Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
adsila keluar dari penjara


__ADS_3

"tap.. tap.. tap.. tap" seorang pria melangkah dengan sepatu hitam seluruh tahanan melihat ke arah pria itu "cary" kata seorang wanita "adsila" pria itu menatap adsila "kenapa kau bisa di sini!? " tanya pria itu yang di panggil cary oleh adsila "lisa yang menyuruh para polisi itu membawa ku ke sini tolong bebas kan aku" kata adsila "polisi keluar kan dia" kata cary polisi yang di samping nya mengangguk lalu membuka pintu adsila keluar.


"aku sudah memberi kan mu ke sempatan tapi kau tetap mengulangi nya lagi dan lagi!! sebenarnya di mana cinta mu untuk lisa!! hah!! " boy memukuli wajah seorang pria setelah itu menenangkan lisa "jangan mau sama dia lagi masih banyak pria yang lebih baik dari petir" kata boy "hum" lisa mengangguk "jika dia kembali aku akan menghajar nya lagi orang seperti dia tidak pantas dengan mu di masa depan akan ada orang yang sangat mencintaimu" kata boy "bagaimana kau tau ada orang yang akan mencintai ku di masa depan" kata lisa "karena kau gadis yang baik kau pasti mendapatkan pria yang baik" kata boy "ku rasa tidak ada" kata lisa "hei.. kau bicara apa ? pasti ada yang penting jangan cari pacar yang seperti ini dari pada sama dia mending kau dengan tukang langganan makan ku" kata boy "anak bodoh apa kau bercanda pada ku? tempat langganan mu makan kan cewek kau mau aku pacaran dengan cewek? " kata lisa "oh.. maaf maaf lupa lupa" kata boy. "boy petir datang dia meminta maaf dan menyesal" kata lisa "lalu? " kata boy "aku menerima nya" kata lisa, boy mendatangi petir dengan amarah ketika mengetahui petir kembali menyakiti lisa "dasar brengsek!! banjingan!! " boy memukuli petir lisa hanya diam dan menangis "boy cukup!! sudah hentikan" kata lisa "jangan pernah kembali lagi!! jika kau datang aku akan membunuh mu!! pria rendahan seperti mu tidak pantas buat sahabat ku dari pada mendapatkan pria bangsat seperti mu lebih baik lisa menikah menikah dengan seorang wanita!! dari pada pria tidak tau diri seperti mu!!! ". pagi hari nya boy berdiri melihat lisa dengan petir " aku tidak bisa bersama mu lagi yang kemarin adalah yang ke empat kalinya aku sudah tidak mencintai mu lagi"kata lisa "nah kau dengar itu" sahut boy "kau pasti bohong lisa kau pasti masih mencintai ku" kata petir boy tiba tiba menarik wanita yang lewat dan menariknya mendekati lisa "apa kau cinta ku sudah pudar untuk mu" kata lisa "dan saat nya untuk orang baru" boy menunjuk wanita yang dia tarik tadi "lisa kau.. kau" kata petir lisa juga sedikit heran tapi melihat isyarat dari boy lisa mengangguk "aku mencintai nya bukan diri mu" kata lisa. boy mengucapkan terimakasih