Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
lisa mabuk berat


__ADS_3

Suara musik terdengar keras "bagus bagus"pelatih tersenyum puas melihat jeny dan yang lainnya menari dengan sangat baik "waaaah...luar biasa jen!!"kata boy "kenapa wanita itu selalu saja dekat dekat dengan jeny"fikir lisa "ayo semangat!'kata pelatih jeny memiringkan kepalanya dan seorang pria datang mendekat "what..ku rasa itu terlalu dekat"fikir lisa "lihat tuh lisa ku yakin pria itu sedang menahan diri karena setahu ku orang tidak ada yang tahan dengan tatapan jeny jika jeny sedikit menyipitkan matanya"kata boy "apa kau juga begitu?"tanya lisa "tidak, jika dia menatapku begitu tandanya dia minta sesuatu dariku"kata boy "seperti minta es krim coklat"kata boy sambil terkekeh "aih...kenapa muka mu merah"kata beberapa orang "apa kau sakit ?"jeny memegang dahi seorang pria "tidak papa"kata pria itu "kan ku bilang juga apa"ujar boy "apaan!"fikir lisa.


Jeny duduk di sofa setelah mandi "boy..kau sedang apa?"tanya jeny "buat salad buah!!"kata boy lisa memperhatikan jeny memakan coklat sambil menonton televisi "kau menonton kartun?"kata lisa "apa kau tidak lihat!"kata jeny "iya iya tap-"kata lisa "tapi jeny tetap akan menonton naruto meskipun orang lain heboh dengan film drama korea"kata boy sambil membawa dua mangkok salad buah dan menyerahkan satu ke lisa "berhentilah makan coklat kau harus makan buah"kata boy sambil mengambil tisu untuk mengelap mulut jeny "jangan terlalu berisik aku tidak dengar suara televisinya"kata jeny "iya iya"boy menyuapi jeny dan juga memakan nya sendiri "kau makan berdua?"kata lisa "kau tau jeny jika makan salad nya sendiri dia tidak akan makan dia cuma fokus menonton"kata boy "ihh"jeny menjitak kepala boy "kau berisik bagaimana aku bisa fokus!! Jika berisik lagi pulang sana ke rumah temanmu!"kata jeny sambil terus menjitak kepala boy terus menerus menjitak kepala boy "AAAA....iya iya iya aku diam kepala ku mau putus jen, berhentilah!"ujar boy "demi nama kak riki ku mohon"kata boy "awas kalau berisik"jeny kembali duduk dengan tenang lisa memperhatikan dua orang yang bertingkah layaknya anak kecil "ayo buka mulutmu, apa gunanya buah di kulkas kalau tidak di makan"kata boy "aa..hum..nyumm"jeny memakan salad nya boy menatap ke arah lisa yang menatap ke arah mereka "enak gak"boy tidak berani bersuara kuat lisa mengangguk sambil mengacungkan jari jempolnya.

__ADS_1


Boy memakai jaketnya "boy aku ikut"kata jeny "kau ikut aku? Malam malam begini"kata boy "ikut..aku tidak akan minum kok, ya"kata jeny "baik baik ayo"kata boy "yeah..!!"jeny melompat kegirangan.


