Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
undangan dari john


__ADS_3

"hum..kakak...kakak..tolong..jangan tembak.tolong...tolong!!!!!"lisa membuka pintu kamar jeny "ssttt sttt jen shh jen...tenang tenang.."kata lisa sambil mengusap kepala jeny yang sudah mulai diam "lisa"jeny membuka mata "iya..jangan takut"kata lisa "apa aku berteriak lagi?"kata jeny "hm iya sedikit kok tidak papa pergilah tidur kembali"kata lisa "hm"jeny mengangguk dan mulai tidur. Lisa masih duduk di tepi ranjang sampai beberapa menit lalu kembali ke kamar nya "tidak papa jen kau akan sembuh"kata lisa dengan yakin.


Jeny berdiri di tepi kolam "GOOD MORNING JENY!"kata lisa "sial lis, ini tidak lucu bagaimana kalau aku jatuh dan tenggelam?"omel jeny sambil memukul lisa "hahaha iya iya ampun ..ampun jen, maaf maaf tapi hahaha kau lucu sekali apa kau lupa kau sudah bisa berenang jen"kata lisa "walaupun !! Gimana kalau aku lupa lagi?"kata jeny "iya iya jen hahaha kau pelupa ya hahaha"lisa tertawa "kau pagi pagi membuatku kesal!!"kata jeny "jangan marah jen yuk lah kita jogging sekarang"kata lisa "kau sudah membuatku kesal sekarang malah mengajak jogging "kata jeny "ayolah kau harus rajin olahraga"kata lisa sambil menarik jeny untuk jogging bersama nya.


"brumm brumm"beberapa kendaraan lewat di jalan, "hai gadis"ada pria yang lewat menyapa jeny "hai"ada pria yang menyapa jeny sambil mengendarai sepeda "mereka selalu menyapa mu"kata lisa sambil berlari di sisi jeny "aku juga tidak tau haaa..kau iri ya"kata jeny "hai gadis manis"ada lagi yang menyapa jeny "iri dari mana huh"kata lisa "kau terlihat kesal"kata jeny "ah tidak kok"ucap lisa mereka terus berlari pagi ."hufff"lisa berhenti "ada apa?"kata jeny "istirahat lah yuk duduk di sana"kata lisa "kau haus?"tanya jeny "iya aku akan cari air minum kau duduk saja"kata lisa "emang kau tau di mana beli nya?"kata jeny "tau kok"kata lisa yang sudah agak jauh. Jeny berdiri dan melangkah pergi ke arah penjual ice cream "paman seperti biasa ya"kata jeny "siap siap"kata penjual ice cream "permisi"seorang pria datang menghampiri jeny "hum ?"jeny heran "ini untuk anda"pria itu menyerahkan sebuah undangan ke jeny baru pergi "ini dari mana?"tanya jeny tapi pria itu sudah pergi jeny memasukan undangan itu ke saku nya.


Lisa berhenti "kemana jeny?"kata lisa dia tidak melihat jeny di kursi taman "kemana dia"kata lisa "di belakang mu bodoh"ujar jeny lisa berbalik jeny terkekeh "aku beli ice cream, pegang satu"kata jeny lisa cemberut sambil mengambil satu ice cream dari tangan jeny "kau seharusnya minum air mineral dulu"kata lisa "iya nanti aku juga minum"kata jeny sambil menikmati ice creamnya.


Jeny duduk di sofa "kakak kemana sih di telpon gak aktif?"kata jeny dalam hati "haah"lisa ikut duduk "kau kenapa?"tanya lisa "tidak ada"kata jeny "hm jeny besok aku akan pergi?"kata lisa "kemana?"jeny masih melihat ponselnya "ke kantor dan juga aku akan pulang ke rumahku"kata lisa "hm?"jeny menatap lisa "bukannya kau sudah dapat tambahan waktu dari ku"kata jeny "waktu tuju hari itu sudah lama habis aku baru menyadarinya"kata lisa "waw tidak terasa ya"kata jeny "saat aku pulang kau jangan dekati kolam renang tanpa pengawasan orang lain,dan jangan ke tempat boy bekerja kau harus melakukan itu"kata lisa "hah kenapa jadi kau yang mengatur ku?"kata jeny "karena jika kau berada di tempat boy kau pasti minum akohol"kata lisa "ah kau sok tau aku mau mandi"kata jeny "sok tau katanya ya jelas aku tau, dia selalu minum banyak dan teler dan bukan hanya pria yang menggoda nya tapi wanita juga apa dia fikir perasaan ku baik baik saja"fikir lisa .

__ADS_1


"ddu dudu ddudu "jeny berendam di bathup "awas saja kau kak aku tidak akan mengangkat telpon mu"kata jeny "tok tok "ada yang mengetuk pintu "ya ya ya sebentar"lisa membuka pintu "oh halo..aku cika"kata wanita di depan pintu.


