Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
menjadi model iklan baju onesie


__ADS_3

di malam hari lisa tiba tiba terjaga karena mendengar suara jeny "jeny" kata lisa "tidak.. tidak!!" jeny seperti orang yang sedang ketakutan "jeny.. jeny.. hei.. hei" lisa mencoba menenangkan jeny "huh? " jeny membuka mata nya sedikit "hei" lisa tersenyum "kau belum tidur? " tanya jeny "aku.. ya aku sudah tidur tadi baru dari kamar mandi" kata lisa "jangan jauh jauh dari ku" kata jeny "iya ayo lanjut tidur, kau mau minum tidak? " tanya lisa "tidak" kata jeny "baik lah lanjut kan tidur nya aku akan memeluk mu" kata lisa sambil memeluk jeny "ayo tidur lagi" kata lisa "lisa tadi kaya nya aku mimpi deh" kata jeny "ah masa? lanjut kan cerita nya besok, sekarang tidur ya besok kau akan pergi ke toko jadi tidur lah" kata lisa sambil mengusap rambut jeny dengan lembut.


"astaga?? " fudo terkejut di saat menyalahkan lampu dapur karena menemukan riki sedang makan di dapur, "dasar bodoh hampir saja aku menembak mu" kata fudo sambil menghampiri riki "aku akan menghantui mu jika kau menembak ku" kata riki sambil memakan makanan nya "makan apa? mau juga" kata fudo "aku cuma buat satu .duduk lah kita bagi dua" kata riki "bentar aku mau buat kopi dulu " kata fudo "ya udah aku habisin " kata riki "astaga dasar pelit" kata fudo sambil membuat segelas kopi "kau mau tidak? " kata fudo "tidak aku sudah membuat susu coklat" kata riki .fudo duduk di dekat riki "mana sendok mu? " tanya riki "aku lupa mengambil nya pakai punya mu saja malas bergerak" kata fudo "dasar pemalas" riki memberikan garpu yang dia pegang ke fudo "hum.. enak juga" kata fudo "baru tau masakan ku enak" kata riki "jangan terlalu bangga deh" kata fudo "akui saja jeny saja mengatakan masakan ku enak" kata riki dengan bangga "ya, oh mengenai jeny dia selalu menanyakan tentang mu setiap saat" kata fudo "karena aku kakak nya" kata riki "aku juga kakak nya" kata fudo "kau tau jeny seperti nya belum tau jika kau sudah mengetahui hubungan nya dengan lisa" kata fudo "sebenarnya aku tidak tau aku harus apa setelah mendengar lisa dan jeny menjalin sebuah hubungan " kata riki "aku tidak bisa melakukan apapun apalagi di saat aku benar benar tau jeny ternyata juga mencintai lisa ini antara senang dan kacau, aku juga tau tapi aku benar benar senang di saat adik ku kembali menemukan cinta nya aku sangat ingat bagaimana waktu itu ketika dia patah hati" kata riki "lisa bilang dia akan melamar jeny secepatnya" kata fudo "apa? " riki menatap fudo "apa apanya? kau kan susah tau lisa juga mengatakan nya pada mu waktu itu" kata fudo "itu artinya lisa akan menikahi adik ku" kata riki "ya apa lagi setelah lamaran" kata fudo sambil menyeruput kopi nya.


keesokan harinya..


"lisa.. " kata jeny sambil menatap lisa yang masih memejamkan mata "lisa" kata jeny "hum" lisa tersenyum "kau selalu pura pura tidur" kata jeny "ku fikir kau akan mencium ku tadi" kata lisa "jangan berharap" kata jeny "apa? " lisa mencium pipi jeny sambil memeluk nya dengan erat "uhm.. aku mau mandi" kata jeny "cium dulu aku" kata lisa "tidak mau" kata jeny sambil menghindar dari lisa.

__ADS_1


"ayolah" lisa menarik jeny "tidak mau" kata jeny "cium tidak? " kata lisa "tidak" kata jeny "kalau begitu aku tidak akan melepaskan mu" kata lisa "aih.. lisa.. aku harus pergi ke toko" kata jeny "cium dulu" kata lisa sambil menahan tubuh jeny, "oke oke" kata jeny "ayo" kata lisa "lepaskan aku dulu" kata jeny "tidak jeny, kau akan menipu ku lagi" kata lisa "ketebak ya" kata jeny "ayolah " kata lisa "umach" jeny mencium pipi lisa "sebelah sini" kata lisa. jeny langsung mencium pipi kiri lisa "bibir ku" kata lisa "aih.. kau belum mengosok gigi mu jadi jangan harap aku akan mencium mu di bagian itu" kata jeny "kalau begitu tunggu sebentar" lisa pergi "kau mau apa? " kata jeny "bentar" kata lisa tak lama kemudian lisa kembali "aku baru menggosok gigi ku jadi bisa cium aku" kata lisa sambil duduk di depan jeny "kau menggosok gigimu? " tanya jeny "iya agar kau mencium ku" kata lisa "hum" jeny langsung mencium lisa "sudah " kata jeny "singkat sekali aku mau lagi" kata lisa "ayolah aku harus mandi dan kau juga harus ke kantor" kata jeny "pulang dari kantor cium aku ya" kata lisa "iya" kata jeny "baiklah ayo kita mandi" lisa menarik jeny "aih.. aku mau mandi sendiri" kata jeny "mandi bersama lebih cepat" kata lisa.


