
pintu mobil di buka oleh bright lisa keluar dari mobil dan langsung memperhatikan gedung di depan nya dia langsung tertawa kecil "jadi ini tempat nya? " kata lisa "iya" kata jeny "aku yakin tidak salah ahh.. ya ampun Ini gedung nya besar banget gak nyangka aku bisa di sini tanpa gelar sarjana" kata jeny lisa tersenyum senang sambil memegang tangan jeny "aku antar kau masuk ke dalam" kata lisa "eh jangan masa kerja harus di antar sampai ke dalam aku jalan sendiri saja dan kau berangkat lah ke kantor mu" kata jeny "ya ya baiklah semangat sayang" kata lisa jeny tersenyum "bye" jeny pergi masuk ke dalam gedung itu "sekarang aku tidak perlu kawatir " kata lisa sambil tersenyum senang.
di sebuah ruangan
jeny masuk dan langsung duduk "jeny ya? " kata seorang pria yang masih terlihat memperhatikan laptopnya "iya Pak" kata jeny "selamat ya klau di Terima bekerja di sini" kata pria itu sambil mengangkat sedikit kepala nya dan menatap jeny "ah.. benarkah? " jeny senang "iya " kata pria itu "kapan mulai kerja nya pak? " kata jeny "kapan saja kau bisa" kata pria itu "oh.. sedang bercanda ya pak? " kata jeny "tidak, sekarang aku tanya pada mu apa yang bisa kau kerjakan? " tanya pria itu "aku bisa membuat hum.. laporan.. pendaftaran.. dan juga aku bisa menggambar desain ya.. walaupun tidak bagus " kata jeny pria itu tersenyum tipis "kalau begitu buat desain untuk minuman baru yang akan ku buat" kata pria itu "oke minuman apa pak? " tanya jeny "minuman sehat seperti ini" pria itu memberikan sebuah map ke jeny "kau bisa lihat sendiri" kata pria itu "baik Pak laptop nya mana? " kata jeny "ayo ku antar" pria itu berdiri jeny langsung mengikuti pria itu "oke semuanya tolong dengar, ini jeny rekan baru kita " kata pria itu "halo jeny" sapa yang lainnya "Hai" jeny tersenyum "karena dia baru tolong bimbingan nya dari kalian" kata pria itu "siap pak!!! " pria itu menatap jeny "meja di sana itu milik mu silahkan" kata pria itu "iya Pak" jeny pergi ke meja nya.
pria itu kembali ke ruangan nya terlihat ada seorang wanita sudah ada di dalam ruangan nya "kau suruh kerja apa dia kak? " tanya wanita itu yang tidak lain adalah lisa dan pria itu adalah Daichi "aku cuma menyuruh dia membuat desain buat produk minuman ku" kata Daichi "aku sudah mencoba melarang agar dia tidak kerja tapi dia keras kepala" kata lisa "biarkan saja lagian di sini sama saja aku juga tidak akan memberikan kerjaan berat untuk nya" kata Daichi "kak.. aku sudah pacaran dengan jeny" kata lisa "benarkah? " kata Daichi "iya waktu di Filipina tapi ini masih rahasia dia tidak mau menyebarkan nya ya mungkin karena dia belum mencintai tapi tidak masalah" kata lisa "iya.. cinta akan datang seiring waktu" kata Daichi "kalau begitu aku titip dia ya aku mau ke kantor ku" kata lisa "tenang saja dia akan aman di sini dia adik ipar kesayangan ku pergilah" kata Daichi.
__ADS_1
jeny menatap layar laptop nya lalu mengambil pensil dan mulai menggambar di sebuah kertas "ternyata tidak sulit juga ya kerja di gedung besar" kata jeny dalam hati
"Hai jen, jika ada sesuatu kau bisa tanya pada ku"
"iya kau juga bisa bertanya pada ku"
"hum.. tidak kok " kata jeny "wah gambar buatan mu bagus juga" kata beberapa orang "mana mana lihat" mereka semua menatap gambar jeny yang ada di kertas "iya luar biasa apa kau kuliah seni? " tanya mereka "tidak aku cuma sedikit suka menggambar" kata jeny "wah tapi ini bagus sekali" kata mereka.
__ADS_1
malam harinya..
lisa mengusap rambut jeny yang sedang bersandar di dada nya "ternyata tidak sulit aku cuma di suruh menggambar saja" kata jeny "bagus lah aku senang mendengar nya" kata lisa sambil mencium pipi jeny dan memeluk pinggang jeny "lalu bagaimana dengan pekerjaan mu? " tanya jeny "hum.. tidak ada masalah semuanya lancar seperti biasanya" kata lisa "apa kau kelelahan? " tanya lisa "tidak " kata jeny "kalau begitu ayo kita tidur ini sudah malam dan besok aku harus mengantar mu ke kantor mu" kata lisa "hum singkirkan dulu tangan mu aku mau ke kamar mandi aku belum menggosok gigi ku" kata jeny "aku juga bum gosok gigi".
di dalam kamar mandi..
lisa menyikat gigi nya sambil menatap gadis mungil di sebelah nya yang sedang gosok gigi " jrass"jeny mencuci sikat nya dan berkumur kumur "aku duluan" kata jeny "apa" lisa langsung menunduk mencium pipi jeny "lisa!!! " jeny memukul tangan lisa lalu menatap ke arah cermin terlihat ada busa putih di pipi nya "menyebalkan" jeny kembali menyalakan air lisa tertawa kecil "lakukan lagi kau akan tidur di bawah! " kata jeny sambil pergi lisa mencuci sikat gigi nya.
__ADS_1
"kau yakin kau tega membiarkan aku tidur di bawah? " kata lisa "kenapa aku tidak tega? " kata jeny "kalau begitu aku akan mencium mu sampai kau tidak tega melihat ku tidur di bawah" kata lisa "ahh.. jangan.. jangan cium lagi aku sudah cuci muka.. aku mau tidur" jeny berbaring di atas ranjang lisa mematikan lampu "kau belum tidur? " lisa memperhatikan wajah jeny "huh dia pura-pura tidur" kata lisa dalam hati jeny membuka mata nya "kau belum tidur biarkan aku mencium mu" kata lisa "ah.. tidak tidak aku aku akan tidur awas sana!! " kata jeny "oh ya jika aku melihat mu belum juga tidur aku akan langsung mencium mu ya" kata lisa "iya awas aku tidur nih" kata jeny "oke good night" kata lisa dia masih memperhatikan wajah jeny "oke kau aman kali ini" kata lisa sambil berbaring memeluk jeny dan tidur.