Fudo dan amin memasukan peralatan ke dalam tas "hati hati bro"kata pam "pasti nya jaga riki ya dia sering melamun hahaha"kata fudo "sialan kau"kata riki taxi pun datang "kami berangkat"kata amin "yoi!"kata riki dan pam sambil masuk ke dalam taxi dan pergi "ah sial aku tidak dengar ponsel ku berbunyi habis sudahh"kata riki "adikmu bakal marah haha"pam tertawa keras melihat wajah panik kawanya.


"jeny !!jeny!!"kata lisa "iya iya "kata jeny "kau kunci pintu mu?"kata lisa "iya karena aku sedang mandi"kata jeny "kau belum selesai?"kata lisa "bentar lagi"kata jeny "kau kalau mau pergi ya, pergi saja hush hush"kata jeny "hei kau mengusirku"kata lisa "iya pergilah"kata jeny "dengar jen kau harus turun ke bawah secepatnya sebelum aku dobrak pintu mu ini"kata lisa lalu dia pergi ke bawah "jadi dia beneran tidak minum obat lagi?"tanya cika lisa mengangguk "dia bisa tidur tanpa obat itu sekarang"kata lisa sambil meletakan minuman ke meja "bagus lah kalau begitu"kata cika "dia juga sudah berani masuk ke dalam air"kata lisa "waw aku terkejut"kata cika "ini berkat tuan son"kata lisa "tuan son??"cika terkejut "ya, dia yang merubah jeny menjadi lebih berani "kata lisa "hei bawel kau ngapain berteriak depan kam--"jeny melihat cika "ada tamu kemarilah"kata lisa. "aku tidak ada menyuruh mu datang"kata jeny "kau bilang apa, bicara lah lebih sopan"kata lisa "aku bicara apa adanya lisa, kau tidak tau orang di depanmu ini suka mengajak ku main game yang menyebalkan"kata jeny "humm..maaf kak"kata lisa cika mengangguk "jeny aku ke sini hanya ingin melihat mu"kata cika "kau sudah melihat kan"kata jeny "iya ya "cika berdiri menghampiri jeny yang berdiri dekat lisa lalu memeluk jeny "kau hebat kau sudah banyak berubah aku bangga pada mu"kata cika sambil melepas pelukan nya "aku sudah melihat mu aku pamit dulu"kata cika "kau tidak ingin duduk dulu?"kata lisa "tidak terimakasih tapi aku harus pergi ada urusan di luar"kata cika.lisa mengantar cika ke pintu lalu menghampiri jeny "kenapa kau kasar pada nya?"kata lisa "aku tidak suka pada nya"kata jeny "tapi di--"kata lisa "kau tidak tau dia sangat menyebalkan,dan sok tau seperti mu!"jeny pergi ke atas "aku lagi yang kena"lisa menepuk dahinya lalu membuka kulkas untuk minum.


"jeny kau jangan lupa minum obat dari tuan son!"kata lisa saat melewati pintu kamar jeny "gak dengar sudah tidur"kata jeny lisa tertawa "ya ya baiklah good night"lisa pergi ke kamarnya sendiri lisa berbaring "terkadang kau bersikap manis terkadang menyeramkan"kata lisa sambil melihat foto foto saat di pantai . "rasanya berat sekali besok mau pergi"kata lisa "tapi dia tidak menahan ku"kata lisa .


"pagi bi"sapa lisa "pagi juga lisa"kata rita sambil melihat lisa "kau rapi sekali mau kemana"kata rita "mau pulang bi"kata lisa sambil memotong buah "huamm....bibi ke segitiga bermuda yuk liburan"kata jeny sambil turun dari tangga "astaga bibi dengar itu bukan tempat wisata jen"kata rita "jangan mengada ngada jen"kata lisa "tok tok tok tok"ada suara ketukan terus menerus tanpa berhenti "astagaaaa ku lempar juga orang itu dengan gelas"jeny meraih gelas lisa segera menahan jeny "sabar jen anak orang jen sabar"kata lisa "astaga lama sekali"riki masuk saat rita membuka pintu "sabar jen mungkin kur--"lisa melepas jeny "kak riki"kata lisa "kalian sedang main apa?"kata riki "ku fikir siapa tadi "kata jeny "kau hampir cedera kak,adikmu mau melemparmu dengan gelas"lisa terkekeh "pam ayo masuk "kata riki seorang pria masuk "siapa dia?"tanya jeny "dia temanku namanya pam"kata riki "bibi"jeny mendekati riki "apa dia kakak ku?"kata jeny "tentu saja"kata rita "ooh ku fikir bukan soalnya kakak ku hilang di telpon gak bisa"kata jeny riki tertawa melihat adiknya."kak riki bisa kah aku bicara pada mu berdua"kata lisa "oh bisa"kata riki sambil mengikuti lisa ke atas "ya ya ya oh kak pam kau punya adik tidak"kata jeny "tidak "kata pam "kalau begitu kau harus jadi kakak ku ya sekarang. Bibi buatkan yang spesial untuk kakak ku ini"kata jeny riki tertawa mendengar suara adiknya.