pelayan datang menghampiri jeny yang sedang istirahat setelah selesai pemotretan untuk iklan kostum yang ada di toko nya "ada apa? " tanya jeny "ada seseorang yang ingin bertemu dengan mu" kata pelayan toko nya "bawa saja ke sini" kata jeny. tak lama kemudian seorang wanita datang "halo nona sweet" kata wanita itu "halo" jeny berdiri dan menjabat tangan wanita itu "saya Sulis " kata wanita dia langsung memperkenalkan dirinya dan menjelaskan maksud kedatangan nya "bagaimana nona sweet? " tanya Sulis "bisa tapi ini aku sendiri atau ada patner? " tanya jeny "ada dia seorang dokter nama nya evan" kata Sulis "oh aku seperti nya pernah dengar" kata jeny "bagus sekali kita akan memulai pemotretan nya besok" kata Sulis "iya tidak masalah" kata jeny "aku datang karena orang orang membicarakan foto mu dengan baju onesie " kata Sulis "hehe aku memiliki beberapa dan aku merasa nyaman memakai nya dan waktu itu iseng memposting nya" kata jeny "tapi itu sangat luar biasa semoga besok kau cocok dengan patner nya ya" kata Sulis .


"iya? kau mengatakan iya pada nya? " kata lisa "iya " kata jeny sambil mengunyah makanannya "bagaimana jika nanti pria itu jatuh cinta pada mu? " kata lisa "aku kenal dengan nya seperti nya dia dokter yang pernah merawat ku" kata jeny "benarkah? " kata lisa sambil memakan makanan yang di suap kan jeny pada nya "iya tapi aku tidak tau pasti besok aku akan melihat nya" kata jeny sambil menyuapi lisa "dan kau bisa ikut dengan ku jika kau meragukan ku" kata jeny "siapa yang akan meragukanmu " kata lisa "dirimu" ucap jeny "tidak kok, aku cuma kawatir dia memberi mu coklat dan manisan dan kau pun akan melupakan ku" kata lisa "kau fikir aku bodoh" kata jeny "bukan begitu lihat saja saat kita jalan, ada orang yang memberi mu coklat dan kau melakukan apa? " kata lisa "memakan coklat nya" kata jeny "tuh kan" kata lisa "tapi kau tenang saja aku cuma makan coklat nya bukan orang nya karena aku suka coklat bukan suka orang jika aku suka orang berarti aku kanibal" kata jeny "sangat pintar " kata lisa.


reno melihat foto yang baru di kirim kan oleh jeny saat acara peresmian toko sweet "gawat" kata reno ketika dia melihat salah satu foto di mana dirinya menerima bunga dari dio "aku harus cari dio" kata reno.

__ADS_1


beberapa pria saling berjabat tangan dan mengangguk pelan "kami pamit dulu" beberapa pria pergi dari ruangan rapat itu "dio!! " reno masuk ke dalam ruangan rapat itu "hei, kau datang ke kantor ku? " dio menatap reno yang berjalan mendekati nya "ada yang mau ku bicarakan pada mu" kata reno "oke katakan saja tentang apa? " kata dio "tentang kesalah fahaman waktu itu kau tau nih lihat! jeny teman ku membuat story dengan foto kita da--" reno diam "tunggu dulu aku tidak paham katakan dengan sedikit pelan" kata dio "kau tau semua orang salah faham mengenai kita" kata reno "hum.. ya" ujar dio "mereka mengira kita adalah gay, kita adalah pasangan dan kita bukan pasangan " kata reno "lalu? " kata dio "kok aku jadi gugup" fikir reno "kok diam" dio menutup laptop nya "lakukan sesuatu, mereka mengira kita pacaran tau" kata reno dengan kesal karena melihat dio yang begitu santai "kau mau aku melakukan sesuatu untuk menjelaskan kesalah fahaman ini" kata dio "iya karena mereka mengira kita itu pacaran" kata reno "kalau begitu jadilah pacar ku" kata dio seketika reno terdiam "berpacaran lah dengan ku agar ini tidak terjadi kesalah fahaman lagi" kata dio "kau--" reno mundur selangkah "kau yang minta kan? agar aku melakukan sesuatu ya, aku akan lakukan" kata dio "tidak waras" reno berbalik dan langsung pergi.