"hai jen"kata jack "hai juga"kata jeny "kau ingin sesuatu"kata jin "ini"boy mengeluarkan dua kaleng cola "dia membawakan ku minuman"jeny tertawa kecil "wah..dia sangat sangat ketat mengawasimu"kata jin "jangan banyak bicara"kata boy "hai"ada pria duduk dekat jeny boy menatap ke arah pria itu "hai..mau menari?"ada pria lagi datang menghampiri jeny "tidak"kata jeny "halo ..whiski satu"ada orang datang "baik"kata jin "itukan nona jeny"kata emi "kau benar"kata abi "hei jangan duduk saja ayo menari"ada dua orang pria menarik jeny "boyy aku pergi dulu"kata jeny "ya ya jangan jauh jauh"kata boy "bagaimana mau jauh kita saja satu tempat hahaha boy..boy"kata jack "jangan tertawa"kata boy "hi boy"lisa datang "loh..kau sama siapa?"kata boy "aku bertemu rekan bisnis tadi jadi sekalian mampir melihat mu"kata lisa sambil memperhatikan mata boy yang sesekali melirik ke satu arah lain "kau melihat siapa?"tanya lisa "melihat sahabat ku lah"ujar boy "siapa?"lisa mencoba melihat ke tempat yang di lirik boy akhirnya terlihat jeny menari dengan orang orang "jeny"ucap lisa "iya..baru saja duduk orang orang langsung mengajaknya menari"kata boy "beri aku satu minuman "kata lisa sambil melihat jeny menari dengan lincah dengan seorang pria "kau pintar menari"kata pria itu "tentu saja"kata jeny "waw"satu wanita menari sambil mendekati jeny yang masih menari dengan lincah menggoyangkan tubuhnya mengangkat tangan nya "tambah lagi"kata lisa "oke.."kata jack "kau jangan mabuk lisa, rumah mu jauh"kata boy "aku bawa mobil kok"kata lisa "aku pesan cooktail antar ke atas ya"kata seseorang "baik tuan"kata boy "dia.."lisa terlihat kesal "bunga untuk mu"ada wanita memberikan bunga berwarna kuning ke jeny karena ke asyikan menari jeny tidak banyak berfikir langsung mengambil apa saja di dekat nya tiba tiba musik berubah jadi lambat jeny berhenti menari "hai nona berdansa lah dengan ku"kata seorang pria "mau menari dengan ku?"ada wanita menghampiri jeny "dengan ku saja"datang lagi yang lain "nona menari lah dengan ku"seorang pria langsung menarik jeny untuk berdansa dengan nya "gluk gluk gluk!!"lisa meneguk minumannya terus menerus "dia sudah habis banyak"bisik jack "lagi lagi"kata lisa "kau yakin? Kau terlihat sudah mabuk"kata jin "heei..kau dengar tidak"kata lisa "baik baik"kata jin "boleh aku tau siapa nama mu" bisik pria di depan jeny "aku jen"kata jeny "nama yang indah"kata pria itu "lisaa!!"boy menarik gelas di tangan sahabatnya "kau sudah mabuk"ujar boy "be..bel..um"kata lisa "astaga"kata boy "kau bawa pengawal mu tidak?"tanya boy "boy..biarkan aku mabuk..aku sudah..lelah menahan nya"kata lisa "menahan apa?"ujar boy sambil menahan tubuh lisa yang sudah mulai oleng "jin bisa panggilkan jeny"kata boy "baik"jin segera pergi tak lama kemudian jeny datang "lisa"jeny melihat lisa sudah bersandar di tangan boy "jeny..dengar aku..kau bisa bawa lisa pulang ke rumah nya aku bantu ke parkiran"kata boy "kenapa aku bukannya ada bright biasanya?"ujar jeny "aku tidak melihatnga ayo"kata boy "baik"jeny memegang satu tangan lisa mereka memasukan lisa ke dalam mobil "lisa..kau bawa mobil sendiri tadi?"tanya jeny "jen coba ambil ponsel lisa"kata boy "oh..oke"jeny mencari ponsel lisa "oh ini dia..boy..pakai kode"kata jeny "berikan pada ku"kata boy jeny memberikan ponsel lisa ke boy "was..aku mau minum"kata lisa "hei..kau sudah mabuk bodoh"kata jeny "halo..bright segera datang naik taxi saja jemput nona mu di tempat ku, ok ok "boy meletakan kembali ponselnya "jeny tetap lah bersama nya sampai bodyguard lisa datang bawa lisa ke rumah nya ya"kata boy "hum"jeny menatap boy "tolong okay"kata boy "baik lah"kata jeny.

