kau! kau tidak akan melakukan hal buruk pada ku" jeny mundur ketakutan "cika? " kata robi "maaf aku terlambat" kata cika "pergilah kak dim.. jangan ganggu aku.. aku. mau tidak menikah dengan mu" kata jeny sambil menutupi kelapa nya "jeny.. dia bukan dim" kata lisa "pergi.. pergi" jeny melemparkan benda yang ada di dekat nya "pergi pergi pergi!!! " kata jeny "bisakah kau pergi, di saat kau datang jeny langsung berubah ketakutan" kata lisa sambil menatap cika "tidak papa aku akan menangani nya" robi berjalan mendekati jeny "jeny... lihat lihat ke sini" kata robi "tidak tidak.. jangan jangan tangkap aku!!lepaskan aku" kata jeny "jeny" lisa melihat jeny di bius.


"nih" joe menatap sekotak tisu di depan nya "kau sedang sedih kan? " joe menatap wanita di samping nya "jangan ganggu aku" kata joe "jangan sungkan nih tisu kaya nya aku melihat mu menangis tadi" kata wanita itu joe berdiri dan langsung pergi "apa? aku di tinggal begitu saja? " kata wanita itu yang tidak lain adalah ara "joe" kata Agnes "aku ngantuk " joe pergi ke kamar nya "joe pasti sudah tau jeny di bawa ke rumah sakit jiwa" kata bob "ya Tuhan" Agnes mengusap air mata nya.

__ADS_1


Daichi melihat lisa menempel kan banyak foto di dinding tempat jeny di rawat "kakak kau bisa pulang, aku akan tetap di sini" kata lisa tanpa menoleh ke arah Daichi "lisa makan lah dulu" kata boy "letak kan di situ aku akan makan nanti" kata lisa "biar aku yang menempel kan nya kau makan saja" kata boy "maka lah dulu" kata Daichi "kalian sudah makan? " tanya lisa "sudah" kata boy "hei" Daichi mengusap air mata lisa "jangan sedih jeny akan kembali seperti dulu" kata Daichi lisa mengangguk pelan "makan lah" kata Daichi sambil mengusap rambut lisa.


__ADS_2