
pesawat mendarat dengan mulus...
lisa memperhatikan jeny tanpa henti "pesawat sudah berhenti ayo turun" kata lisa "hum? " jeny yang masih makan camilan langsung berhenti dan melihat sekitar nya para penumpang mulai turun dari pesawat lisa terkekeh melihat wajah jeny "kok sudah sampai aja? " kata jeny "itu karena kau terlalu asik makan sampai tidak terasa kalau pesawat sudah sampai, ayo turun " kata lisa.
lisa menggandeng tangan jeny sampai turun dari pesawat dan berjalan ke arah mobil bodyguard lisa membawa barang barang ke dalam bagasi mobil "cklek" lisa memasang sabuk pengaman jeny "ini sangat tidak nyaman" kata jeny "tapi demi keselamatan" kata lisa "kau ingin sesuatu lagi? " tanya lisa "tidak ah, hum aku mau langsung pulang saja" kata jeny.
"makanan datang" kata fudo "apa itu? " kata endo "aku juga tidak tau apa yang dia bawa" kata amin "nih" fudo meletakkan makanan ke atas meja "waw seafood" kata pam "ayo makan kemari lah bi rita kita makan bersama" kata fudo "ngomong ngomong siapa yang masak ini? " kata riki "aku lah" kata fudo "tidak menyakinkan" kata amin "memang dia yang masak kok" kata rita "dengerin tuh" kata fudo "jeny harus tau kabar ini, kalau rumah nya sudah selesai di renovasi" kata riki "ya ya beri tau dia" kata endo "jadi setelah ini kalian akan kembali? " kata danmi "ya beberapa hari lagi" kata pam .
jeny duduk di sofa sementara lisa membawa tas masuk ke dalam rumah "aku membeli beberapa oatmeal dengan campuran coklat kau mau aku buatkan? " kata lisa "hum.. ku rasa aku tidak akan menyukai nya" kata jeny "kau akan menyukai nya" lisa pergi ke dapur "permisi mengantarkan makanan" ada suara dari luar jeny langsung tersenyum dan berlari ke arah pintu "atas nama jeny"
"ya"
"dua ratus delapan ribu nona"
"ini ambil saja kembalian nya"
__ADS_1
jeny membagikan makanan yang dia beli dan membawa nya dua porsi ke ruang tamu "woah kelihatan enak" kata jeny "kau memesan makanan? " tanya lisa sambil datang dengan semangkok oatmeal coklat "aku memesan beberapa box mie yang aku lihat saat di jalan tadi aku memesan beberapa mie level tiga dan ini milik mu level lima ini milik ku extra pedas " kata jeny "biar aku coba" kata lisa "eh makan punya mu jangan punya ku enak saja" kata jeny "aku juga harus coba milik mu bagaimana jika rasa nya pedas sekali" kata lisa "aku suka pedas" kata jeny sambil mulai makan "lalu oatmeal ku" kata lisa "nanti saja makan nya wuh.. ini pedas tapi enak" kata jeny "sok makan pedas" kata lisa dalam hati jeny menatap lisa "pedas... tapi masih ingin makan" kata jeny "minum ini" kata lisa ketika melihat jeny kepedasan "seperti nya aku butuh yang manis manis" kata jeny "makan oatmeal ini buka mulut mu biar aku suapin" kata lisa jeny patuh "oke.. sudah tidak terasa pedas" kata jeny "lain kalian jangan pesan yang begini perut mu bisa sakit" kata lisa "iya" kata jeny sambil kembali memakan mie nya lisa terkejut "kenapa makan lagi? " kata lisa "ini enak.. nanti kalau kepedasan lagi aku makan oatmeal itu lagi " kata jeny "tapi perut mu nanti sakit" kata lisa "tidak kok aku.. aku mau oatmeal segera" kata jeny lisa langsung menyuapi nya "tidak butuh lagi" jeny kembali memakan mie nya "ahh.. oatmeal lagi" kata jeny lisa segera memberikan beberapa suap oatmeal ke jeny begitu seterusnya sampai mie nya benar-benar habis begitu juga dengan oatmeal nya "minum susu" kata lisa "hum" jeny mengangguk dia langsung meneguk segelas susu coklat "jangan pesan lagi dengar ya" kata lisa jeny tersenyum "kalau aku ingat ya" kata jeny. "jee..n" kata lisa ponsel jeny bunyi "halo kak" kata jeny "benarkah jadi sudah selesai semua nya? " kata jeny "iya jadi aku besok akan menjemput mu" kata riki "oke aku akan menunggu mu" kata jeny "jangan buat lisa kesusahan ya" kata riki "iya" kata jeny "kita akan party besok aku akan membereskan semuanya dulu oke bye aku menyayangimu" kata riki "aku juga" kata jeny "siapa? " kata lisa "kakak dia bilang rumah telah selesai di renovasi dan besok akan menjemput ku" kata jeny "ah?? " lisa menatap jeny "ada apa? " kata jeny "ck itu artinya kau akan pergi" lisa pergi "kenapa dia? " fikir jeny "lisa kau bilang apa tadi? " jeny berdiri mengikuti lisa yang sudah pergi "lisa" kata jeny.