__ADS_1


Setelah dua bodyguard datang menjemput "nona jarang sekali mabuk"fikir bright "hum..hei..apa kau tidak lihat"kata lisa jeny menatao lisa yang menunjuk kursi mobil yang di depannya "ahhk aku..kes-"lisa mau terjatuh beruntung jeny segera menariknya dan lisa jatuh ke pangkuan jeny "apa dia pernah minum sampai begini?"tanya jeny "tidak pernah"jawab sao mobil pun berhenti pelayan membantu membawa jeny ke kamar "aku minta handuk kecil atau tisu basah juga tidak papa"kata jeny "ini nona"kata sai "buat apa nona?"tanya izana "aku akan membersihkan wajah lisa"kata jeny "humm..biar biar saya saja nona"kata sai "tidak papa ini sudah malam kalian istirahat saja"kata jeny sambil pergi ke kamar lisa. Jeny duduk lalu mengelap wajah lisa dengan tisu "kau tidak pernah paham...aku berada di dekatmu"ucap lisa "astaga..kau pasti sedang bicara dengan kekasihmu"kata jeny sambil berdiri membuka lemari lisa dan mengambil satu baju kimono tidur "aku mencintaimu..hum..jadi tolong jangan dekati yang lain"kata lisa jeny tersenyum sinis "anak ini ternyata punya pacar"guman jeny sambil membuka baju lisa dan memakaikan baju kimono ke tubuh lisa "selesai aku akan kembali menemui boy"jeny berdiri "oi!!"ujar lisa jeny yang mau membuka pintu berbalik melihat lisa duduk "apa lagi?"kata jeny "oi..kau mau kemana..kau tidak dengar"kata lisa lalu dia jatuh ke bawah ranjang jeny kaget lalu melangkah menolong lisa "aihh..baju nya kotor lagi"jeny membuka baju nya lisa lagi lalu memakaikan baju lengan pendek kemudian "kau"jeny menarik nafas "untung kau sedikit baik"jeny mengambil tisu untuk mengelap wajah lisa yang berkeringat "tap!"tangan jeny di tahan lisa "aku bicara padamu tiap saat tapi kau tidak dengar..haruskan aku menarikmu"kata lisa "hei..hei..aku aku jatuh "ucap jeny tapi lisa tetap menarik jeny sampai jeny ke atas tubuh lisa "dasar bodoh"ujar jeny sambil melihat wajah lisa baru saja mau bangkit lisa menarik bahu jeny "aku mencintai mu..tolong..jangan cintai orang lain selain aku"kata lisa "li..lisa..aku..sesak.hei"kata jeny "yhaaa...sial..aku susah bergerak"kata jeny dalam hati "huff.."jeny akhirnya lepas "apa kau sedang patah hati? Atau kau berkelahi dengan calon suami mu? Tapi ken--"lisa tiba tiba duduk membuat jeny terkejut "kenapa kau mendekati yang lain ? Apa kau tidak mengerti"kata lisa "dia patah hati sungguhan"fikir jeny "aku harus telpon kakak dan meminta saran"fikir jeny tapi..