kasih ke wanita itu "maaf ya tadi aku tarik kamu " kata boy wanita itu mengangguk lalu pergi "boy kau gila ya apa kata petir nanti dia mengira aku menyukai sesama jenis" kata lisa "itu adalah trik kau tau aku juga punya seorang sahabat dekat sama seperti mu namanya jeny dia selalu mengaku ke orang orang kalau dia menyukai sesama jenis dia bilang begitu ke setiap pria yang ingin mendekati nya agar para pria itu menjauh darinya!! kau lihat saja petir langsung kaget dan pergi" kata boy "wah.. ampuh juga ya" kata lisa "gimana kita makan seafood agar kau tidak memikirkan si brengsek itu dan biasanya di restoran seafood banyak cowok tampan siapa tau kau suka" kata boy "ahh.. kau ini aku belum mau pacaran lagi tau! " kata lisa "oke baik baik" kata boy, "boy ini teman kak daichi " kata lisa "oh.. halo aku boy" kata boy "kak daichi bilang dia menyuruhku pacaran lagi tapi aku malas " kata lisa "gimana kalau tunangan" kata pria itu, wah.. ide bagus tuh, tapi harus di fikir kan baik baik"kata boy. siang hari boy berlari sepanjang jalan karena mendengar lisa tidak bisa bicara boy datang mencari lisa yang mau melaksanakan acara tunangan "calon tunangan nya kabur" kata daichi "lisa shock berat" kata daichi "lisa.. lisa hei.. ini boy.. lisa.. lisa" kata boy lisa hanya diam saja tubuhnya lemas "lisa... boy di sini.. hei.. lisa ayo katakan sesuatu.. lisa.. " kata boy. lisa di rawat seminggu sampai kondisi nya benar-benar pulih tapi lisa langsung berubah menjadi dingin tidak bicara pada siapapun kecuali keluarga nya dan boy itu pun hanya beberapa kata saja "pergi sana" "gak" "aku mau tidur" "menjauh" cuma kata kata itu yang sering terdengar dari lisa sampai para bodyguard nya menyebut lisa nona kutub keluarga nya juga mengatakan kalau lisa gadis yang dingin dan juga sangat pendiam sampai lisa memperkenalkan adsila pada boy dan juga keluarga nya lisa mulai mengucapkan sepuluh kalimat "boy ini sahabat ku " "ma ini adsila" "boy kenapa diam cepat buatkan minuman buat adsila" boy tersenyum melihat lisa mulai kembali perlahan namun itu tidak lama lisa kembali menjadi pendiam sampai bertemu dengan jeny di klub lisa mulai bicara dan mulai menemukan semangat hidup nya. boy tersadar dari lamunannya ketika mendengar suara ponsel nya "halo kak" kata boy "boy.. bisa kau ke rumah lisa dia sudah empat hari tidak masuk ke kantor" kata daichi "oh.. baik" kata boy "oke" daichi memutuskan telpon "huff" boy menarik nafas dalam dalam dia langsung menelpon lisa namun selalu tidak terjawab "pasti lisa marah padaku!! tuhaaan aku harus apa ini" kata boy ponsel nya kembali berbunyi "boy.. malam ini kita kumpul ada yang perlu kita bahas soal lisa" kata Agnes "oke oke" kata boy.