di dalam kamar...
jeny menutup pintu dan berjalan ke arah lisa yang sedang duduk di tepi ranjang "kenapa kau meninggalkan aku begitu saja kau marah pada ku? " kata jeny lisa terlihat tidak menatap jeny "lisa" kata jeny "aku pergi pulang saja sekarang kau menyebalkan" jeny berdiri dan bersiap akan pergi lisa langsung menarik tangan nya "ahh lisa" tubuh jeny jatuh ke atas ranjang "aku kesal kau akan pergi pulang ke rumah mu dan aku sendirian lagi" kata lisa jeny tersenyum "anak bodoh jadi kau kesal karena itu? " kata jeny "tentu saja, aku tidak mau kau jauh dari ku" lisa menatap jeny yang ada di bawah nya "aku kan bisa datang ke sini kau juga bisa datang ke rumah ku" kata jeny "tidak mau aku mau nya kita tinggal bersama" kata lisa "kau gila jika aku terus bersama mu kakak ku bisa curiga kalau kita sedang menjalin sebuah hubungan saat ini" kata jeny "bagaimana jika aku merindukan mu" kata lisa "gunakan ponsel mu lisa" kata jeny "ayo minggir kau begitu berat aku mau mandi juga" kata jeny "mandi bersama" kata lisa "hah? tidak mau" kata jeny "ayolah kita kan sudah pacaran" kata lisa "tidak mau apa kau tidak malu" kata jeny "buat apa aku malu" kata lisa "dasar tidak tau malu ayo cepat minggir" kata jeny lisa menunduk mencium wajah jeny "lisa.. awas kau bau" kata jeny "hah? apa? " kata lisa "kau bau " kata jeny "ah masa? " lisa langsung duduk mencium tubuh nya jeny tersenyum melihat lisa percaya dengan omongan nya "kau yak-- ah jeny kau menipu ku" kata lisa ketika sadar jeny sudah pergi ke kamar mandi.
malam harinya..
beberapa balon berwarna-warni di ikat dengan kuat "duar" satu balon meletus "booob!!!" seru Agnes "gak sengaja" kata bob "pegang yang benar tangga nya" kata fudo "iya iya" kata riki "masih belum nih tangga nya goyang goyang kau mau aku jatuh? " kata fudo "hei anak gak waras aku sudah sekuatnya memegang tangga nya jika kau penakut gak usah sok berani" kata riki "kau bilang apa" kata fudo "kau seorang penakut" kata riki "bisa tidak sehari saja jangan bertengkar" kata amin "aku muak mendengar suara kalian dari tadi" kata pam "orang dewasa tapi bertingkah seperti balita" kata joe "hahahahaha" yang lain tertawa "aku akan menendang mu setelah ini joe" kata fudo "cepat pasang jangan banyak bicara" kata riki.