pagi yang cerah lisa terbangun dari tidurnya dia memperhatikan ada gadis di dekatnya "humm"jeny menimpah kaki lisa "terimakasih"kata lisa di dalam hati sambil tersenyum dia mengusap wajah jeny tangan jeny memegang tangan lisa "kau pasti mengantuk karena ku"kata lisa dengan suara yang rendah dia menari selimut untuk jeny setelah puas memandangi wanita sebelahnya lisa pun pergi mandi. "hum.."jeny membuka mata nya perlahan melihat selimut putih di tangannya segera memperhatikan sekitar "ini bukan rumah ku"jeny perlahan duduk "tap tap tap"lisa keluar dari kamar mandi dengan baju handuk "HYAAA..LISA!!"kata jeny "hah kau sudah bangun?"kata lisa sambil mendekat ke jeny "heh"jeny segera berdiri "KAU TAU APA YANG KAU LAKUKAN TADI MALAM PADA KU, KAU MEMELUK SEPANJANG TIDURKU DAN SELALU BERCERITA TIDAK JELAS! APA KAU SEDANG PATAH HATI? AYO JAWAB KENAPA DIAM? KAU SELALU MEMINTA JAWABAN TADI MALAM"jeny menunjuk nunjuk lisa dan sesekali memukul lisa "boy benar anak ini sangat menggemaskan"fikir lisa sambil tersenyum tipis "emang tadi malam aku kenapa dan apa yang ku lakukan pada mu?"kata lisa "apa kau lupa?"kata jeny "iya aku tidak ingat"lisa masih menahan senyumannya "kau tau aku bisa saja mati tadi malam karena ulahmu, kau memeluk ku seakan akan aku bantal guling, lalu kau merengek seperti anak kecil yang patah hati dan terus meminta jawaban"kata jeny "jawaban apa?"tanya lisa "astaga kau tidak ingat juga?"kata jeny lisa menggelengkan kepalanya "dengar ya tadi malam kau begini"jeny duduk di ranjang lalu mendekatkan guling ke tubuhnya "kau begini..kenapa kau tidak menjawab, aku menyukaimu, aku minta kau jangan pergi, aku sayang kamu, kok gak jawab. Terus begitu sampai telingaku panas"kata jeny "kenapa telinga mu panas?"kata lisa "kau bicara di dekat telingaku bodoh...kau sangat menyebalkan"jeny memukul lisa dengan guling "kau bilang aku minta jawaban?"tanya lisa "ya"jeny terus memukul lisa dengan kesal "lalu kau jawab apa"lisa menahan gulingnya dan menatap jeny "aku menjawab kalau aku-"jeny menatap ke arah pintu ada yang mengetuk pintu "ada apa?"tanya lisa sambil terus menatap wajah jeny "nona sarapan sudah siap"kata sai "ya ya aku segera keluar"kata lisa "lalu..lanjutkan yang kau ingin kau bilang tadi"kata lisa sambil menarik guling nya dan melempar nya ke tempat tidur "tidak akan ku katakan , ku rasa kau juga belum sadar! Mata mu itu masih mata pemabuk yang tadi malam"kata jeny "huf..ya sudah..sekarang..boleh aku memelukmu lagi?"tanya lisa "dasar bodoh!! Kau belum sadar juga "jeny menendang lisa "maaf maaf..hei..hei maaf aku salah bicara ..maksudku begini sekarang pergilah mandi kita sarapan itu handuk nya masih ada satu di kamar mandi"kata lisa "aku akan mandi di rumah ku"kata jeny "apa?"lisa menatap jeny "eh aku mandi saja lah aku pakai bajumu ya"jeny pergi ke kamar mandi lisa tersenyum lebar "kenapa aku merasa lisa masih belum sadar sepenuhnya..matanya tadi saja masih merah"kata jeny " huff...untung aku segera lari dari pada aku harus sesak nafas lagi"kata jeny "jen..kau mandi atau tidur?"kata lisa "dasar bodoh!! Tentu saja aku mandi kau siap siap ku tendang!!"seru jeny lisa terkekeh lalu pergi ke luar "nona selamat pagi"sapa para pelayan "pagi"kata lisa. "lisa!!"boy datang dengan salah satu pengawal "hei..kau tumben pagi pagi sudah datang"kata lisa "mau lihat kondisimu dan menjemput jeny dia harus latihan"kata boyy "ooh..dia lagi mandi sebentar ya"lisa naik ke atas dan membuka pintu "aduh!!"ada bantal mengenai tubuh lisa "ada apa jen?"kata lisa "bajumu..kok begitu sih..aku tidak bisa memakainya..kebesaran semua"kata jeny lisa tertawa "tidak lucu!!"jeny duduk di tepi ranjang dengan kesal "bentar aku cari dulu"lisa pergi keluar sambil tertawa kecil "dia malah ketawa emangnya lucu dasar bodoh"gerutu jeny tak lama kemudian lisa datang "nih"kata lisa "dari tadi dong"jeny menatap lisa "apa lagi?"kata lisa "kau keluar lah!! Aku akan memakai baju sana"lisa di dorong keluar dan pintu di tutup oleh jeny .

__ADS_1


"aih boyyy!!"jeny sudah muncul "kau terlihat senang"kata boy "senang dari mana oh ya lisa..sekarang aku mau tanya"kata jeny "hm?"lisa menatap jeny "siapa kekasihmu..tadi malam kau terlihat patah hati"kata jeny "huf...uhuk..uhuk"boy tersedak "hati hati"kata lisa "jeny...jangan bercanda lisa tidak punya pacar!"kata boy "ah masa"kata jeny "ku rasa jeny kelelahan"kata lisa "apa?"jeny terlihat kesal "sudah sudah ayo sarapan dulu"kata lisa "benar kau mau sarapan di sini atau di rumah?"tanya boy "jangan tanya sarapan saja di sini, kau juga boy cepat"kata lisa "sok sekali dia"fikir jeny "padahal tadi malam dia terlihat seperti orang yang sedang patah hati"kata jeny dalam hati "pasti dia mau mengomel"kata lisa di dalam hati.


Setelah selesai "biarkan roy mengantar kalian"kata lisa "yaya..anggap saja ini sebagai ganti tadi malam"ujar jeny "ya ya maaf merepotkanmu"kata lisa "kau tidak ikut?"tanya boy "aku harus ke kantor hari ini"kata lisa "hei..dan ingat"jeny menepuk dahi lisa "jangan mabuk lagi"baru jeny pergi masuk ke dalam mobil bersama boy.

__ADS_1


__ADS_2