__ADS_1


"ngomong ngomong kenapa lisa membuang mu ke penjara" kata cary "ck.. itu karena lisa mencintai gadis lain" kata adsila sambil mengunyah makanannya "gadis? jadi mantan mu itu sudah punya pacar? " kata cary "bukan pacar mereka saja belum jadian" kata adsila "kenapa kau tidak cari yang lain saja aku juga punya banyak teman wanita seperti mu" kata cary "tidak semudah itu rasa sakit serta penghinaan ini harus di balas" kata adsila "hohoho.. kasihan sekali nasibmu" kata cary "kau juga menghina ku? " tanya adsila "oh.. tidak tidak aku akan membantu mu" kata cary "tapi gimana cara nya ya " kata adsila "aku tau.. cara yang mudah bukan hanya gadis itu yang akan menderita bahkan lisa juga akan berduka seumur hidup nya" kata cary.


boy turun dari motor nya melihat gerbang rumah lisa tertutup dan juga terkunci boy menempelkan tangannya ke samping gerbang "creek.. " gerbang terbuka sedikit boy langsung mendorong gerbang itu terlihat rumah lisa sangat sepi semua pintu bahkan jendela tertutup rapat "lisa!! lisaa!! " boy mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban "eh.. sai sai!! " boy melihat sai memberi makan ikan di kolam "oh.. tuan boy" kata sai "kenapa pintu di kunci di mana lisa? " tanya boy "nona lisa sedang tidak di rumah dia tidak memberi tahu mau kemana " kata sai "lalu mana yang lain? " tanya boy "para bodyguard di suruh nona pergi ambil cuti termasuk aku tapi aku tidak mau aku ingin di sini saja" kata sai "humm.. tolong telpon kan lisa" kata boy "maaf tuan nona lisa tidak membawa ponsel saya menemukan ponsel nona di bawah meja " kata sai boy langsung mengusap rambutnya rasa bersalah menghantui seketika "jadi kau benar benar tidak mengetahui nya? " tanya boy sai menggeleng ka kepala "ok ok" boy langsung pergi, lisa hanya diam saja melihat dari layar monitor boy pergi "nona.. panggilan di ponsel mu sangat banyak" kata shin sambil melihat lisa duduk bersandar sambil menatap kolam dari jendela rumahnya "biarkan saja pergilah aku mau bersantai" kata lisa shin mengangguk.

__ADS_1


boy tidak berhenti henti memegang kepalanya mengusap rambut nya ke depan belakang seperti orang frustasi "percuma kau merasa bersalah sekarang" kata joe "astaga lisa.. " Agnes terlihat menahan tangis "kita jangan hanya memandang dari sudut lisa tapi juga jeny kalian tau jeny bagaimana sebelum nya, dia minum banyak okohol obat sampai lisa datang menolong nya" kata bob dengan suara yang pelan "sekarang kita tidak tau dimana lisa, tapi kita tau cinta lisa sangat besar mungkin melebihi kita mencintai jeny" kata joe "aku tau ini cinta terlarang cinta yang seharusnya tidak mungkin" kata joe "ini salah ku" kata boy "seharusnya aku tidak bicara sembarangan dan sekarang semua nya terjadi" kata boy "ini bukan salah siapa siapa" kata bob "benar.. tidak ada yang salah dalam hal ini.. kita semua tidak tau kapan cinta datang dan dimana cinta akan hinggap kita hanya dapat merasakan nya tiba tiba, meskipun cinta ini cinta yang terlarang tapi cinta tetap lah cinta" kata Agnes "tidak ada yang salah dalam cinta" kata Agnes boy mengangguk "maafkan aku lisa" kata boy dalam hati "huh sulit rasanya mengiyakan sesuatu yang tidak akan mungkin namun terjadi adanya" kata joe "kita cari lisa besok kita harus bicara padanya" kata bob "dan menyerahkan sisanya dari keputusan jeny" kata Agnes.


lisa membuka matanya "pagi sahabat ku" kata boy lisa duduk melihat teman teman nya sudah ada di depan nya "kenapa kau tidur di kursi? " tanya bob lisa melihat ke arah bright "maaf nona saya yang menemui mereka" kata bright "kami juga ingin menemui mu" kata Agnes "ada apa? " tanya lisa "soal cinta mu pada jeny" kata boy sambil tersenyum menatap lisa. "jangan pendam cinta mu lisa kau akan tersiksa " kata Agnes "kenapa kalian jadi aneh? " tanya lisa "kami? tidak kami tidak aneh apa kau sudah sadar sekarang? " tanya joe lisa mengangguk "kejar lah cinta mu sahabat ku.. maafkan aku.. aku kasar pada mu" kata boy "jangan galau lagi" joe melipat kedua tangan nya "kami ada rencana yang mungkin bisa membantu mu" kata bob"hum apa itu"kata lisa "beberapa hari lagi adalah hari valentine" kata Agnes "di saat hari itu kau akan menyatakan perasaan mu ke jeny" kata joe "dan aku yang akan membawa jeny" kata boy "aku akan menyiapkan tempatnya" kata bob "dan juga hadiah nya" kata sahut Agnes "dan satu lagi" kata bob "cinta itu ada dan kau harus membuktikan nya" kata teman teman nya secara bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2