__ADS_1


"ada apa lisa?"kata riki "adikmu tidak minum obat lagi , dia sudah berubah dia sudah di beri obat oleh guru nya dia tidak boleh minum yang lain kecuali itu"kata lisa "aku tidak menyangka kau merubah adiku"kata riki "bukan aku tapi tuan son"kata lisa "tuan son?? Si ahli bela diri itu??"kata riki "iya, dan ajaklah adikkmu olahraga awasi dia dengan baik.aku harus pergi jeny biasanya tengah malam akan berteriak, tapi itu hanya beberapa hari kok kata tuan son saat obat habis adikmu bakal sembuh "kata lisa dengan yakin."kak pam apa kau seorang polisi juga?"kata jeny "iya sama seperti kakak mu"kata pam "aih dia kakak nya lisa bukan kakak ku"ucap jeny "kau marah?"riki turun tangga "jangan dengarkan dia"kata jeny "astaga adikmu tempramen nya tidak baik"kata lisa "ayo silahkan sarapan sudah siap"kata rita "ayo ayo kak pam kau makan yang banyak. Kau harus hajar mereka berdua"kata jeny "lisa sepertinya ada yang cemburu?"kata riki "kalau begitu besok aku jemput dirimu kak, tinggal saja di rumah ku"kata lisa "haha sudah sudah makan dulu nanti kalian tersedak"kata pam.


Mobil putih datang ke rumah jeny "semuanya aku pamit dulu ya"kata lisa "iya iya hati hati"kata riki "kak pam kau sudah menangkap berapa penjahat?"kata jeny "banyak jen"kata pam lisa menatap jeny lalu pergi.


"soa kau cek undangan ini dari mana dan siapa pemilik acaranya"kata lisa "baik nona"kata sao "nona orang yang akan berkerjasama dengan kita sebentar lagi datang"kata roy. Lisa pergi ke ruangannya memakai jas dan membaca dokumen yang di berikan asistennya. Lisa melangkah ke ruang pertemuan "halo bu lisa"seorang pria datang dengan satu wanita "halo "kata lisa.


"adikku kau marah pada ku"kata riki "siapa anda"kata jeny "aahhh jangan begitu adikku sayang maaf deh kau tau aku menyelesaikan semua pekerjaan ku dengan cepat, demi bisa pulang bertemu dengan mu"kata riki "ayolah adikku"kata riki "coba ulangi"kata jeny "maafkan aku adikku"kata riki pam tertawa melihat tingkah adik kakak di hadapannya.


"jadi bagaimana"kata lisa "saya sangat tertarik ingin berkerja sama dengan anda"kata pria itu "baik senang berkerja sama dengan anda"kata pria itu dan lisa secara bersamaan mereka berjabat tangan "bu lisa bagaimana kalau kita makan siang bersama "kata pria itu lisa setuju.

__ADS_1


"oh ya bul li--"kata pria itu "hum panggil lisa saja lagian ini bukan di kantor"kata lisa "oh ya ya kalau begitu panggil aku reno saja"kata reno "humm sepertinya kita pernah bertemu"kata lisa dan reno bersamaan mereka tertawa "aku pernah melihatmu tapi lupa di mana"kata lisa "aku juga"kata reno tiba tiba ponsel nya berbunyi "maaf"kata reno "iya iya tidak papa angkat saja"kata lisa "halo nes, ada apa oh..iya aku udah melihat vidio jeny berenang di laut itu luar biasa"kata reno "iya ya bisa nanti kita sambung aku sedang makan siang dengan rekan bisnis"kata reno baru telpon terputus "jeny? Aku kenal jeny"kata lisa "wah sungguh jeny kawanku hum adiknya kak riki"kata reno "ya ya ya benar"kata lisa "ooh pantas lah berarti kita pernah bertemu"kata reno sambil tersenyum.


"bright suruh sao datang menemui ku"kata lisa sambil membuka jas nya dan dua pelayan menyambutnya lisa duduk. Sao datang "nona undangan ini di buat oleh pengusaha terkenal tuan choi termasuk keluarga tuan bernarz "kata soa "cek sekarang keluarga itu"kata lisa sao membuka laptop lisa melihat nya dan terkejut melihat ada foto john di situ "jeny tidak boleh ke sana"kata lisa dengan geram "apapun yang terjadi jeny tidak boleh ke sana!"kata lisa dalam hati.


__ADS_2