di dalam kamar..
keesokan harinya..
jeny membuka mata nya dia merasakan tangan lisa masih di atas pinggang nya "lisa ini sudah pagi ayo bangun" jeny duduk melihat lisa masih terlelap "lisa.. kau tidak ke kantor" kata jeny "lis-- aih!! " lisa menarik nya tiba tiba dan langsung mencium wajah nya "begini lah cara membangun ku dengan benar" kata lisa sambil tersenyum "ih.. cepat bangun jangan bercanda lagi" kata jeny "hum baik lah" lisa berdiri dan berjalan ke kamar mandi "setelah mandi beri aku ciuman" kata lisa "tidak akan" kata jeny "jen.. " kata lisa dari kamar mandi "tidak akan" kata jeny.
__ADS_1
mobil berhenti di depan rumah lisa pelayan membuka kan pintu riki datang "kemari kak sarapan dulu" kata lisa "aduh aku baru saja selesai sarapan" kata riki "ayolah setidaknya nya coba sedikit sup ini" kata lisa "iya kak ayo makan jangan sok jual mahal" kata jeny "apa? " kata riki "sudah makan saja" kata jeny "ya ya baik lah" kata riki.
tak lama kemudian
"apa jeny membuat mu kerepotan? " kata riki "tidak kak biasa saja " kata lisa "baiklah lisa juga akan ke kantor kita pulang sekarang saja" kata jeny "oke" kata lisa "hum.jen masih ada barang mu di kamar ku coba lihat" kata lisa "oh bentar kak kau tunggu di mobil saja" kata jeny "oke" kata riki jeny pergi ke kamar lisa "apa lagi ya yang ketinggalan" jeny mencoba mengingat lisa tiba-tiba memeluk nya dari belakang "lisa? " kata jeny "aku cuma ingin memeluk mu sebelum berangkat kerja" kata lisa "kau bilang ada barang ku yang tertinggal" kata jeny "aku lah barang itu" kata lisa "hum.. kau ini mengerjai ku" kata jeny "cium aku dulu baru pulang" kata lisa "hum aku sudah mencium mu saat selesai mandi memang nya tidak bosan" kata jeny "siaa yang akan bosan " lisa mencium wajah jeny berulang kali "lisa lisa.. lisaa... kakak sudah menunggu ku kau juga harus berangkat kerja nanti malam jangan lupa dateng" kata jeny "uh.. baiklah sekali lagi" lisa mencium jeny lagi "sudah" kata jeny "iya iya sudah ayo aku antar" kata lisa.
malam harinya...
"yok yok tuan tuan silahkan minuman mu" kata boy "aku juga mau" kata jeny "tidak" kata riki "ini Akohol anak kecil tidak boleh minum" kata riki "kakak aku juga pernah minum kok" kata jeny "iya sekarang gak boleh lagi nih minum jus" kata riki "aku kesal pada mu" kata jeny "kemari jen" kata fudo "fudo aku mengawasi mu jika kau macam macam memberi sesuatu pada nya aku akan melempar mu ke got" kata riki "diam kau " kata fudo "duduk" kata fudo "dia sangat meyebalkan sekali" kata jeny "jangan dengar kan dia anggap saja kambing gila nih makan seafood " kata fudo "ini juga ada mini cake aku buat sendiri" kata fudo "dari mana kau belajar masak? " kata jeny "aku juga lupa dari mana aku belajar masak ya" kata fudo "ahh.. kau pelupa" kata jeny sambil makan mini cake "kau suka seafood kan? " kata fudo "suka " kata jeny "lisa sini duduk jangan berdiri saja" kata riki "iya kak" kata lisa "wah ini sangat enak" kata bob "apapun yang kau makan selalu kau bilang enak" kata Agnes "ayo ayo kumpul kita bersulang" kata danmi "BERSULANG!! " jeny melihat yang lain nya cuma isi gelas nya sendiri yang berbeda "jeny ada kejutan ayo datang" kata Agnes "Hai" reno datang "reno" jeny tersenyum ceria "kenapa kau tidak bilang kalau kau datang" kata jeny "kalau aku bilang itu bukan kejutan nama nya nih" Reni memberikan buket bunga dengan beberapa coklat di antara bunga nya "aih.. dia tidak akan makan apapun besok kecuali coklat" kata riki "wah. terimakasih" kata jeny "jen minta coklat nya" kata riki "jangan harap! " kata jeny "ayo duduk di sini jangan dekat dekat dengan kak riki dia pelit" kata jeny "kau bilang apa? " kata riki "kau pelit!! " seru jeny "oh benarkah " kata riki "ini makan seafood" kata jeny "kau terlihat sangat ceria hari ini sudah lama tidak melihat mu begini" kata reno "aku juga jarang melihat mu sekarang kau selalu sibuk ke sana ke sini "kata jeny " ayo ayo bersulang untuk reno"kata bob "BERSULANG!! " reno juga mengangkat gelas nya tinggi tinggi "coba minni cake ini" kata jeny "what? " kata lisa dalam hati ketika reno menyuapi jeny dan begitu juga sebalik nya "kau juga tidak berubah ya selalu suka makanan manis" kata reno "tentu saja jika pemakan segala nya itu bukan aku tapi kakak ku" kata jeny "hahahahha" yang lain tertawa "ini makan udang nya" kata fudo sambil menyuapi jeny "hei sejak kapan es batu itu berubah jadi pria yang penyayang bahkan di dekati wanita saja dia langsung menghindar" bisik amin "iya juga ya" kata endo "mencurigakan" kata pam "itu karena dia ingin jeny benci pada ku " kata riki "aih ayo ayo kita menari" kata boy sambil mengganti musik nya "ayo ayo goyang semuanya" kata amin "asyiik ayo bob joget" kata Agnes "aku juga mau ikut ayo kak ayo reno" jeny menarik dua pria di dekat nya "joget " kata pam "haah apaan ini" kata joe "ayo joe jangan kaku ayo joget gerakan badan mu" kata reno "ayolah joe" kata Agnes riki memegang tangan jeny "jangan jauh jauh dari ku ya" kata jeny dan riki bersamaan.
beberapa jam kemudian..
semua nya masih menari ada yang duduk karena sudah mabuk ada yang makan "uh? " jeny terkejut ada yang menarik nya tiba-tiba "lisa" kata jeny "kau mengabaikan ku dari tadi" kata lisa sambil mencium pipi jeny "lisa bagaimana kalau ada yang melihat? " bisik jeny "gak akan ada " lisa kembali mencium jeny "aku dari tadi sudah menahan nya" kata lisa "jangan lagi.. nanti mereka tau" kata jeny "aku tidur di kamar mu nanti ya" bisik lisa "apa" kata jeny
"ahh.. " riki jatuh dari kursi "kak riki" kata jeny sambil berlari ke arah riki "dia mabuk seperti nya" kata fudo "huek" endo muntah "aku akan bawa kak riki ke kamar" kata jeny "tidak papa aku saja " kata fudo sambil menggendong riki "aku sedang sedih jen" kata Agnes "kau kenapa ayo berdiri di bawah kotor" kata jeny "kenapa mereka salah paham... huaa... sedih padahal di cewek udah mulai suka sama si cowok eh si bunga malah datang nyamar jadi si cewek.... huaaa" kata Agnes "aku.. juga mau jadi seperti yang di tokoh itu " kata Agnes "kau sudah mabuk" kata jeny "biar aku bantu" kata joe "hati hati" kata jeny "bruukk" joe jatuh tak bergerak lagi "ya ampun" kata jeny "bright bantu yang lain" kata lisa "siap" kata bright "ayo" lisa menarik jeny "aku dari tadi menahan diri untuk memeluk mu" kata lisa "kau suka sekali memeluk ku aku ini bukan boneka loh" kata jeny "kau calon istri ku" kata lisa sambil tersenyum mereka berjalan menuju kamar untuk tidur.
__ADS_1