Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
pingsan


__ADS_3

lisa membuka matanya "aah kk.. aah. tidak mau..." lisa melihat jeny bergerak dan bicara dengan mata terpejam timbul rasa senang di hatinya sudah dua hari jeny hanya diam kini mulai bergerak "aah.kk.. ahkk.. kaak.. tidak mau.. " lisa memegang tangan jeny "jee.. n.. jen... ada apa? " kata lisa "aahh.. hisk.. haakhk.. " lisa buru buru menekan tombol di samping ranjang "ada yang sakit? jen tenang lah.. hei" kata lisa "hisk.. lepas.. aahk.. kakak.. dia akan membawa ku.. kakak.. hisk.. ahhh" lisa panik "jen.. jen... hei.. sstt.. tenang" kata lisa tangan jeny memegang tangan lisa "kakak.. jangan pergi.. hisk.. aahkk.. " jeny terlihat merasa kesakitan "sabar lah jen, dokter akan datang.. aku di sini" kata lisa.

__ADS_1


"aku akan membawa mu" jeny merasakan ada seorang wanita menarik nya dengan paksa "tidak mau.. tidak.. kakak... tolong" kata jeny. jeny melihat dia sudah di tempat yang berbeda "aakkhhh.. " tubuh jeny terhempas cukup kuat "heii.. jangan sentuh adikku!!! berani nya kau pukul dia" seru Atsushi "dorr dorr" suara tembakan dan suara jeritan serta kaca yang pecah memenuhi ruangan itu, "cepat sembunyi cepat" seorang pria menarik jeny ke sebuah kamar "tapi papa.. mereka akan melukai mu, mereka membunuh kakak papa!! " kata jeny "kau sudah berjanji untuk tidak memukul siapa pun selama lima bulan" kata pria itu "papa.. ku mohon.. mereka akan membunuh kakak" kata jeny "sembunyi anakku, kakak mu akan datang kau akan memukul mereka nanti" tak lama kemudian pria itu mengeluarkan darah dari mulutnya ada pisau menembus perutnya. jeny kembali ke tempat yang berbeda lagi melihat seseorang yang tergantung di dalam sebuah kamar melihat orang yang hancur setelah melompat dari jembatan "ohhh." jeny lemas di kembali pindah tempat kali ini dia di dalam air melihat seseorang yang hanyut "jeny... tolong!! "." byuurr"seorang pria melompat dari atas kapal "hentikan.. pleaseee.. " kata jeny sambil menangis, "hei adik manis mata mu indah sekali" dua wanita menyudutkan jeny ke dinding perlahan mengusap wajah jeny dan lehernya "hei.. kalian!! " boy datang "jeny you oke" baru sebentar jeny sudah pindah kembali "aku ... hum.. dia.. dia ya dia pacar ku" kata seorang pria "lalu aku" kata jeny "maaf.. aku tidak bisa memilih aku cinta dia dan dirimu".kini jeny ada di jalan dengan kondisi kehujanan " jadi ini yang di bilang sibuk? "kata jeny sambil melihat seorang pria di dalam mobil " jeny.. aku.. aku bisa jelaskan "kata pria itu " siapa dia? siapa dia!!!!! "seru jeny " dia.. dia"pria itu gugup "hisk.. ku fikir kau berbeda.. ku fikir kau berbeda dari yang lain.. aku melihat nya sekarang.. " kata jeny "tidak jeny.. tidak seperti yang kau bayangkan" kata pria itu "tapi lebih dari yang ku bayangkan!!! kau mencium nya.. cinta macam apa ini!!! kenapa?? ".jeny kembali pindah dia bangun setelah berbaring di aspal darah mengalir dan berserakan di mana mana bersama bunga mawar, " aku mencintai orang lain sekarang, aku tidak bisa mencintai orang seperti mu lagi "kata ari " kau!! "joe terlihat marah " dia pembawa sial!! cinta ku terlalu berharga untuk nya"kata ari jeny menjatuhkan bunga yang dia pegang "jeny" boy menyadari jeny sudah ada di belakang nya "kali sama, yang ku kira berbeda ternyata berkali lipat sama sama menyakitkan yang ku fikir obat ternyata luka yang terhebat" ucap jeny. "hei kenapa ka beri adikku akohol? " kata riki "adikmu bisa sekarat, dia bahkan tidak bisa tidur obat nya habis kau lama sekali dia sudah menderita " kata pria di depan jeny. "jeny gimana keadaan mu? " tanya cika. "ayo jen kau bisa!! " kata lisa "buang semua akoholnya jangan sisakan" kata lisa, "hei jangan marahi dia, dia tidak salah" kata dea "onnieee!!! " jeny kembali tersadar dia sudah berdiri di aspal melihat dea sedang sekarat . "jen... jeny... aku di sini" kata lisa "kau kenapa? apa sakit sekali.. oh tuhaan" kata lisa.

__ADS_1


Agnes tertidur di pangkuan bob "ku rasa jeny sudah sadar" kata bob "semoga saja, dokter kan baru masuk pasti jeny sudah sadar" kata boy lisa keluar joe langsung berdiri "gimana lisa apa yang terjadi" kata joe "jeny mimpi buruk lagi" kata lisa "mimpi buruk? " kata boy "hum., dia tadi berteriak menangis seperti orang kesakitan dan juga orang yang sedang berduka " boy langsung menarik tubuh lisa "minum air tenang lah" kata joe sambil membuka sebotol minuman dan memberikan nya ke lisa "dia terlihat menderita" kata lisa "iya.. iya.. aku tau mungkin jeny teringat adsila " kata boy "wanita itu.. " lisa terlihat kesal "tidak papa.. jeny akan baik baik saja" kata boy tak lama kemudian dokter keluar "gimana dokter? " tanya joe "pasien sudah tenang dan sedang istirahat" kata dokter lisa langsung berdiri dan masuk ke dalam kamar jeny terlihat jeny sudah terlelap boy dan joe juga masuk "jeee... n" lisa mengusap tangan jeny "dia sudah tenang kau istirahat lah " kata joe "benar tuh kata joe kau bahkan belum tidur kan" kata boy lisa masih menatap jeny "tidak papa aku masih ingin menjaga nya, aku ke toilet bentar" kata lisa "dasar keras kepala" kata boy "ehh" joe lari saat melihat lisa hampir terjatuh "lisa.. hei" kata joe "taruh di sofa saja" kata boy joe mengangguk lalu mengangkat tubuh lisa dan meletakkan nya di sofa "dia tidak ada tidur beberapa hari ini dan juga makan sedikit dia pasti kelelahan" kata boy "ya.. aku akan menyuruh bob dan Agnes pulang oh ya bisa kau antar mereka pulang biar mereka istirahat dulu dan nanti bisa gantian jaga jeny" kata joe "oh.. ide bagus" kata boy lalu dia menutupi tubuh lisa dengan jaketnya lalu pergi joe duduk di samping jeny mengambil tisu basah lalu membersihkan wajah jeny perlahan "kau lihat.. lisa benar-benar menyayangi mu sampai sampai dia pingsan karena kelelahan" kata joe "cepat sembuh ya, kak riki pasti menunggu kabar mu. kami akan menjaga mu agar hal ini tidak kembali terulang" kata joe sambil membuang tisu ke tong sampah kecil di dekat nya.

__ADS_1


__ADS_2