hari ini jeny tidak di toko nya dia pergi bersama dengan Sulis wanita yang waktu itu datang menemui nya. setelah melakukan beberapa hal jeny langsung di rias dan berganti pakaian dia sekarang mengenakan baju onesie rubah berwarna orange pemotretan pun berlangsung sampai jeny mengganti beberapa baju "Hai" seorang pria datang, "bagus sekali evan ayo cepat bersiap setelah ini giliran mu" kata Sulis "agak naikan sedikit permen kapas nya" kata tukang foto nya jeny menatap permen kapas yang di ikat di depan nya "bagus tahan oke.. " jeny berdiri "selanjutnya naik ke atas ranjang ambil ranjang nya" jeny melihat beberapa pria datang membawa sebuah ranjang "naik jen" kata Sulis .jeny segera naik ke atas ranjang "duduk dan peluk bantal nya nah ya seperti itu" cahaya flash langsung menerpa wajah jeny "oke evan masuk" kata Sulis "Hai jen ternyata kau" kata evan "hai pak dokter " kata jeny "ku fikir sweet itu siapa tadi" kata evan "senang berkerja sama dengan pak dokter" kata jeny "oke evan duduk di atas ranjang, jeny berbaring menghadap ke sini sambil menopang dagu sementara evan seperti orang yang membaca buku" jeny langsung berbaring "aku suka rebahan" kata jeny "selanjutnya jeny berbaring di pangkuan evan dan evan seakan akan mengajak jeny bicara".


di kantor nya


reno duduk sambil menatap pemandangan di luar jendela dia terlihat sedang memikirkan sesuatu " kalau begitu jadilah pacar ku"reno mengetuk ngetuk jari nya ke paha nya sendiri "aku memang meminta nya melakukan sesuatu tapi gak gini juga gimana sih kok aku jadi bingung" kata reno "apa yang dia fikir kan" kata reno.

__ADS_1


jeny duduk di dekat evan "pegang semangka nya jeny oke! evan hanya menatap jeny yang sedang makan. oke nah begitu tahan " jeny mengedip ngedip kan mata nya "semangka nya manis" kata jeny evan langsung tertawa seketika mendengar perkataan jeny barusan ."oke satu lagi " seorang pria datang membawa sebuah mobil berukuran sedang "untuk apa? " kata jeny "kau naik di atas sementara evan akan berpura-pura mendorong mu " kata pria itu "oh" kata jeny, Sulis datang membersihkan tangan jeny yang basah karena semangka. jeny langsung naik ke atas mobil itu dan evan mendorong nya dari belakang "oke bagus terimakasih" kata pria itu "yeeay" jeny melompat senang membuat orang yang berada di tempat itu tertawa "kerja bagus rekan kecil" kata evan "yap pak dokter" kata jeny "terimakasih" kata Sulis sambil menjabat tangan jeny lalu evan.


bodyguard membuka kan pintu mobil dan lisa langsung keluar di saat pintu sudah terbuka "waw" lisa melihat toko jeny sangat ramai dia segera masuk "di mana nona jeny? " tanya lisa "nona lisa selamat datang " lisa langsung berbalik " ada yang bisa saya bantu? mau cari costum atau aksesoris? "tanya jeny " kau ini"kata lisa dia langsung menarik jeny dan membawa nya pergi "ada apa? " kata jeny di ruangan tempat dia istirahat "aku merindukan mu" lisa mencium nya "aih.. aih.. lisa.. awas" kata jeny "kau bilang apa? " kata lisa "awas" kata jeny "awas? kau kan berjanji mau mencium ku tadi pagi" kata lisa "ya tidak di sini" kata jeny dengan wajah panik "tidak ada orang di sini ayo" lisa menarik jeny dan mencium nya "aih.. tidak, tidak!! " kata jeny "ayolah" kata lisa "di rumah saja" kata jeny "aku mau sekarang kau mencium ku sepuluh menit saja" kata lisa "lama banget nafas ku tidak sanggup" kata jeny "kalau begitu tiga puluh menit" kata lisa "uhh" jeny menendang lisa "malah nambah" kata jeny "kita coba dulu siapa tau lebih dari sepuluh menit " kata lisa "jika bisa kau mau memberi ku sesuatu? " kata jeny "iya" kata lisa "ayo lakukan" kata jeny "ayo" kata lisa sambil menarik jeny ke arah nya.


__ADS_2